Tangerangupdate.com – Kawasan Tjikokol yang kini dikenal sebagai nama Cikokol yang menjadi pusat aktivitas Kota Tangerang ternyata menyimpan jejak sejarah panjang sejak era kolonial Hindia Belanda. Salah satunya terekam dalam surat kabar De Indische Courant edisi 30 September 1927 yang memberitakan pembelian tanah partikelir Tjikokol oleh pemerintah kolonial Belanda.
Dalam artikel berjudul Aankoop particulier land atau “Pembelian Tanah Partikelir”, pemerintah Hindia Belanda disebut membeli tanah partikelir Tjikokol yang berada di dekat Tangerang.
Wilayah itu berbatasan dengan sejumlah tanah partikelir lain yang sebelumnya juga telah diambil alih pemerintah.
Kala itu, Tjikokol merupakan kawasan agraris dengan luas sekitar 500 bouw atau ratusan hektare lahan. Wilayah tersebut terdiri atas sawah, tegalan, kebun kelapa, hingga perkebunan campuran.
Sebagian lahan bahkan ditanami serai dan tetap disewakan kepada pemiliknya bernama Oey Sie Njang Nio.
Surat kabar tersebut juga mencatat sekitar 1.600 penduduk tinggal di kawasan Tjikokol. Mayoritas bekerja sebagai petani, buruh, dan pengrajin tikar pandan yang pada masa itu cukup terkenal.
Namun, yang paling penting dari pengambilalihan tersebut adalah perubahan sistem kekuasaan tanah di wilayah Tangerang. Pemerintah kolonial Belanda mulai menghapus sistem tanah partikelir atau tanah milik tuan tanah swasta yang sebelumnya memiliki hak feodal terhadap penduduk.
Dalam artikel itu disebutkan bahwa masyarakat tetap diperbolehkan tinggal dan menggunakan lahan, meski hak-hak istimewa feodal di tanah partikelir akan dihapuskan secara bertahap.
Secara historis, kebijakan ini menjadi bagian dari perubahan tata agraria di wilayah Tangerang pada awal abad ke-20. Sejumlah kawasan seperti Tjikokol, Serpong, hingga daerah sekitar Batavia diketahui pernah berada di bawah kekuasaan tanah partikelir.
Kini, Tjikokol telah berubah menjadi kawasan perkotaan modern. Namun arsip koran kolonial itu menunjukkan bahwa wilayah tersebut pernah menjadi daerah pertanian yang dihuni ribuan warga dan berada dalam sistem feodal khas Hindia Belanda.
Reporter: Juno
