Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Minggu, 13 September 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Banten

Pengamat: Inflasi dan Korupsi Hantui Pertumbuhan Ekonomi Banten

Redaksi TU
Redaksi TU
Jumat, 16 Mei 2025 | 18:38 WIB
Direktur Eksekutif Visi Nusantara, Subandi Musbah (Dok. Istimewa)
Direktur Eksekutif Visi Nusantara, Subandi Musbah (Dok. Istimewa)
SHARE

Tangerangupdate.com – Direktur Eksekutif Visi Nusantara, Subandi Musbah, menilai bahwa pertumbuhan ekonomi di Banten perlu direspons secara positif dengan segera menerapkan langkah-langkah fundamental serta perbaikan di lingkungan pemerintahan provinsi. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi yang ada masih dibayangi oleh tingginya angka inflasi.

Maka dari itu, Gubernur Banten, Andra Soni, diminta untuk tidak berpuas diri atas pencapaian pertumbuhan ekonomi provinsi Banten yang mencapai 5,19 persen (YoY) pada triwulan I 2025. 

- Advertisement -
Ad imageAd image

Hal ini mengingat tingginya angka inflasi yang masih menghantui provinsi Banten, yaitu sebesar 1,59 persen pada April 2025. Bahkan, Banten pernah tercatat sebagai salah satu provinsi dengan tingkat inflasi tertinggi di Pulau Jawa, dengan skor inflasi mencapai 2,02 pada Maret 2025. 

“Pertumbuhan ekonomi di Banten terjadi berkat dukungan investasi di sektor swasta, khususnya di bidang industri kimia dasar dan baja. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi Andra Soni. Jangan berpuas diri dan terlena; Andra perlu segera melakukan akselerasi dalam merespons pertumbuhan ekonomi Banten di tengah tingginya angka inflasi dan ketidakpastian kondisi ekonomi global,” ucapnya pada Jumat, 16 Mei 2025.

Seharusnya, lanjut dia, Andra Soni tidak kesulitan dalam melakukan pemetaan untuk membangun pertumbuhan ekonomi di Banten sekaligus menekan angka inflasi, karena yang dibutuhkan hanyalah kepiawaian dalam mengorkestrasi para bawahannya. Namun, hingga saat ini, pemerintah provinsi Banten masih menghadapi persoalan kekosongan jabatan Sekretaris Daerah dan 14 Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

BACA JUGA:  Akses Menuju Tiga Sekolah Negeri di Pamulang Ditutup Warga, Protes Sistem PPDB yang Dinilai Diskriminatif

“Padahal, sudah memasuki tiga bulan kepemimpinan Andra Soni – Achmad Dimiyati Natakusumah, kekosongan jabatan Sekda dan 14 Kepala OPD masih terjadi. Ini adalah hal dasar yang seharusnya menjadi skala prioritas untuk diselesaikan. Bagaimana dapat meletakkan hal-hal yang fundamental dalam mengeksekusi kebijakan jika masih ada kekosongan pada jabatan strategis? Kalaupun saat ini diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt), tetap saja tidak banyak membantu, karena mereka memiliki kewenangan yang terbatas,” cetusnya.

Oleh karena itu, dirinya menilai pertumbuhan ekonomi di Banten masih sangat rentan. Sampai saat ini, pemerintah provinsi Banten belum mengambil langkah-langkah fundamental untuk melindungi keberlangsungan dan keberlanjutan kegiatan industri lainnya, terutama industri tekstil, yang merupakan salah satu penopang pertumbuhan ekonomi di Banten.

Padahal, Banten telah ditetapkan sebagai salah satu Wilayah Pengembangan Industri (WPI) dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015 – 2035, yang bertujuan untuk mendorong capaian visi pembangunan industri nasional, yaitu ‘Indonesia Menjadi Negara Industri Tangguh pada Tahun 2035’.

“Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia dan lemahnya daya beli masyarakat, tentu akan berdampak pada daya tahan industri. Hal ini dapat menyebabkan gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban bagi Andra Soni sebagai Gubernur Banten untuk segera meminimalisir risiko terjadinya turbulensi ekonomi di Banten. Andra harus turun tangan segera, jangan berpangku tangan,” cetusnya.

BACA JUGA:  Nalar Pandeglang Kritik Kerja Sama Pembuangan Sampah Tangsel Pandeglang

Upaya memanfaatkan realisasi belanja daerah untuk mengendalikan inflasi juga tidak dapat berjalan maksimal. Meskipun provinsi Banten masuk dalam kategori 10 provinsi dengan realisasi belanja tertinggi, berdasarkan data Kemendagri yang diolah pada 7 Mei 2025, hingga April 2024, dari empat pos belanja daerah Pemprov Banten, serapan paling besar adalah pos belanja operasi, yaitu sebesar Rp1,36 triliun atau 18,81 persen dari total pagu Rp7,28 triliun. Sementara itu, belanja modal yang menyentuh masyarakat masih minim.

Alih-alih berharap belanja tersebut dapat meningkatkan jumlah uang yang beredar, sehingga daya beli masyarakat menguat dan berperan sebagai penggerak bagi tumbuhnya sektor swasta, hal ini terkesan sirna.

Pasalnya, kata dia, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menemukan potensi terjadinya suap, pemerasan, dan gratifikasi dalam pengadaan barang dan jasa, serta perizinan. Salah satu modus yang kerap terjadi adalah kickback, yaitu meminta imbalan dalam bentuk persentase dari nilai pengadaan barang yang diberikan secara diam-diam dengan memanfaatkan jabatannya.

“Potensi-potensi yang disampaikan KPK seharusnya dapat dicegah jika Andra Soni segera melantik Sekda dan 14 Kepala OPD. Karena jika jabatannya hanya diisi oleh pelaksana tugas, maka akan sulit untuk meminta komitmen dan pertanggungjawaban mereka, mengingat mereka hanya pejabat pelaksana pengganti sementara pejabat definitif,” jelasnya.

BACA JUGA:  Akses Menuju Tiga Sekolah Negeri di Pamulang Ditutup Warga, Protes Sistem PPDB yang Dinilai Diskriminatif

Melihat kondisi tersebut, dirinya meragukan apakah Andra Soni dapat memanfaatkan pertumbuhan ekonomi di Banten secara optimal. Persoalan struktur perangkat daerah yang masih banyak diisi oleh jabatan pelaksana tugas membuat roda pemerintahan bergerak lamban. Bahkan, jika terus dipaksakan, akan berpotensi terjadinya maladministrasi karena keterbatasan kewenangan pejabat pelaksana tugas.

“Saya ragu Andra Soni dapat memanfaatkan pertumbuhan ekonomi di Banten untuk kesejahteraan masyarakat Banten jika struktur organisasi Pemprov Banten tidak segera dibenahi. Butuh komitmen yang kuat dari Andra untuk membangun Banten. Jangan sampai tagline Banten Maju, Adil, Merata, dan Tidak Korupsi hanya dianggap oleh masyarakat Banten sebagai jargon belaka,” pungkasnya.

Dengan tantangan yang ada, Subandi Musbah menekankan pentingnya tindakan cepat dan tepat dari pemerintah provinsi untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan menstabilkan inflasi. Ia berharap Andra Soni dapat segera mengambil langkah-langkah strategis untuk memperbaiki situasi ini, sehingga pertumbuhan ekonomi Banten dapat berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. 

“Keberhasilan Andra Soni dalam memimpin Banten tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya beli masyarakat, dan menjaga stabilitas harga. Ini adalah tantangan besar yang harus dihadapi dengan serius,” tutupnya.

TAGGED:Inflasi Banten
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

IMG-20260816-WA0001
IMG-20260816-WA0000
IMG-20260817-WA0000
IMG-20260816-WA0002
IMG-20260816-WA0003
IMG-20260810-WA0002

Terpopuler

Foto: Ilustrasi/istimewa

Bahan Bakar Reaktor Nuklir di Serpong Disebut Habis, Bapeten Soroti Aset INUKI

Rapat Pembahasan Bersama Beberapa Pihak Terkait Pencegahan Kebakaran TPA Cipeucang/ Dok. Tu

Cipeucang Dijaga 24 Jam, Pemkot Tangsel Cegah Kebakaran Lahan

Foto: istimewa

Polisi Amankan 4 Motor Diduga Hendak Balap Liar di Puspemkab Tangerang

Foto: Humas Polresta Tangerang

Persija vs Persib, Polisi Pantau Pergerakan Suporter dan Lokasi Nobar di Tangerang

konpers PMJ soal kasus penganiayaan bambang setiawan pedagang cermin pejompongan / Dok. Ist

Polda Metro Jaya Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Kematian Pedagang Kaca Bambang Setiawan

Gelar aksi solidaritas doa bersama dan bagikan makanan untuk jurnalis yang hilang/Foto: Dok.TU

Pegiat Media Sosial dan Pewarta Tangsel Gelar Aksi Solidaritas Doa Bersama dan Bagikan Makanan Untuk Jurnalis yang Hilang

Berita Terkait

Ilustrasi Speedboat yang hilang kontak membawa jurnalis saat meliput aktivitas Anak Krakatau/ Dok. TU
Banten

Speedboat Bawa 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda saat Liput Gunung Anak Krakatau

Foto:acara program Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan untuk Indonesia (PEKEN) Jasindo di Alun-alun Pandeglang | Dok. Istimewa
Banten

PEKEN Jasindo Gandeng 3.000 Warga Pandeglang Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Banten

Menjaga Tradisi, Menguatkan Kehidupan: Jasindo Hadir untuk 411 Keluarga Masyarakat Baduy

Gedung LPTQ yang terletak di Kecamatan Pamulang/ Foto : Danang
Banten

Dapat Hibah Hingga 11 Milyar LPTQ Puasa Juara MTQ Provinsi Banten Terakhir 2021

Tangkapan Layar Gedung DPRD Kabupaten Lebak / Dok. TU
Banten

Ironi, Tunjangan Rumah dan Transportasi DPRD Lebak Capai Rp21,4 Miliar, Bantuan Perbaikan Rumah Warga Miskin Hanya Rp5,34 Miliar

Atlet judo Kota Tangerang merayakan kemenangan usai memastikan gelar juara umum di POPDA Banten 2026. | Dok. Dispora Kota Tangerang
Banten

Kota Tangerang Dominasi POPDA XII Banten 2026, Emas Tembus 90

Foto: pemantauan harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional | Tangerangupdate.com
Banten

Harga Kebutuhan Pokok di Kabupaten Serang Stabil Pasca Idul Adha 2026, Tomat Naik Tipis

Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah saat di wawancarai oleh Wartawan di Kp3b / Foto : Dok. TU
Banten

Wagub Banten Akui Pembayaran PKB di Luar RKUD, Akademisi: Berpotensi Ilegal

Jangan Lewatkan

Ilustrasi anak sekolah beraktivitas dengan masker / Dok. TU

Imbas Abu Vulkanik, Sekolah di Kabupaten Tangerang Terapkan PJJ Hingga 3 Hari

Senin, 7 September 2026
Foto: Istimewa

Dewi Asmara Dorong Sistem Deteksi Dini TPPO di Bandara Soekarno-Hatta

Jumat, 11 September 2026
konpers PMJ soal kasus penganiayaan bambang setiawan pedagang cermin pejompongan / Dok. Ist

Polda Metro Jaya Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Kematian Pedagang Kaca Bambang Setiawan

Sabtu, 12 September 2026
Foto: terduga pelaku penjual obat keras di Rajeg | Dok. Istimewa

Polisi Tangkap Pemuda Diduga Pengedar Obat Keras Ilegal, 505 Butir Hexymer Disita

Senin, 7 September 2026
Foto: dua pria diduga debt colletor yang dilaporkan cekcok saat hendak menarik paksa sepeda motor di Karawaci | Dok. Istimewa

Cekcok hingga Tarik-menarik Motor, Dua Pria Diduga Debt Collector Ditangkap Polisi

Kamis, 10 September 2026
Rapat Pembahasan Bersama Beberapa Pihak Terkait Pencegahan Kebakaran TPA Cipeucang/ Dok. Tu

Cipeucang Dijaga 24 Jam, Pemkot Tangsel Cegah Kebakaran Lahan

Minggu, 13 September 2026
Foto: Ilustrasi/istimewa

Bahan Bakar Reaktor Nuklir di Serpong Disebut Habis, Bapeten Soroti Aset INUKI

Minggu, 13 September 2026
Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie | Dok. TU

Pemkot Tangsel Pertimbangkan Pembelajaran Tatap Muka Setelah Menurunya Aktivitas Vulkanik Krakatau

Rabu, 9 September 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp