Tangerangupdate.com – Sejumlah spanduk penolakan terhadap rencana safari budaya mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terpantau bermunculan di sejumlah titik di Kabupaten Tangerang, Selasa 25 Agustus 2026.
Spanduk tersebut di antaranya terlihat di Jalan Raya Serang, Kecamatan Cikupa, dan Jalan Raya Pemda Tigaraksa, tepatnya di depan gerbang masuk Kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang.
Spanduk itu memuat tanda larangan dengan foto Jokowi mengenakan batik. Di dalamnya juga terdapat sejumlah tulisan bernada penolakan, di antaranya “Banten Menolak Jokowi”, “Safari Politik Jokowi Berkedok Safari Budaya”, hingga seruan “Saatnya Rakyat Bersatu Tangkap dan Adili Jokowi.”
Pada bagian atas spanduk terlihat sejumlah logo organisasi yang menyatakan penolakan terhadap kedatangan Jokowi di Banten. Di antaranya Gerakan Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat (GMKR) Banten, Forum Purnawirawan Prajurit (FPP) TNI, Koalisi Rakyat Banten, dan Tim Pemburu Ijazah Palsu.
Seorang juru parkir di Jalan Raya Pemda Tigaraksa, Marko Andrian, mengatakan spanduk tersebut telah terpasang sejak sekitar empat hari sebelum ditemukan menjadi perhatian warga.
”Empat hari yang lalu udah ada spanduk ini. Tapi saya enggak tau, siapa yang masang, tau-tau pas saya markir, spanduk udah ada,” kata Marko kepada wartawan, Selasa 25 Agustus 2026.
Sementara itu, Sekretaris DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Tangerang, Andreas Arie, menilai kemunculan spanduk tersebut merupakan bagian dari dinamika politik dan kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat.
”Kalau dari kami sebenarnya ya ini hal yang wajar saja sih. Jadi, biasalah dalam dinamika politik ya ada aksi-aksi seperti ini, kita menghargai kebebasan berpendapat, menghargai pendapat atau pandangan dari sekelompok masyarakat. Itu saja sih bagi kami,” ujar Andreas.
Andreas juga membantah narasi dalam spanduk yang menyebut kunjungan Jokowi ke sejumlah daerah sebagai safari politik. Menurutnya, agenda tersebut merupakan safari budaya yang bertujuan mengenal dan mengapresiasi keberagaman budaya di berbagai daerah.
“Kita akan mengapresiasi di tiap daerah itu ada budaya-budaya yang ada sehingga kita juga mengapresiasi bahwa Indonesia itu adalah satu bentuk keberagaman lah ya, kebhinnekaan,” jelasnya.
Ia pun meminta kader PSI tidak terpancing dengan munculnya spanduk penolakan tersebut. Menurutnya, keberadaan spanduk tidak akan memengaruhi rencana kunjungan Jokowi ke Banten.
Meski demikian, Andreas menyebut jadwal kedatangan Jokowi ke Banten belum dipastikan. Ia mengatakan penentuan waktu kunjungan masih mempertimbangkan berbagai hal, termasuk agenda Jokowi yang cukup padat.
“Sebenarnya ada atau tidak itu malah kami itu harus lanjut terus. Jadi bahasanya itu kita belum tahu kapan Bapak akan hadir di Banten gitu ya, bukan karena spanduk ini gitu ya,” pungkasnya.
Reporter: Rhomi






