Tangerangupdate.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Tangerang Selatan memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) di seluruh sekolah tetap berlangsung secara tatap muka (PTM), menyusul dampak sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang tengah menjadi perhatian publik. Kepastian ini disampaikan Dikbud Tangsel melalui akun Instagram resminya, @dikbudtangsel, pada Sabtu (6/9/2026).
Dalam pengumuman tersebut, Dikbud Tangsel menegaskan bahwa kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) belum diberlakukan di wilayahnya. Meski demikian, sejumlah langkah kewaspadaan tetap diinstruksikan kepada seluruh kepala sekolah, guru, orang tua/wali murid, dan siswa demi menjaga kesehatan warga sekolah.
Empat Imbauan Resmi Dikbud Tangsel
Berikut poin-poin imbauan yang disampaikan Dikbud Tangsel kepada satuan pendidikan di Tangerang Selatan:
- Kegiatan belajar tetap tatap muka. PJJ belum diberlakukan sehingga KBM di sekolah tetap berjalan normal secara tatap muka dengan pemantauan ketat dari pihak sekolah.
- Kewajiban menggunakan masker. Seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan diimbau memakai masker diutamakan jenis N95 atau masker medis sejak berangkat, selama berada di lingkungan sekolah, hingga pulang ke rumah.
- Pembatasan aktivitas luar ruangan. Sekolah diminta mengurangi kegiatan di luar kelas, seperti olahraga dan upacara bendera, guna meminimalkan paparan debu dan abu vulkanik.
- Penyediaan sarana kesehatan. Setiap satuan pendidikan diminta memastikan ketersediaan tempat cuci tangan, air bersih, serta obat-obatan dan tetes mata di Unit Kesehatan Sekolah (UKS) masing-masing.
Dikbud Tangsel menyatakan pihaknya terus berkoordinasi secara intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan untuk memantau perkembangan situasi. Jika terjadi perubahan kondisi yang signifikan, kebijakan mengenai PJJ akan segera diinformasikan melalui saluran resmi.
Kualitas Udara Tangsel Masih Berstatus “Sedang”
Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang turut dibagikan Dikbud Tangsel menunjukkan kondisi udara di wilayah Tangerang Selatan–Serpong per Sabtu (6/9/2026) pukul 18.00 WIB berada pada angka 73 untuk parameter PM2.5, yang masuk kategori Sedang.
Berdasarkan data tersebut, tingkat kualitas udara di Tangerang Selatan disebut masih dapat diterima bagi kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, serta belum memasuki kategori tidak sehat. Data ISPU tersebut bersumber dari laman resmi Kementerian Lingkungan Hidup.
Imbauan bagi Orang Tua dan Sekolah
Dengan status kualitas udara yang masih tergolong sedang, Dikbud Tangsel meminta seluruh pemangku kepentingan pendidikan tetap waspada namun tidak perlu panik. Orang tua diimbau memastikan anak-anak mengenakan masker sebelum berangkat sekolah, sementara pihak sekolah diminta terus memantau perkembangan informasi resmi terkait kualitas udara dan aktivitas vulkanik Anak Krakatau.
Masyarakat dapat memantau perkembangan kebijakan lebih lanjut melalui akun Instagram resmi @dikbudtangsel atau situs resmi Dikbud Kota Tangerang Selatan.
Reporter: Admin TU






