Tangerangupdate.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang Selatan terus melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan akurasi data kependudukan sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kepala Disdukcapil Kota Tangerang Selatan, Cahyadi, mengatakan pihaknya secara rutin melakukan cleansing atau pembersihan data kependudukan melalui sejumlah upaya di lapangan.
“Dalam proses cleansing data, kami melakukan jemput bola dengan mendatangi berbagai titik sasaran pelayanan bekerja sama dengan kecamatan, kelurahan, hingga RT dan RW,” katanya dikutip, Rabu (24/06).
Selain itu, Disdukcapil juga melakukan koordinasi dan rekonsiliasi data dengan sejumlah instansi terkait, seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta Komisi Pemilihan Umum (KPU). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kesesuaian dan validitas data kependudukan yang dimiliki masing-masing instansi.
Tak hanya itu, sosialisasi kepada masyarakat juga terus digencarkan agar warga aktif melakukan pembaruan data kependudukan apabila terjadi perubahan status maupun data pribadi.
Menurut Cahyadi, integrasi data dan sistem antarinstansi menjadi kebutuhan penting untuk mempermudah proses rekonsiliasi data. Namun, implementasinya harus memenuhi sejumlah persyaratan dan standar yang telah ditetapkan.
“Integrasi data dan sistem memang sangat diperlukan untuk mempermudah rekonsiliasi data. Namun demikian, ada beberapa persyaratan terkait standar yang harus dipenuhi agar proses integrasi berjalan optimal,” ujarnya.
Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan, Disdukcapil Tangsel juga menyiapkan sejumlah strategi.
Salah satunya melalui digitalisasi layanan dengan pengajuan dokumen secara daring melalui Implementasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) maupun berbagai inovasi layanan kependudukan lainnya.
Selain itu, pelayanan inklusif juga terus diperkuat melalui penyediaan loket prioritas bagi lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya.
Disdukcapil juga menghadirkan layanan jemput bola ke desa, sekolah, rumah sakit, panti sosial, hingga rumah warga yang mengalami keterbatasan mobilitas.
“Kami juga membuka peluang pelayanan pada akhir pekan maupun di luar jam kerja pada waktu-waktu tertentu untuk menjangkau masyarakat yang kesulitan mengakses layanan pada hari kerja,” jelasnya.
Di sisi internal, peningkatan kompetensi sumber daya manusia dilakukan melalui pelatihan pelayanan prima (service excellence), penguatan etika pelayanan, komunikasi internal, serta evaluasi kinerja secara berkala.
Diakhir Cahyadi juga mendorong kolaborasi dengan pihak swasta guna memperluas cakupan kepemilikan dokumen kependudukan melalui berbagai inovasi dan kemudahan dalam proses pengajuan dokumen.
Sementara itu, aspek pengawasan dan evaluasi juga menjadi perhatian utama, mulai dari penanganan pengaduan masyarakat secara cepat dan solutif, monitoring standar pelayanan, evaluasi berdasarkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), hingga audit kualitas data kependudukan.
“Edukasi kepada masyarakat terus kami lakukan melalui media sosial maupun website resmi. Informasi terkait jenis layanan, persyaratan, dan alur pelayanan juga kami publikasikan secara terbuka agar mudah diakses masyarakat,” pungkasnya.
