Tangerangupdate.com – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai menyampaikan rasa keberatan dengan wacana penegakkan hukum terhadap para pelaku begal dengan cara ditembak di tempat.
Pigai menilai jika wacana tersebut melanggar hak asasi manusia. Maka dari itu, ia secara tegas menolak penegakkan hukum tanpa prosedur hukum yang berlaku.
Pigai menegaskan, menurut prinsip HAM internasional, pelaku tindak kekerasan, bahkan teroris, harus ditangkap hidup-hidup untuk diproses secara hukum.
Hal tersebut katanya, agar hidup hak seseorang tidak Dirampas, dan terduga pelaku bisa menjadi sumber informasi untuk mengungkap kasus tersebut lebih dalam.
“Saya tidak membolehkan orang ditembak tanpa melakukan prosedur dan proses hukum yang jelas,” ujar Pigai dikutip dari CNNIndonesia, Jumat 22 Mei 2026.
Sebelumnya, Ditreskrimum Polda Metro Jaya membentuk ‘Tim Pemburu Begal’. Tim ini dibentuk menyusul maraknya kasus kejahatan pencurian dengan kekerasan tersebut di sejumlah wilayah hukum Polda Metro Jaya, termasuk Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes, Iman Imanuddin menyebut tim ini siap beraksi 24 jam. Mereka nantinya akan ditugaskan ke titik-titik rawan.
“Kami sudah siapkan Tim Pemburu Begal yang siap beraksi 24 jam untuk bersama-sama kita menjaga Jakarta lebih aman lagi,” kata Iman dikutip dari Merdekacom, Senin 18 Mei 2026.
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mendukung pembentukan tim pemburu begal tersebut. Ia bahkan meminta seluruh Polda melakukan tindakan tegas serupa, termasuk menembak pelaku di tempat.
“Sekali lagi saya minta seluruh Polda, segera instruksikan jajarannya untuk berani lakukan tembakan terukur kepada para pelaku begal. Pastikan anggotanya banyak, karena aksi begal sudah tidak pandang bulu. Situasinya sudah darurat,” ujar Sahroni dalam keterangannya.
Sahroni mengaku mendapat banyak sekali laporan dari masyarakat di kota-kota besar terkait aksi begal ini. Oleh karena itu, dia meminta polisi bertindak tegas.
“Ini tidak boleh dibiarkan. Semua Polda harus menggelar operasi besar-besaran di wilayahnya masing-masing untuk memastikan jalanan aman. Aparat harus menunjukkan ketegasan nyata agar pelaku-pelaku ini tidak lagi merasa leluasa beraksi,” tutup Sahroni.
Reporter: Rhomi
