Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Sabtu, 12 September 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Kota Tangsel

Kritik Keras di HUT Tangsel Ke-17: Klaim Pembangunan Versus Realitas Warga

Redaksi TU
Redaksi TU
Rabu, 26 November 2025 | 20:39 WIB
Alwi Asparin, S.T | Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ciputat | Dok. Pribadi
Alwi Asparin, S.T | Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ciputat | Dok. Pribadi
SHARE

Tangerangupdate.com – Perayaan hari ulang tahun Kota Tangerang Selatan (HUT Tangsel) ke-17 seharusnya menjadi penanda kedewasaan, bukan lagi usia remaja yang rapuh. Namun, di tengah gemerlap perayaan dan klaim pencapaian, realitas di lapangan membisikkan narasi yang berbeda: Tangsel masih menjadi kota yang rentan, tidak adil, dan terus dibayangi krisis infrastruktur dasar serta lingkungan hidup.

​Kritik ini bukan tanpa dasar. Data dan fakta aktual menunjukkan kesenjangan antara “pembangunan di atas kertas” dengan pengalaman hidup sehari-hari warga.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Jika ukuran kemajuan sebuah kota adalah seberapa aman warganya dari bencana, Tangsel telah gagal. Bencana banjir, yang seharusnya bisa diminimalisir oleh tata kelola kota yang baik, justru menjadi agenda rutin tahunan.

​Pada awal Maret 2025, curah hujan tinggi menenggelamkan 11 titik vital di Tangsel, dengan tinggi muka air mencapai 20 cm hingga 120 cm. Kawasan seperti Perumahan Pondok Maharta (Pondok Aren) dan Taman Mangu menjadi langganan. Dampaknya, 2.010 keluarga terdampak dan akses konektivitas utama, seperti Jalan Raya Ceger, sempat terputus.

Puncaknya, di Juli 2025, laporan menunjukkan setidaknya 22 titik genangan dan lebih dari 1.530 keluarga terdampak, dengan satu titik di Pondok Maharta dilaporkan belum surut dalam waktu lama.

BACA JUGA:  Pilar Saga Ichsan Soroti Kualitas Material Rumah Program Bedah Rumah Tangsel

Ironisnya, banjir ini bukan semata musibah alam, melainkan kegagalan perencanaan tata ruang. Drainase, saluran air, dan normalisasi sungai terabaikan di tengah masifnya izin pembangunan perumahan dan komersial yang menggerus daya serap air. Pembangunan dengan pendekatan top-down yang mengutamakan investor, bukan infrastruktur dasar, telah mengubah hujan menjadi bencana.

Masalah akut lainnya adalah krisis ruang terbuka hijau (RTH). Berdasarkan data sementara (sebelum disahkan), persentase RTH Tangsel dilaporkan hanya berkisar 8,5%. Angka ini jauh di bawah standar kota metropolitan yang seharusnya. Minimnya RTH tidak hanya memperparah banjir, tetapi juga merampas hak warga atas ruang publik, udara segar, dan kualitas hidup yang layak.

Krisis ini berakar pada proses revisi Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2025–2045 yang sedang berjalan. Dokumen ini adalah cetak biru masa depan Tangsel. Jika penyusunannya tidak transparan dan hanya berorientasi pada ekspansi komersial serta perumahan elit, maka ketimpangan akan semakin parah: kawasan pusat dan perumahan mewah mendapatkan fasilitas terbaik, sementara permukiman padat dan pinggiran kota dibiarkan rentan terhadap banjir dan minimnya fasilitas publik.

Selain banjir dan kurang nya ruang terbuka hijau Tangerang Selatan juga darurat tata kelola sampah serta permukiman kumuh yang mesti jadi perhatian pemerintah kota tangerang selatan.

BACA JUGA:  KNPI Serpong Utara Deklarasikan Komitmen Pemuda untuk Tangsel

Sebagaimana ditegaskan oleh Ketua Bidang PPD HMI Ciputat, Alwi Asparin: “Pembangunan jangan hanya diukur dari gedung tinggi dan proyek besar, tapi dari seberapa aman, nyaman, dan adil kota ini untuk seluruh warga. Kota tidak boleh maju hanya dalam data, sementara warga terus dirugikan oleh banjir, krisis ruang publik, dan kemacetan.”

Perayaan HUT ke-17 ini harus dijadikan momentum introspeksi dan transformasi nyata. Kami, mahasiswa dan pemuda Tangsel, menolak menjadi pelengkap seremonial. Kami siap menjadi mitra kritis yang mengawal kota ini.

Pemerintah Kota Tangsel wajib menjawab krisis ini dengan aksi nyata:
1. ​Prioritaskan Infrastruktur Anti-Banjir: Segera alokasikan anggaran dan selesaikan program penataan drainase, normalisasi sungai, dan infrastruktur anti-banjir di kawasan rawan genangan sebelum mengeluarkan izin pengembangan hunian baru.
2. ​Transparansi dan Partisipasi dalam RTRW: Selesaikan dan sahkan Raperda RTRW 2025–2045 dengan melibatkan pemuda, mahasiswa, dan komunitas warga secara substantif sejak awal. RTRW harus pro-lingkungan dan pro-rakyat, bukan pro-investor.
3. Perluas RTH dan Ruang Publik: Penuhi dan lindungi ruang terbuka hijau dan fasilitas umum yang dapat diakses oleh seluruh warga tanpa diskriminasi wilayah.
4. ​Wujudkan Pemerataan Pembangunan: Pastikan pembangunan infrastruktur dan layanan tidak timpang; alokasikan sumber daya ke kawasan pinggiran dan permukiman padat, bukan hanya di area elit.
5. ​Libatkan Pemuda dalam Kebijakan: Bentuk mekanisme formal yang melibatkan masyarakat sipil dalam perencanaan dan evaluasi kebijakan kota, mewujudkan pembangunan yang benar-benar partisipatif.
6.Tata kelola sampah sesuai dengan asas peraturan yang tidak merugikan lingkungan maupun masyarakat.
7.Penataan dan Perbaikan Infrastruktur Dasar
Pemerintah Kota Tangerang Selatan wajib menyediakan akses layak terhadap air bersih, sanitasi, drainase, jalan lingkungan, dan penerangan.
8. Melakukan rehabilitasi lingkungan dengan standar kesehatan dan keselamatan permukiman sesuai amanat UU No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman.

BACA JUGA:  Bang Ben Minta Kasus Dugaan Intimidasi Pemilik Rumah Program Bedah Rumah di Ciputat Tak Didramatisir

Ulang tahun ke-17 Tangsel harus menjadi panggilan untuk aksi dan kolaborasi. Tangsel tidak membutuhkan selebrasi palsu, melainkan transformasi nyata dari kota yang rentan menjadi kota yang berkeadilan, aman, dan bermartabat, tidak hanya di atas kertas, tetapi dalam setiap kehidupan warganya.

Disclaimer: artikel ini adalah kiriman dari pembaca Tangerangupdate.com. Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.

Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

IMG-20260816-WA0001
IMG-20260816-WA0000
IMG-20260817-WA0000
IMG-20260816-WA0002
IMG-20260816-WA0003
IMG-20260810-WA0002

Terpopuler

Foto: penyerahan CSR PIK di Pakuhaji | Dok. Tangerangupdate.com

Bantuan Pendidikan CSR PIK2 Naik 77,8 Persen, 160 Siswa Jadi Penerima

Foto: Istimewa

Dewi Asmara Dorong Sistem Deteksi Dini TPPO di Bandara Soekarno-Hatta

Foto: aktivis Tangerang, Gilang Purnama usai memberikan keterangan laporan atas dugaan kredit fiktif BPR Kerta Raharja Gemilang | Dok. Tangerangupdate.com

Aktivis Tagih Kepastian Kejari Kabupaten Tangerang soal Laporan Dugaan Penyimpangan BPR Kerta Raharja Gemilang

Lokasi Pembangunan SMPN 25 Tangsel Berlanjut/Dok.Tu

Polemik Pembangunan SMPN 25 Tangsel Berlanjut, Spanduk Dukungan Pembangunan Sekolah Bertebaran

Foto: dua pria diduga debt colletor yang dilaporkan cekcok saat hendak menarik paksa sepeda motor di Karawaci | Dok. Istimewa

Cekcok hingga Tarik-menarik Motor, Dua Pria Diduga Debt Collector Ditangkap Polisi

Gunung Sampah di TPA Cipeucang | Dok.TU

Pemkot Tangsel Alokasikan Rp93 Miliar untuk Perluasan Lahan TPA Cipeucang

Berita Terkait

Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie | Dok. TU
Kota Tangsel

Pemkot Tangsel Pertimbangkan Pembelajaran Tatap Muka Setelah Menurunya Aktivitas Vulkanik Krakatau

Foto: kondisi kemacetan di persimpangan Jalan Aria Putra, Serua, Ciputat | Dok. Istimewa
Kota Tangsel

Kemacetan di Pertigaan Jalan Aria Putra Serua Kian Dikeluhkan Warga

Sejumlah Pekerja yang diduga Ilegal di Pembangunan Data Center Milik BSD saat diamankan oleh Jendral imigrasi / Dok. Jendral Imigrasi
Kota Tangsel

55 WNA China Diamankan di Proyek Data Center Milik BSD, Diduga Salahgunakan Izin Tinggal

Lokasi pembangunan SMPN 25 Tangsel di Perumahan Bukit Nusa Indah / Dok.Tu
Kota Tangsel

Polemik Pembangunan SMPN 25 Tangsel Ditengah Kebutuhan Sekolah dan Penolakan Warga

Foto: Ilustrasi/istimewa
Kota Tangsel

Dugaan Foto Guru Diam-diam, Oknum PPPK Tangsel Disebut Adik Pimpinan DPRD

Ilustrasi anak sekolah sedang melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dampak Debu Vulkanik Krakatau / Dok. TU
Kota Tangsel

Dikbud Tangsel Balik Arah, Sekolah Beralih ke PJJ Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

Ilustrasi anak sekolah beraktivitas dengan masker / Dok. TU
Kota Tangsel

Sekolah di Tangsel Tetap Tatap Muka, Dikbud : Tingkat Kualitas Udara Masih Dapat Diterima

Ilustrasi Pengunaan Masker N95 / Dok. TU
Kota Tangsel

Waspada Abu Vulkanik, Dinkes Tangsel Keluarkan Imbauan Bagi Masyarakat

Jangan Lewatkan

Foto: aktivis Tangerang, Gilang Purnama usai memberikan keterangan laporan atas dugaan kredit fiktif BPR Kerta Raharja Gemilang | Dok. Tangerangupdate.com

Aktivis Tagih Kepastian Kejari Kabupaten Tangerang soal Laporan Dugaan Penyimpangan BPR Kerta Raharja Gemilang

Jumat, 11 September 2026
Ilustrasi anak sekolah beraktivitas dengan masker / Dok. TU

Sekolah di Tangsel Tetap Tatap Muka, Dikbud : Tingkat Kualitas Udara Masih Dapat Diterima

Minggu, 6 September 2026
Ketua DPR RI Puan Maharani, dalam Konferensi Pers pasca Sidang Paripurna di Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2026). | Dok. DPR RI

Wacana ‘Merger’ Badan Geologi-BMKG, DPR Minta Kajian Matang

Selasa, 8 September 2026
Ilustrasi anak sekolah sedang melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dampak Debu Vulkanik Krakatau / Dok. TU

Dikbud Tangsel Balik Arah, Sekolah Beralih ke PJJ Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

Senin, 7 September 2026
Lokasi pembangunan SMPN 25 Tangsel di Perumahan Bukit Nusa Indah / Dok.Tu

Polemik Pembangunan SMPN 25 Tangsel Ditengah Kebutuhan Sekolah dan Penolakan Warga

Senin, 7 September 2026
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo usai menghadiri HUT Satpol PP di Taman Ismail Marzuki, Selasa (8/9/2026). | Dok. Antara

Erupsi Krakatau Mereda, Gubernur Pramono Hentikan PJJ Sekolah di Jakarta

Selasa, 8 September 2026
Ilustrasi Speedboat yang hilang kontak membawa jurnalis saat meliput aktivitas Anak Krakatau/ Dok. TU

Speedboat Bawa 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda saat Liput Gunung Anak Krakatau

Selasa, 8 September 2026
Ilustrasi Asap Industri/ Sumber : peng3

Nasib Warga Ciputat: Kena Ispa Dampak Asap Usaha Dendeng, Ngadu ke Pemkot Malah Disuruh Sabar

Sabtu, 5 September 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp