Tangerangupdate.com – Kebakaran melanda dua pabrik dan satu gudang marketplace di wilayah Kabupaten Tangerang, Banten, pada Rabu 20 Mei, malam, dan Kamis 21 Mei, dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam rangkaian insiden tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp3,1 miliar.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik mengungkap, peristiwa pertama terjadi pada Rabu sekitar pukul 22.40 WIB, di pabrik produksi bahan baku obat nyamuk yang berada di Kampung Ranca Kebo, Desa Babat, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang.
Berdasarkan laporan, kebakaran diduga dipicu mesin grinding yang mengalami overheat hingga memunculkan bara api. Laporan diterima petugas pada pukul 22.40 WIB dan tim langsung diberangkatkan lima menit kemudian.
Petugas BPBD tiba di lokasi sekitar pukul 23.00 WIB dan berhasil mengendalikan api dalam waktu kurang lebih 60 menit. “Berawal dari mesin grinding overhat sehingga menimbulkan bara (percikan) api,” ujarnya.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, BPBD mengerahkan empat unit mobil pemadam, terdiri atas dua unit dari Mako Curug dan dua unit dari Pos Legok, dengan total 16 personel.
Akibat kejadian itu, seorang karyawan mengalami luka bakar dan langsung mendapatkan penanganan. Sementara kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta.
“Satu orang karyawan mengalami luka bakar. Dengan kerugian ditaksir kurang lebih Rp100 juta,” katanya.
Beberapa jam kemudian, kebakaran kembali terjadi pada Kamis 21 Mei 2026, sekitar pukul 02.20 WIB. Kali ini api melalap sebuah pabrik dan gudang marketplace di Kampung Cilampe, Desa Cilampe, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.
Petugas BPBD menerima laporan kebakaran pada pukul 02.20 WIB dan langsung menuju lokasi tiga menit setelah laporan diterima. Tim tiba di lokasi sekitar pukul 02.33 WIB.
Berdasarkan informasi sementara dari warga, api diduga berasal dari arus pendek listrik di sebuah pabrik sumpit yang berada di sekitar lokasi kejadian. Api kemudian cepat membesar dan merembet ke bangunan gudang marketplace.
“Sebanyak 30 personel diterjunkan untuk memadamkan api dengan dukungan tujuh unit mobil pemadam. Dua unit dari Pos Kosambi dan Mako BPBD, serta bantuan dari Pos Pakuhaji, Sepatan, dan Mauk,” terang Taufik.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun kebakaran menghanguskan gudang, pabrik, serta satu unit rumah warga di sekitar lokasi.
“Kerugian akibat kebakaran kedua ditaksir mencapai sekitar Rp3 miliar. Situasi di kedua lokasi kebakaran telah aman dan terkendali,” tandasnya.
Reporter: Rhomi
