Tangerangupdate.com – Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret seorang dosen diduga dari Universitas Pamulang di Commuter Line atau KRL rute Jakarta–Nambo terus bergulir.
Terbaru, terduga pelaku didampingi kuasa hukumnya melaporkan balik sejumlah pihak yang dianggap menyebarkan tuduhan yang dinilai belum terbukti.
Kuasa hukum terduga pelaku, Dadang Sumarna, menjelaskan laporan tersebut merupakan respons atas viralnya pemberitaan di media sosial yang dinilai telah menghakimi kliennya sebelum ada putusan hukum yang berkekuatan tetap.
“Tentunya ini juga merespon dari viralnya pemberitaan kemudian didasarkan pada belum terbuktinya Klein kami atas perbuatan yang dituduhkan dan terganggunya Klein kami dari pemberitaan yang seolah menghakimi klien kami dengan hanya berdasarkan kepada pengajuan atau pernyataan sebelah pihak,” kata Dadang kepada wartawan, Senin 16 Maret 2026.
Dadang menambahkan, laporan tersebut juga diajukan sebagai bentuk hak jawab atas pemberitaan yang viral di media sosial.
Pihaknya, katanya, melaporkan sejumlah akun media sosial yang diduga menyebarkan narasi yang dinilai menyudutkan.
“Yang klein kami laporan beberapa akun yang membuat viral dengan narasi menghakimi klien kami padahal klien kami masih praduga tidak bersalah,” ungkapnya.
Sementara, terkait adanya pengakuan dari pihak lain yang mengaku sebagai korban, Dadang mengatakan pihaknya tidak memiliki kapasitas untuk menanggapi hal tersebut.
Menurut dia, tim kuasa hukum saat ini hanya fokus pada perkara yang sedang ditangani, yakni kasus yang viral di media sosial tersebut.
“Kalau ada korban lain selain yang sedang viral saat ini itu bukan bagian dari perkara yang kami tangani dan kami baru mengetahui saat WA (WhatsApp) ini,” tandasnya.
Sebelumnya, seorang perempuan mengaku menjadi korban pelecehan seksual oleh penumpang lain di dalam Commuter Line, rute Jakarta – Nambo, Sabtu 14 Maret 2026, malam.
Kasus dugaan pelecehan seksual tersebut dibagian oleh korban dan viral melalui media sosial threads @/asrta.vo. Korban menyebut pelaku diduga merupakan seorang dosen.
“Security Alert (Peringatan Keamanan). (Diduga) dosen cabul Teknik Industri Unpam (Universitas Pamulang) di KRL,” tulis korban dalam unggahan akun media sosial threads, dikutip Minggu 15 Maret 2026.
Dalam unggahannya, korban menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi ketika ia menaiki kereta terakhir menuju Nambo dari Stasiun Tebet sekitar pukul 20.37 WIB.
Saat itu kondisi gerbong disebut sangat padat oleh penumpang. Korban berdiri tidak jauh dari pelaku sambil berbincang dengan temannya yang berada tepat di depannya.
“Posisinya sangat ramai. Saya sedang mengejar kereta terakhir ke arah Nambo dan naik dari stasiun Tebet. Posisi saya tidak jauh dari pelaku, tepatnya saya sedang ngobrol dengan teman saya di depan saya dan masih ada space di depan samping kiri,” terang korban.
Korban menyebut kejadian terjadi ketika kereta melintas di antara Stasiun Universitas Pancasila menuju Stasiun Universitas Indonesia sekitar pukul 21.00 WIB.
Menurut pengakuan korban, pelaku berdiri di dekatnya sambil membawa tas ransel yang digantung di satu bahu. Pria tersebut memegang bagian belakang tasnya dengan tangan kiri.
“Pelaku memegang belakang tas itu sambil meraba (bagian sensitif) saya dan tidak lama kemudian pelaku mengelus (lagi) sebanyak 2 kali,” bebernya.
