Tangerangupdate.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan tengah mengkaji kelanjutan masa libur sekolah pasca-imbauan dari Pemerintah Provinsi Banten terkait antisipasi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menyatakan bahwa pihak Dinas Pendidikan saat ini sedang menggelar koordinasi bersama Dewan Pendidikan dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) swasta.
“Siang ini, siang ini Dinas Pendidikan dengan Dewan Pendidikan dan MKKS, manajemen kepala sekolah swasta kira-kira begitu, sedang membahas itu, ya. Ada surat imbauan memang dari Provinsi Banten bahwa seyogianya diperpanjang sampai tanggal, tanggal 11, ya. Tapi itu bersifat imbauan,” kata Benyamin di Gedung DPRD Tangsel, Rabu (09/09).
Pemkot Tangsel mendasarkan keputusannya pada indikator kesehatan masyarakat serta kondisi riil sebaran abu vulkanik di wilayahnya.
“Kami melihat sejauh mana sebaran abu vulkanik, kan, yang kedua, sejauh mana nanti Dinas Kesehatan juga ada info ada kenaikan angka ISPA gak. Sampai hari ini sih laporan terakhir tidak ada kenaikan angka ISPA. Jadi, saya terserah nanti Dewan Pendidikan dengan Dinas Pendidikan hari ini rapat nanti akan laporan ke saya,” ujarnya.
Potensi Tatap Muka dengan Protokol Kesehatan
Benyamin mengisyaratkan adanya kemungkinan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka kembali dibuka jika kondisi udara tetap aman.
“Kelihatannya kalau ngelihat dari masukan, cukup hari ini, ya. Kalaupun besok apa belajar tatap muka dengan catatan. Yang pertama, bahwa pakai masker kalau di luar ruangan. Jam istirahat dikurangi deh, anak-anak di luar ruangan ya. Dan sebaiknya cepat pulang, seperti itu mungkin. Ya,” tuturnya.
Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), pergerakan abu erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini belum mengarah ke wilayah Tangerang Selatan.
“Nah, memang terjadi erupsi lagi di Gunung Anak Krakatau, tapi arah anginnya ke arah Barat Daya. Belum pekat ke arah Timur ke daerah sini seperti ini. Jadi, hari ini saya tidak melihat adanya, dan dari ISPU juga apa namanya? Angka kita cukup baik, 65 kalau gak salah,” jelasnya.
Ia menegaskan keputusan akhir tetap menunggu hasil rapat teknis jajaran pendidikan.
“Ada kemungkinan seperti itu, tapi saya serahkan kepada hasil rapat hari ini oleh Dinas Pendidikan dan Dewan Pendidikan,” pungkas Benyamin.
Reporter: Juno






