Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Senin, 8 Juni 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Kab Tangerang

Banyak Pejabat Bungkam saat Masyarakat Jadi Korban Investasi di Pantura Tangerang, Warga: Pejabat Kita Sudah Tuli

Rhomi
Sabtu, 27 November 2021 | 13:10 WIB
SHARE

Tangerangupdate.com (27/11/2021) | Kabupaten Tangerang — Proses investasi di Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Tangerang dinilai oleh sebagian kalangan sebagai investasi yang bobrok dan penuh dengan masalah.

Salah satu korban, Heri Hermawan menjelaskan, salah satu contoh bobroknya investasi di Pantura Tangerang terlihat pada saat proses pembelian tanah oleh pihak pengembang. Masyarakat kata Heri, hanya menerima harga yang diberikan oleh pengembang, yakni sebesar seratus ribu rupiah.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Padahal, harga yang ditentukan oleh tim appraisal (penilai) jauh lebih tinggi dari harga sepihak tersebut, yakni Rp. 2,545 Juta (Dua Juta Lima Ratus Empat Puluh Lima Rupiah).

“Saya tahu harga dari tim apresial, harganya 2,545 ribu, itu datanya ada di saya, tapi beli tanah di masyarakat berapa? 100 ribu!. Dengan uang 100ribu di mana mereka harus pindah ke tempat lain?,” ungkapnya saat menghadiri dialog publik bertajuk ‘Menata Tangerang Utara Sebagai Wajah Indonesia di Banten’, ditulis Sabtu (27/11/2021).

Heri menjelaskan, dengan ditentukannya harga sepihak tersebut, masyarakat tidak memiliki pilihan untuk menjual tanah miliknya dengan harga yang masuk akal ke pihak lain, sebab katanya, di atas tanah itu pula sudah diterbitkan Nomor Induk Berusaha (NIB) atas nama orang lain.

BACA JUGA:  Polda Banten Ingatkan: Bendera One Piece Tak Bisa Gantikan Merah Putih di Hari Kemerdekaan

“Saya tahu tanah saya telah diterbitkan NIB pada tanggal 26 agustus 2020, ketika saya cek, keluarga saja juga sama, saya coba buka situs ATR/BPN, ada 900 Ha lebih atas nama 3 orang,” jelasnya.

“Kita terpaksa karna tidak ada ruang,” tambahnya.

Lebih lanjut Heri mengatakan, bahwa di atas tanahnya juga telah terbit Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) atas nama orang lain. Dirinya mengaku mengetahui hal itu dari informasi dari pihak desa setempat.

“Tanah saya ini timbul SPPT atas nama orang lain, saya dapat informasi dari pihak desa, ada sppt timbul atas nama yang menjual tanah saya, yakni mi Chang, saya kenal juga engga itu mi Chang, ini aturannya gimana loh? Ini sudah hancur negara ini!,” katanya.

Sementara itu, salah satu warga yang juga diduga menjadi korban mafia tahan, mengatakan, pembebasan lahan oleh pengembang di Pantura Tangerang dilaksanakan dengan arogansi.

Hal itu katanya, ditandai dengan penentuan harga tanah yang jauh di bawah nilai appraisal, serta penimbunan tanah milik masyarakat secara sepihak, padahal belum melalui proses pembayaran.

BACA JUGA:  Tiga Oknum Opang Ditangkap Polisi Setelah Intimidasi Ibu Bawa Bayi di Stasiun Tigaraksa

“Ini sudah menjadi berita umum, cuma para pejabat kita sudah tuli,” tegasnya.

TAGGED:atrbpnkabupaten tangerangmafia tanahpantura tangerang
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

Terpopuler

Foto: tiang penyangga kabel,dalam kondisi miring dan nyaris roboh, di daerah ciater | Dok. Tangerangupdate.com

Tiang Kabel di Ciater Serpong Nyaris Roboh, Warga Khawatir Ancam Keselamatan Pengendara

Foto: Istimewa

Tokoh Pramuka asal Tangerang Kak Herman Meninggal Dunia Diduga Korban Tabrak Lari di Cikupa

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana ditahan Kejagung. (Dok. Antara)

Motor Listrik Rp42 Juta per Unit Jadi Bukti Korupsi MBG

Ilustrasi penculikan anak. (Dok. iStockphoto)

Utang Rp30 juta berujung penyekapan 17 jam di Tangerang

Foto: Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah (kanan) | Dok. Istimewa

Terduga Pelaku Pembunuh Tukang Cilok di Cikupa Merupakan Bapak dan Anak

itu, Direktur Pegadaian Eka Febriansyah saat penutupan UKW bekerja sama dengan LPDS di Kawasan Menteng Jakarta/ Foto : Dok. Lpds

Pegadaian Bersama LPDS Gelar UKW di Jakarta, Upaya Merawat Kemerdekaan Pers

Berita Terkait

Foto: lomba tarik tambang pada Kejuaraan Olahraga Tradisional Tingkat Provinsi Banten yang digelar di SMA Darussalam | Dok. Tangerangupdate.com
Kab Tangerang

Kejuaraan Olahraga Tradisional Tingkat Provinsi Banten Digelar di Kabupaten Tangerang

Foto: Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah (kanan) | Dok. Istimewa
Kab Tangerang

Dua Pria Ditangkap Terkait Pembunuhan Pedagang Cilok di Cikupa

Foto: Ilustrasi/Freepik
Kab Tangerang

Tawuran Antar Pelajar SMP Pecah di Sindang Jaya, Satu Orang Tewas

Foto: Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Muhamad Amud | Dok. Tangerangupdate.com
Kab Tangerang

Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Minta Dishub Serius Tangani PJU Mati

Foto: penyerahan kartu identitas anak (KIA) secara simbolis di Gedung Kejari Kabupaten Tangerang | Dok. Tangerangupdate.com
Kab Tangerang

Kejari Kabupaten Tangerang Bantu 200 Anak Yatim dan Piatu Miliki Identitas Resmi

Foto: Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tangerang, Bimo Mahfud Fudzianto | Dok. Tangerangupdate.com
Kab Tangerang

Anggaran Konsumsi Rapat Kecamatan Curug Rp1,6 Miliar Jadi Sorotan DPRD

Foto: aksi demonstrasi Aliansi Mahasiswa Penegak Demokrasi (AMPD) di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang | Dok. Tangerangupdate.com
Kab Tangerang

Mahasiswa Soroti Anggaran Pengadaan Mebel Sekolah Rp6,5 Miliar di Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang

Foto: Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah (kanan) | Dok. Istimewa
Kab Tangerang

Misteri Kematian Tukang Cilok di Cikupa Mulai Terkuak, Polisi Temukan Delapan Luka di Tubuh Korban

Jangan Lewatkan

Foto: Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tangerang, Bimo Mahfud Fudzianto | Dok. Tangerangupdate.com

Anggaran Konsumsi Rapat Kecamatan Curug Rp1,6 Miliar Jadi Sorotan DPRD

Selasa, 2 Juni 2026
Foto: Istimewa

Diduga Jadi Lokasi Transaksi Obat Keras, Gubuk di Kemiri Dibakar Warga

Rabu, 3 Juni 2026
Foto: (dari kiri), ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Muhamad Amud, dan Sekretaris DPRD Kabupaten Tangerang, Neneng Almira | Dok. Istimewa

DPRD Kabupaten Tangerang Raih Predikat Zero Temuan Dua Tahun Berturut-turut dari BPK RI

Rabu, 3 Juni 2026
Foto: Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah (kanan) | Dok. Istimewa

Terduga Pelaku Pembunuh Tukang Cilok di Cikupa Merupakan Bapak dan Anak

Minggu, 7 Juni 2026
Foto: Ilustrasi/Freepik

Tawuran Antar Pelajar SMP Pecah di Sindang Jaya, Satu Orang Tewas

Jumat, 5 Juni 2026
itu, Direktur Pegadaian Eka Febriansyah saat penutupan UKW bekerja sama dengan LPDS di Kawasan Menteng Jakarta/ Foto : Dok. Lpds

Pegadaian Bersama LPDS Gelar UKW di Jakarta, Upaya Merawat Kemerdekaan Pers

Sabtu, 6 Juni 2026
Foto: Denies Susanto, Akedemisi dan Praktisi Universitas Pamulang Kampus Serang | Dok. Tangerangupdate.com

Dari Nongkrong ke Nabung Saham: Wajah Baru Investasi Gen Z – belajar, bertumbuh, berkembang

Senin, 1 Juni 2026
Foto: proses bedah rumah warga Bojong Nangka menggunakan dana mandiri | Dok. Tangerangupdate.com

Bedah Rumah dengan Anggaran Mandiri, Warga Kurang Mampu di Bojong Nangka Kini Miliki Hunian Layak

Selasa, 2 Juni 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp