Tangerangupdate.com – Ratusan warga Kampung Cengkok, Desa Sentul, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, menggelar aksi protes dan longmarch menuntut evaluasi operasional hingga penutupan dan relokasi PT Sukses Logam Indonesia (PT SLI).
Warga menilai aktivitas pabrik pengolahan bahan baku tersebut menimbulkan gangguan lingkungan yang berdampak pada kesehatan dan aktivitas masyarakat di sekitar permukiman.
Ketua Aliansi Warga Cengkok, Ilham Roza, mengatakan keluhan warga muncul berdasarkan pemantauan selama masa uji coba produksi PT SLI pada 3-9 September 2026.
Menurut Ilham, warga mencium bau kimia menyengat, merasakan debu halus, serta terganggu oleh kebisingan yang diduga berasal dari aktivitas pabrik.
“Dampak polusi memicu keluhan kesehatan warga seperti mual, pusing, dan sakit tenggorokan. Bahkan, sejumlah lansia terpaksa bergantung pada bantuan selang oksigen portabel,” kata Ilham Senin 28 September 2026.
Warga juga menyebut kondisi tersebut berdampak pada aktivitas masyarakat. Kegiatan pengajian anak-anak dan Taman Baca Masyarakat (TBM) pada sore hari disebut terhenti akibat kondisi lingkungan yang dikeluhkan warga.
Ilham juga mempersoalkan operasional pabrik yang menurut warga masih berlangsung setelah masa uji coba berakhir.
Ia menyebut, berdasarkan informasi dari petugas Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), operasional pabrik seharusnya dihentikan setelah alat pemantau dicabut. Namun, warga mengaku masih merasakan bau menyengat dan kebisingan dari aktivitas pabrik.
Selain persoalan lingkungan, Ilham menyoroti sikap manajemen PT SLI. Ia menilai perusahaan seharusnya memprioritaskan evaluasi dan perbaikan instalasi pengolahan limbah serta pengendalian emisi.
Menurut dia, warga juga mempersoalkan dugaan mobilisasi pegawai perusahaan yang dinilai berpotensi memicu ketegangan dengan masyarakat sekitar.
Dalam aksinya, warga membentangkan spanduk dan poster yang ditujukan kepada sejumlah pejabat dan tokoh nasional, termasuk Presiden Prabowo Subianto serta Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra.
Warga meminta pemerintah turun langsung untuk melihat kondisi yang mereka keluhkan dan melakukan pemeriksaan terhadap aktivitas PT SLI.
Melalui aksi tersebut, Aliansi Warga Cengkok meminta KLH dan Pemerintah Kabupaten Tangerang mengevaluasi izin serta aktivitas operasional PT SLI.
Warga juga mendesak pemerintah mengambil tindakan sesuai hasil pemeriksaan. Jika ditemukan pelanggaran lingkungan atau dampak yang tidak dapat ditanggulangi, mereka meminta operasional pabrik dihentikan dan direlokasi jauh dari permukiman.
Reporter: Rhomi






