Tangerangupdate.com – Dugaan intimidasi terhadap seorang pemuda yang mengkritik proyek pembangunan U-Ditch atau drainase di Desa Karet, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, masih berlanjut.
Setelah sebelumnya diduga mendapat ancaman dari Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Karet, kini pemuda bernama Rifal mengaku mendapat tekanan dari Kepala Desa Karet, Mudi.
Ia mengungkap jika desakan tersebut disampaikan Mudi melalui telepon pada Selasa 6 Januari 2026, malam. Menurut Rifal, pada hari yang sama, Mudi juga mengancam akan melaporkan Rifal ke Kejaksaan atas kritik yang ia sampaikan itu.
“Dia (kepala desa) minta saya buat statemen di media kalau itu miss komunikasi,” katanya kepada Tangerangupdate.com, Rabu 7 Januari 2026.
Bahkan, kata Rifal, Kepala Desa sempat menyinggung adanya hubungan keluarga di institusi penegak hukum.
“Katanya bu lurah mau ngasih tau saudaranya yang di kejaksaan tapi masih di tahan sama lurah,” bebernya.
Rifal menegaskan dirinya menolak permintaan tersebut karena merasa tidak bersalah dan justru menjadi pihak yang dirugikan. Ia menilai kritik yang disampaikannya merupakan bentuk kontrol sosial sebagai warga terhadap proyek pembangunan di desanya.
“Terus saya gak mau lah, masa saya yang diintimidasi gua yang bikin statemen dan menyatakan kalau itu miss komunikasi,” terangnya.
Terpisah, Kepala Desa Karet, Mudi, membantah keras tudingan adanya intimidasi atau pemaksaan terhadap Rifal. Ia menyebut tuduhan tersebut tidak benar dan justru memperkeruh suasana.
“Itu ga benar. Sama sekali gak benar. Memperkeruh suasana. Engga (mengancam) lah,” katanya singkat.
Pemuda Desa Karet, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, menyoroti kondisi pembangunan drainase menggunakan U-Ditch yang dilaporkan mengalami amblas saat dilintasi kendaraan.
Perwakilan Pemuda Desa Karet, Rifal, mengatakan amblasnya saluran drainase terjadi ketika dilalui sebuah mobil. Ia menduga terdapat ketidaksesuaian antara spesifikasi teknis yang direncanakan dengan material maupun metode pengerjaan di lapangan.
“Pembangunan drainase menggunakan U-Ditch di Desa Karet, Kecamatan Sepatan, patut dipertanyakan secara serius setelah saluran yang baru dibangun justru mengalami amblas,” katanya kepada Tangerangupdate.com, Minggu 4 Januari 2026.
Menurut Rifal, drainase tersebut berada di jalur aktif yang setiap hari dilalui kendaraan, sehingga berhubungan langsung dengan keselamatan masyarakat.
Ia menilai kerusakan pada infrastruktur yang baru selesai dibangun merupakan sinyal kuat perlunya audit serius.
