Tangerangupdate.com – Pengawasan perlakuan istimewa warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kian memuncak.
Komisi XIII DPR RI menggelar inspeksi mendadak (sidak) guna memverifikasi langsung temuan Ombudsman RI terkait 13 unit bangunan menyerupai rumah mewah di kompleks lapas tersebut, Rabu (30/9/2026).
“Kita hari ini berada di Lapas Cibinong Kelas IIA dalam kaitan tindak lanjut hasil rapat Komisi XIII bersama Dirjen Pemasyarakatan terkait viralnya video yang dipublis oleh Ombudsman,” ujar Anggota Komisi XIII DPR RI Tonny Tesar di lokasi.
Hasil verifikasi fisik Senayan mengonfirmasi kebenaran rekaman video pengawasan tersebut. Dari 13 unit bangunan yang diperiksa, sebanyak 10 unit dipastikan tidak didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta tidak terdata sebagai Barang Milik Negara (BMN).
“Jadi, 10 bangunan ini tidak dibangun dengan APBN. Artinya, bukan barang milik negara,” singkap Legislator Senayan itu.
Selain memicu ketimpangan status aset, interior bangunan tersebut kedapatan dijejali perabot mewah, pendingin ruangan (AC), sofa kelas premium, hingga persediaan minuman beralkohol di dalam kulkas. Bangunan tersebut berdiri melanggar aturan tata ruang pertanahan di area bantaran sungai.
“Kalau ditemukan bahwa ada aset atau bangunan yang bukan milik negara dan bukan dibangun dengan APBN, maka itu harus dibongkar. Jangan sampai disalahgunakan,” seru Tonny.
Atas rentetan temuan pelanggaran tersebut, Komisi XIII DPR RI meminta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan bergerak cepat melakukan eksekusi perataan bangunan di lapangan.
“Kita dari Komisi XIII dengan tegas menunggu, hari ini juga harus dibongkar fasilitas gedung-gedung ini,” desaknya.
Pihaknya menuntut penyetaraan seluruh fasilitas pelayanan bagi narapidana tanpa terkecuali guna menghapus kesan diskriminasi di balik jeruji besi.
“Jangan sampai menjadi preseden kemudian hari orang menganggap bahwa ini tidak menyelesaikan masalah. Semua perlakuan warga binaan ini harus diberikan dan dilakukan dengan sama, tidak ada keistimewaan dengan fasilitas yang ada ini,” pungkas Tonny.***






