Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Selasa, 8 September 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Kota Tangsel

Kompensasi Cuma Rp250 Ribu Pertahun, Warga Dekat TPA Cipeucang Keluhkan Krisis Air dan Bau Sampah

Redaksi TU
Redaksi TU
Rabu, 29 Oktober 2025 | 16:03 WIB
Warga sekitar TPA Cipeucang keluhkan kompensasi hanya Rp250 ribu pertahun, tak sebanding dengan biaya beli air bersih akibat sumur tercemar limbah sampah | Dok. Tangerangupdate.com
Warga sekitar TPA Cipeucang keluhkan kompensasi hanya Rp250 ribu pertahun, tak sebanding dengan biaya beli air bersih akibat sumur tercemar limbah sampah | Dok. Tangerangupdate.com
SHARE

Tangerangupdate.com – Warga yang tinggal di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, tepatnya di RT 05/04, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mengaku kesulitan mendapatkan air bersih.

Sumber air tanah yang menjadi tumpuan warga kini tercemar parah oleh limbah sampah dari TPA Cipeucang, yang diketahui sudah melebihi kapasitas daya tampungnya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Penderitaan mereka semakin lengkap dengan kompensasi yang dinilai tidak adil dan terlalu kecil, padahal jarak rumah mereka sangat dekat dengan lokasi tumpukan sampah.

Seorang warga, Agus, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kompensasi yang diberikan Pemerintah Kota Tangsel itu. Menurutnya, besaran kompensasi tidak sesuai dengan dampak buruk yang mereka rasakan sehari-hari.

“Kompensasi dari mana. Saya minta air minum saja ga dikasih. Setahun Rp250 ribu, satu KK. Baru tahun 2024, satu tahun Rp250 ribu,” ungkapnya kepada kantor berita Tangerangupdate.com, Rabu 29 Oktober 2025.

Agus menyoroti kebijakan besaran kompensasi yang disamaratakan bagi semua Kepala Keluarga (KK), baik yang rumahnya sangat dekat dengan TPA maupun yang berada lebih jauh.

BACA JUGA:  Pengembang Graha Raya Diduga Tutup Akses Jalan Warga dengan Tembok

Bagi warga yang terdampak langsung, angka Rp250 ribu per tahun dinilai sangat tidak memadai untuk mengatasi biaya harian akibat pencemaran. “Yang jauh, yang dekat, sama. Saya keberatannya yang dekat dikasih sama, sama yang jauh,” tambahnya.

Sebelum TPA berdampak parah, warga di wilayah tersebut sepenuhnya mengandalkan air sumur untuk mandi, masak, dan kebutuhan harian lainnya. Kondisi pencemaran ini juga disinyalir memicu masalah kesehatan.

Namun kini, Agus bersama keluarganya dan tetangga lainnya, terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air guna memenuhi kebutuhan minum dan memasak sehari-hari.

“Beli air, buat minum, masak. Sumur saya juga sudah tidak bisa dipakai airnya. Mandi kadang-kadang minta ke tetangga. Kalau air pam bau. Sebelum tercemar, mandi, masak pakai air sumur, semua di sini,” jelasnya.

​Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan serius. Sebagai warga yang menjadi korban langsung pencemaran, ia meminta agar pengelolaan sampah di TPA Cipeucang segera dibenahi dan dirapikan sehingga tidak lagi merugikan warga sekitar.

BACA JUGA:  Reklame Melintang Menjamur Dekat Kantor Wali Kota Tangsel, Pemainnya Orang Dalam?

“Harapan saya sampahnya dirapikan, dibenahi, jangan sampai merugikan warga. Penyakit gatal sudah sering, sesak malah. Kita rakyat kecil istilahnya begitu,” tandasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Tangsel berencana membangun proyek PSEL. Proyek senilai Rp1,69 triliun ini diproyeksiakan akan mengolah 1000 ton sampah baru dan 100 ton sampah eksisting per hari di TPA Cipeucang.

Meski telah melakukan lelang dan mendapatkan pemenang tender untuk proyek tersebut. Proyek yang digadang-gadang akan mengurangi kapasitas sampah di Tangsel ini dibatalkan.

Pembatalan PSEL Tangsel tertuang Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan, sesuai Perpres tersebut, pengelolaan sampah di wilayah Tangerang akan dipusatkan di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang.

TPA tersebut nantinya akan dikelola bersama tiga daerah yakni Kota Tangsel, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang. “Perintah Perpres jelas, segala kegiatan yang belum dibangun dari Perpres Nomor 35 Tahun 2019 itu diakhiri,” kata Hanif saat meninjau TPA Jatiwaringin, Jumat 24 Oktober 2025.

BACA JUGA:  Hujan Angin Selasa Siang di Tangsel Tumbangkan Pohon dan Menimpa Beberapa Mobil

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Tangsel, Yusuf Sachiro, menegaskan akan mengawal agar pembatalan proyek ini tidak berdampak negatif terhadap pelayanan publik.

“Kami akan mengkaji apakah ada konsekuensi hukum atau keuangan dari pembatalan ini. Yang penting, masyarakat Tangsel jangan sampai dirugikan dalam hal kebersihan, gangguan lingkungan, maupun biaya pengelolaan,” kata Yusuf Sachiro.

Selain itu, Yusuf juga menyoroti agar lahan dan infrastruktur yang sudah disiapkan untuk proyek PSEL, seperti di TPA Cipeucang, tidak dibiarkan mangkrak.

Ia mendorong Pemkot Tangsel menyiapkan alternatif solusi pengelolaan sampah jangka pendek maupun jangka menengah, termasuk kerja sama lintas daerah seperti dengan Kabupaten Bogor.

“Dengan batalnya proyek PSEL, lahan dan kesiapan awal yang sudah ada harus segera difungsikan untuk tujuan strategis lainnya, supaya tidak menjadi beban administratif atau pengelolaan,” tegasnya.

Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

IMG-20260816-WA0001
IMG-20260816-WA0000
IMG-20260817-WA0000
IMG-20260816-WA0002
IMG-20260816-WA0003
IMG-20260810-WA0002

Terpopuler

Lokasi pembangunan SMPN 25 Tangsel di Perumahan Bukit Nusa Indah / Dok.Tu

Polemik Pembangunan SMPN 25 Tangsel Ditengah Kebutuhan Sekolah dan Penolakan Warga

Foto: imbauan penggunaan masker di apotek kawasan Tigaraksa | Dok. Tangerangupdate.com

Stok Masker di Tigaraksa Mulai Menipis Imbas Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau

Foto: Ilustrasi/istimewa

Dugaan Foto Guru Diam-diam, Oknum PPPK Tangsel Disebut Adik Pimpinan DPRD

Foto: terduga pelaku penjual obat keras di Rajeg | Dok. Istimewa

Polisi Tangkap Pemuda Diduga Pengedar Obat Keras Ilegal, 505 Butir Hexymer Disita

Ilustrasi anak sekolah sedang melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dampak Debu Vulkanik Krakatau / Dok. TU

Dikbud Tangsel Balik Arah, Sekolah Beralih ke PJJ Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

Ilustrasi anak sekolah beraktivitas dengan masker / Dok. TU

Imbas Abu Vulkanik, Sekolah di Kabupaten Tangerang Terapkan PJJ Hingga 3 Hari

Berita Terkait

Ilustrasi anak sekolah beraktivitas dengan masker / Dok. TU
Kota Tangsel

Sekolah di Tangsel Tetap Tatap Muka, Dikbud : Tingkat Kualitas Udara Masih Dapat Diterima

Ilustrasi Pengunaan Masker N95 / Dok. TU
Kota Tangsel

Waspada Abu Vulkanik, Dinkes Tangsel Keluarkan Imbauan Bagi Masyarakat

Warga yang menemukan Mobilnya penuh abu Vulkanik Gunung anak Krakatau/ Dok. TU
Kota Tangsel

BMKG Deteksi Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Mencakup Banten-Jakarta

Warga Pamulang tunjukan debu yang menempel di Kendaraan depan rumahnya / Foto : Dok. TU
Kota Tangsel

Abu Vulkanik Anak Krakatau Terpantau di Tangsel, Warga Pondok Aren hingga BSD Melapor

Ilustrasi Asap Industri/ Sumber : peng3
Kota Tangsel

Nasib Warga Ciputat: Kena Ispa Dampak Asap Usaha Dendeng, Ngadu ke Pemkot Malah Disuruh Sabar

Foto: Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan | Istimewa
Kota Tangsel

Pendidikan dan Kesehatan Dapat Tambahan, APBD Perubahan Tangsel Capai Rp5,2 Triliun

Ilustrasi Kualitas Udara/ Foto: Istimewa
Kota Tangsel

Prakiraan Cuaca Tangsel Sore Ini, Sabtu 29 Agustus 2026: Cerah hingga Cerah Berawan

Tampak Wakil Walikota (Wawali) Tangerang Selatan (Tangsel), Pilar Saga Ichsan ikut memusnahkan Barang Kena Cukai (BKC) ilegal di Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Banten, Serpong Utara, Tangsel, Jumat (21/8/2026). | Dok. Tangerangupdate
Kota Tangsel

Lindungi Iklim Investasi di Banten, Wawali Tangsel Dorong Penindakan Cukai Ilegal

Jangan Lewatkan

Ilustrasi Asap Industri/ Sumber : peng3

Nasib Warga Ciputat: Kena Ispa Dampak Asap Usaha Dendeng, Ngadu ke Pemkot Malah Disuruh Sabar

Sabtu, 5 September 2026
Foto: Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan | Istimewa

Pendidikan dan Kesehatan Dapat Tambahan, APBD Perubahan Tangsel Capai Rp5,2 Triliun

Kamis, 3 September 2026
Ilustrasi anak sekolah sedang melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dampak Debu Vulkanik Krakatau / Dok. TU

Dikbud Tangsel Balik Arah, Sekolah Beralih ke PJJ Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

Senin, 7 September 2026
Ilustrasi anak sekolah beraktivitas dengan masker / Dok. TU

Sekolah di Tangsel Tetap Tatap Muka, Dikbud : Tingkat Kualitas Udara Masih Dapat Diterima

Minggu, 6 September 2026
Foto: imbauan penggunaan masker di apotek kawasan Tigaraksa | Dok. Tangerangupdate.com

Stok Masker di Tigaraksa Mulai Menipis Imbas Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau

Senin, 7 September 2026
Foto: istimewa

Ngaku Polisi, Enam Pria Diduga Peras Penjaga Warung di Dadap Kosambi

Rabu, 2 September 2026
Foto: suasana lorong lantai dua Pasar Gudang Tigaraksa | Dok. Tangerangupdate.com

Lantai Dua Pasar Gudang Tigaraksa Kian Sunyi, Pedagang Bertahan Menunggu Pembeli

Rabu, 2 September 2026
Foto bersama pasca pelantikan empat PPAT di Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang | Dok. Istimewa

Empat PPAT Resmi Dilantik Kepala Kantah Kabupaten Tangerang

Kamis, 3 September 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp