Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Minggu, 18 Oktober 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
BantenKota TangselMetropolitanNasional

Akses Menuju Tiga Sekolah Negeri di Pamulang Ditutup Warga, Protes Sistem PPDB yang Dinilai Diskriminatif

Redaksi TU
Redaksi TU
Senin, 7 Juli 2025 | 06:20 WIB
Sejumlah Warga RW 10 Pamulang Barat Menutup Akses Jalan ke Tiga Sekolah, Buntut Dugaan PPDB yg Diskriminatif - Dok.TU
Sejumlah Warga RW 10 Pamulang Barat Menutup Akses Jalan ke Tiga Sekolah, Buntut Dugaan PPDB yg Diskriminatif - Dok.TU
SHARE

Tangerangupdate.com | Warga RW 10 Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, menutup akses jalan menuju tiga sekolah negeri yang berada di lingkungan mereka. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat lokal.

Penutupan dilakukan sejak Kamis, 4 Juli 2024, dan berdampak langsung pada aktivitas di SMAN 6, SMPN 4, dan SMPN 17 Tangerang Selatan. Ketiga sekolah tersebut berada di jalur akses yang sama di kawasan Pamulang Permai.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Meski blokade ke SMPN 4 sudah dibuka usai pihak sekolah menyepakati sejumlah tuntutan warga, akses menuju SMAN 6 masih tertutup. Warga masih menunggu tindak lanjut dari Dinas Pendidikan Provinsi Banten.

Ketua RW 10, Suhendar Wijaya, menjelaskan bahwa keberadaan sekolah-sekolah tersebut awalnya mendapat dukungan penuh dari warga sekitar. Bahkan, saat proses pembangunan berlangsung, warga ikut membantu secara sukarela.

“Dulu saat sekolah dibangun, kami bantu jaga keamanan, bantu buka jalan untuk alat berat, semua karena ingin anak-cucu kami bisa sekolah dekat rumah,” kata Suhendar.

BACA JUGA:  Restu Gerindra Disebut Jadi Tiket Emas Seleksi Direksi PITS Tangsel

Namun kini, menurutnya, keadilan itu justru terasa menjauh. Banyak anak warga sekitar yang gagal diterima, bahkan meski rumah mereka hanya berjarak beberapa puluh meter dari sekolah. Hal ini memunculkan dugaan adanya praktik tidak transparan dalam proses seleksi.

“Anak kami tinggal di belakang sekolah, tapi tidak lolos. Sedangkan yang dari luar kelurahan bisa masuk. Ini yang bikin kami sakit hati,” ungkapnya.

Warga pun menilai aturan teknis seperti Juknis atau Juklak tidak lagi relevan jika implementasinya menyingkirkan hak masyarakat setempat.

“Kami bukan tidak paham aturan, tapi aturan itu tidak adil. Gembok ini adalah bentuk perlawanan kami yang kecil, agar pemerintah mendengar,” tambah Suhendar pada Sabtu, 5 Juli 2025.

Surat keberatan telah dikirimkan kepada Gubernur Banten. Warga berharap ada kebijakan baru yang bisa mengakomodasi aspirasi lokal, terutama dalam zonasi sekolah negeri.

“Harapan kami sederhana, anak-anak kami bisa bersekolah di tempat terdekat. Logika dan nurani seharusnya jadi dasar kebijakan, bukan sekadar angka dan sistem,” ujarnya menutup pernyataan.

BACA JUGA:  Pemkot Tangsel Gencar Jemput Bola Perangi TBC

Sebelumnya, aksi serupa juga terjadi di kawasan lain. Akses menuju SMAN 3 Tangerang Selatan ditutup warga sejak 3 Juli 2025. Meskipun aparat Satpol PP telah turun ke lokasi, warga tetap menolak membuka portal jalan sebelum ada kejelasan dari pemerintah.

TAGGED:Pamulang barattangerang selatantangsel
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

IMG-20260816-WA0001
IMG-20260816-WA0000
IMG-20260817-WA0000
IMG-20260816-WA0002
IMG-20260816-WA0003
IMG-20260810-WA0002

Terpopuler

Foto: Olah TKP gerai handphone yang dibobol maling di Tigaraksa | Dok. Istimewa

Gerai Handphone di Tigaraksa Dibobol Maling, 41 Handphone dan 3 TV Raib

Foto : Istimewa

Bedolan Pamarayan Kembali Digelar, Bupati Serang Ingatkan Warga Utamakan Keselamatan

Foto: proses pendinginan kebakaran lahan di sekitar TPA Cipeucang | Dok. Tangerangupdate.com

Lahan Ilalang di Sekitar TPA Cipeucang Tangsel Terbakar, Api Padam dalam Sejam

Foto: Pengamat sekaligus Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah | Dok. Pribadi/trubus_r

Kasus Dugaan Pengabaian Laporan Matel Cikupa, Guru Besar Trisakti Minta Propam Usut Polsek

Foto: ilustrasi/freepik

Viral di Media Sosial, Perempuan Mengaku Nyaris Jadi Korban Pelecehan saat Lari di Bundaran Alam Sutera

Dok. Istimewa

Dugaan Praktik Percaloan di UPTD PKB Tangsel Mencuat, Oknum Ngaku Bisa Pangkas Antrean

Berita Terkait

Kepolisian mensterilkan area bangunan terdampak serta menerjunkan unit teknisi bom guna melakukan olah TKP dan mengusut penyebab pasti ledakan yang menewaskan dua orang di Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (14/10/2026) malam. | Dok. Tangerangupdate
Kota Tangsel

Dua Tewas Usai Ledakan Guncang Pasar Cimanggis

Proyek Pedestarian di Jalan Serpong Raya Milik Pemprov Banten makan Korban / Dok. TU
Kota Tangsel

Proyek Pedestarian Milik Pemprov Banten di Serpong Makan Korban

Ilustrasi Kebakaran Hutan Dibuat dengan kecerdasan buatan / Dok. TU
Nasional

Karhutla Meluas, Prabowo Belum Tetapkan Bencana Nasional: 692 Hektare Terbakar per Hari

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa. | Dok. Tangerangupdate
Olahraga

Agun Gunandjar Desak BRAN dan Kementerian ATR/BPN Berbagi Peran

Kabel menjuntai di Jalan Purnawarman terletak di Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Tangsel / Dok. TU
Kota Tangsel

Omong Kosong Penataan Kabel Semrawut di Tangsel, Jadi Bahan Pencitraan Belaka

Tangkapan layar Kemacetan di Ciputat pada saat jam sibuk / Dok. Tu
Kota Tangsel

Viral di Threads, Warga Buka Jasa Foto Kondisi Jalan dan Kemacetan di Ciputat Rp100 Ribu per Foto, Begini Kata Pengamat

Tangkapan layar kondisi galian di Bintaro yang diduga sudah dua Minggu terbengkalai / Dok. TU
Kota Tangsel

Proyek Galian di Bintaro Dikeluhkan Warga, Dua Pekan Diduga Tak Ada Perkembangan

Foto: Ilustrasi/Freepik
Kota Tangsel

3 Pelajar Bersenjata Penyebab 2 Pelajar Tewas di Serpong Utara Ditangkap

Jangan Lewatkan

Proyek Pedestarian di Jalan Serpong Raya Milik Pemprov Banten makan Korban / Dok. TU

Proyek Pedestarian Milik Pemprov Banten di Serpong Makan Korban

Selasa, 13 Oktober 2026
Ilustrasi Kebakaran Hutan Dibuat dengan kecerdasan buatan / Dok. TU

Karhutla Meluas, Prabowo Belum Tetapkan Bencana Nasional: 692 Hektare Terbakar per Hari

Selasa, 13 Oktober 2026
Foto: Mapolsek Cikuoa | Dok. Tangerangupdate.com

Terungkap, Korban Matel yang Diduga Dilepas Polsek Cikupa Ngaku Dicuekin saat Mau Lapor

Senin, 12 Oktober 2026
Dok. Istimewa

Dugaan Praktik Percaloan di UPTD PKB Tangsel Mencuat, Oknum Ngaku Bisa Pangkas Antrean

Jumat, 16 Oktober 2026
Foto: Mapolsek Cikupa | Dok. Istimewa

Polsek Cikupa Diduga Kerahkan Buzzer Tutup Kasus Dugaan Cuekin Laporan Korban Matel

Selasa, 13 Oktober 2026
Foto: ilustrasi/freepik

Viral di Media Sosial, Perempuan Mengaku Nyaris Jadi Korban Pelecehan saat Lari di Bundaran Alam Sutera

Jumat, 16 Oktober 2026
Sekertaris GP Ansor Tangsel saat Media Ghatering Ansor Fest / Dok. TU

GP Ansor Tangsel Gelar Ansor Fest 2026, Hadirkan Ruang Kreativitas Anak Muda

Kamis, 15 Oktober 2026
Foto: terduga matel saat ditangkap oleh anggota Polresta Tangerang | Dok. Istimewa

Sudah Ditangkap, Polisi Diduga Lepas Matel yang Tarik Motor Warga di Cikupa

Senin, 12 Oktober 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp