Tangerangupdate.com – Pemilik sebuah ruko di kawasan Sorrento Grande, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, mengaku kaget setelah menerima tagihan air PAM sekitar Rp38 juta.
Tagihan tersebut muncul setelah penggunaan air di ruko tercatat mencapai sekitar 2 juta liter dalam satu bulan. Pemilik ruko kemudian mengajukan keberatan karena tidak menemukan tanda-tanda kebocoran air di lokasi.
Dalam keterangannya di media sosial threads @/dok.clau, pemilik ruko menyebut air sempat terdeteksi keluar dari bagian atas meter, namun alirannya tidak diketahui. Ia juga mengaku tidak menemukan rembesan maupun genangan di sekitar ruko.
“Itu bocor, air di atas keluar tapi gak tau ke mana airnya, gak ada rembesan, di saluran pembuangan juga kering (di akhir video saluran pembuangan kering),” tulisnya, dikutip Kamis 8 Oktober 2026.
Kondisi itu membuat pemilik ruko mempertanyakan pencatatan penggunaan air. Menurutnya penggunaan air tercatat mencapai sekitar 2 juta liter.
Pemilik ruko kemudian menghubungi pihak PAM dan pengelola kawasan Paramount untuk meminta pemeriksaan serta penjelasan terkait tagihan tersebut.
“Bisa bocor 2 juta liter dalam sebulan tanpa ketahuan, di saluran pembuangan juga gak tau airnya ke mana,” terangnya.
Menurut keterangan pemilik ruko, pihak PAM menyebut terdapat persoalan pada bagian valve atau komponen meter air. Pihak Paramount kemudian mengganti komponen tersebut.
Setelah komponen diganti, pemakaian air disebut kembali normal. Namun, pemilik ruko masih mempertanyakan tagihan sekitar Rp38 juta yang muncul akibat pencatatan penggunaan air sebelumnya.
Ia mengaku telah mengajukan keberatan atas tagihan tersebut. Hingga kini, menurut pemilik ruko, penyelesaian keberatan masih menunggu tindak lanjut dari pihak pengelola kawasan.
“Sudah ajuin keberatan katanya tunggu dari Paramount, dari Paramount bilang masih di management,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditulis, pihak Paramount belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pencatatan pemakaian air hingga sekitar 2 juta liter serta status tagihan tersebut.
Reporter: Rhomi






