Tangerangupdate.com – Sejumlah warga di wilayah Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), mengeluhkan asap yang diduga berasal dari aktivitas usaha pengolahan dendeng yang berada tidak jauh dari permukiman mereka.
Warga menyebut asap yang muncul dari aktivitas usaha tersebut mengganggu kenyamanan dan kualitas udara di lingkungan tempat tinggal. Kondisi itu juga dinilai berdampak pada aktivitas warga, terutama mereka yang rumahnya berada di sekitar lokasi usaha.
Salah seorang warga mengaku kondisi tersebut membuat keluarganya tidak nyaman berada di dalam rumah. Bahkan, anak-anaknya disebut harus berada di luar rumah saat pagi hari ketika asap muncul.
“Sudah sesak kami di dalam rumah. Anak-anak setiap pagi harus diungsikan kalau tidak sekolah,” ungkap warga, Sabtu 5 September 2026.
Warga juga menyebut sejumlah orang mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan paparan asap, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Namun, keluhan tersebut masih berdasarkan keterangan warga dan belum terdapat keterangan medis yang memastikan hubungan antara gangguan kesehatan tersebut dengan asap dari aktivitas usaha.
Atas kondisi tersebut, warga mengaku telah menyampaikan laporan kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satpol PP, dan pihak kecamatan.
“DLH, Satpol PP, Camat, semua suruh sabar. Pak Pilar (Wakil Wali Kota Tangsel) juga bilang suruh sabar,” kata warga.
Dalam komunikasi dengan warga, Pilar menyebut laporan tersebut masih dalam proses penanganan.
“Iya kita tunggu prosesnya. Yang pasti aduan ibu sebagai warga ditindaklanjuti sampai tuntas,” ujar Pilar dalam pesan kepada warga.
Pilar juga menjelaskan bahwa proses administrasi dan pemeriksaan masih berjalan sebelum tindakan lebih lanjut dilakukan.
“Semoga segera ada tindakan setelah proses administrasi lidik selesai. Karena se-Tangsel ada beberapa kasus yang sedang ditangani juga, termasuk lokasi ini,” tulis Pilar.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk memastikan sumber dan dampak asap tersebut, sekaligus mencari solusi agar aktivitas usaha tetap berjalan tanpa mengganggu kenyamanan masyarakat di sekitar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak usaha pengolahan dendeng terkait keluhan warga tersebut.






