Tangerangupdate.com – Sebuah mobil berpelat merah terlihat terparkir dijalan serta dibawah kanopi yang diduga dibangun menempel pada tembok pembatas SMA Negeri 5 Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Keberadaan bangunan itu menjadi sorotan warga Perumahan Puri Bintaro Hijau, Kecamatan Pondok Aren, Tangsel karena diduga menggunakan jalan lingkungan dan tembok sekolah untuk kepentingan pribadi.
Warga menilai area di sisi tembok sekolah tersebut telah lama difungsikan sebagai lokasi parkir kendaraan dinas. Selain memanfaatkan bahu jalan lingkungan, keberadaan kanopi juga disebut mengubah fungsi fasilitas sekitar sekolah dan mengganggu akses keluar masuk warga.
Belakangan diketahui, kendaraan yang terparkir di lokasi itu merupakan mobil dinas milik Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Tangerang Selatan, Rizqiyah.
Menanggapi polemik tersebut, Rizqiyah mengaku telah menggunakan tembok sekolah sebagai penyangga kanopi sejak 2012 atau 2013. Ia berdalih pemasangan kanopi dilakukan demi melindungi kendaraan dinas dari panas dan hujan.
“Ya kalau itu dianggap salah, kata saya itu hal yang lumrah ya? Kan niat saya cuma supaya mobil dinas itu aman, enggak kehujanan, enggak kepanasan,” katanya kepada Tangerangupdate.com, Jumat (08/05).
Rizqiyah juga mengklaim selama lebih dari satu dekade keberadaan kanopi tersebut tidak pernah dipermasalahkan warga sekitar. Menurut dia, penggunaan area itu tidak menimbulkan persoalan di lingkungan setempat.
“Iya, jadi itu kan dari tahun berapa ya? Dari tahun 2012 atau 2013 saya bikin itu. Dan selama itu tidak ada masalah gitu loh, tidak ada masyarakat yang komplain,” akunya.
Selain itu, Rizqiyah menyebut pembangunan kanopi tersebut tidak merugikan masyarakat maupun mengganggu akses jalan. Dirinya mengaku telah meminta izin kepada pengurus lingkungan sebelum memasang fasilitas tersebut.
Menurut dia, area yang digunakan bukan merupakan fasilitas umum utama, melainkan bagian bahu jalan di sisi lingkungan perumahan.
“Enggak ada (komplain). Malah saya sudah izin kok waktu itu. Kata mereka ya silakan saja selama tidak mengganggu jalan,” pungkasnya.
Namun klaim tersebut dibantah sejumlah warga setempat. Mereka menilai keberadaan kanopi yang menempel pada tembok sekolah justru memperkuat dugaan bahwa jalan lingkungan digunakan sebagai lokasi parkir kendaraan pribadi maupun kendaraan dinas.
Warga mengaku kondisi itu telah berlangsung lama dan dinilai mengganggu akses keluar masuk lingkungan. Bahkan, teguran yang pernah disampaikan kepada pihak terkait disebut tidak pernah mendapat respons.
“Sudah lama dipakai parkir di situ. Warga juga sudah pernah menegur,” ujar salah satu warga, Selasa 5 Mei 2026.
Warga juga mengaku sebagian penghuni lingkungan enggan mempersoalkan keberadaan kendaraan dinas dan kanopi tersebut karena mengetahui pemilik mobil merupakan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
“Warga sebenarnya banyak yang enggak nyaman, cuma malas negur karena tahu itu mobil pejabat Pemkot Tangsel,” ucap warga lainnya.
Reporter: Rhomi
