Tangerangupdate.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan mengungkapkan anggaran operasional bahan bakar minyak (BBM) untuk layanan bus sekolah pada tahun anggaran 2026 terancam tidak mencukupi hingga akhir tahun. Kondisi ini dipicu lonjakan harga BBM yang signifikan.
Kepala Dishub Tangsel, Ayep Jajat Sudrajat, mengatakan perhitungan kebutuhan anggaran telah dilakukan secara rinci.
Hasilnya, alokasi yang tertuang dalam APBD 2026 dipastikan tidak mampu menutup biaya operasional sampai Desember.
“Anggaran yang sudah kita alokasikan di 2026 itu kurang. Kalau dihitung, hanya cukup sampai bulan Agustus” ujar Ayep.
Ia menjelaskan, kenaikan harga BBM yang mendekati 85 persen berdampak langsung pada pembengkakan biaya operasional armada.
Saat ini, Dishub Tangsel mengoperasikan lima unit bus sekolah dan sembilan unit kendaraan penunjang lainnya, termasuk mobil skylift untuk pelayanan penerangan jalan umum (PJU).
Dengan kondisi tersebut, Dishub memperkirakan akan terjadi kekurangan anggaran hingga ratusan juta rupiah untuk menutup kebutuhan operasional sampai akhir tahun.
“Perkiraan kekurangan untuk sampai Desember kurang lebih sekitar Rp700 juta,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi gangguan layanan, Dishub Tangsel tengah menyiapkan langkah penyesuaian anggaran.
Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah melakukan pergeseran dari pos anggaran lain agar operasional bus sekolah tetap berjalan.
“Solusinya kita geser dari anggaran yang ada, agar pelayanan tetap berjalan sampai Desember,” tambah Ayep.
Dishub memastikan layanan bus sekolah tetap menjadi prioritas karena menyangkut mobilitas pelajar di Kota Tangerang Selatan.
Namun, penyesuaian anggaran akan dilakukan dengan tetap memperhatikan aturan pengelolaan keuangan daerah yang berlaku.
Reporter: Itsma Imdadul
