Tangerangupdate.com – Pemerintah Kabupaten Tangerang resmi memberlakukan status tanggap darurat bencana banjir setelah genangan air meluas dan berdampak pada puluhan ribu warga.
Penetapan status tersebut dilakukan setelah BPBD Kabupaten Tangerang melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kondisi banjir yang terjadi sejak 11 Januari 2026. Hingga Rabu, 14 Januari 2026, banjir tercatat melanda 24 kecamatan di wilayah Kabupaten Tangerang.
“Sejak tanggal 11 Januari 2026 sampai sekarang ini kan ternyata mulai terjadi banjir. Sudah terbukti yang biasanya wilayah itu hanya 20 centimeter ketinggian airnya, sekarang sudah ada perkembangan naik dan meluas,” jelas Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, kepada wartawan, Rabu 15 Januari 2026.
Akibat bencana tersebut, sekitar 10 ribu kepala keluarga terdampak, dengan total jumlah warga mencapai kurang lebih 50 ribu jiwa.
Ketinggian air di lokasi terdampak bervariasi, mulai dari 60 sentimeter hingga 80 sentimeter, bahkan di beberapa titik dilaporkan mencapai dua meter.
Untuk menangani kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah mengambil sejumlah langkah darurat.
Koordinasi lintas instansi dilakukan guna mempercepat penanganan, termasuk rencana pembangunan dan penambahan pompa air, normalisasi saluran, serta pengaturan pintu air.
“Khususnya di wilayah Kosambi dan wilayah-wilayah yang lain relatif hampir mirip. Contoh wilayah Kosambi kemungkinan akan ada dibangun saluran air atau juga normalisasi ditambah rumah-rumah mesin pompa,” jelasnya.
Meski demikian, Taufik menyampaikan bahwa genangan di beberapa wilayah mulai menunjukkan penurunan. Namun, kawasan permukiman yang berada di sekitar bantaran sungai masih terdampak akibat luapan Sungai Cidurian.
“Yang surut juga banyak juga, berangsur-angsur surut, tapi juga ada yang karena limpahan air Sungai Cidurian gitu, sehingga terdampak ke masyarakat,” tandasnya.

