Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Senin, 20 Juli 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Nasional

Indonesia Disebut Alami ‘Kiamat’ Tempe, DPR RI Desak Pemerintah Swasembada Kedalai

Rhomi
Minggu, 27 Februari 2022 | 12:46 WIB
SHARE

Tangerangupdate.com (27/02/2022) | Tangerang — Melonjaknya harga tempe yang terjadi akhir-akhir ini, memaksa para pengrajin menghentikan sementara produksi tempe dan tahu lantaran tak sanggup merogoh kocek terlalu dalam untuk membeli bahan baku kedelai.

Sebuah ironi di negeri yang katanya agraris seperti Indonesia, ketergantungan bahan baku kedelai impor telah memupuskan citra tempe sebagai makanan rakyat yang harusnya selalu tersedia di meja makan.

Di Jakarta, harga kedelai yang biasa di jual dengan harga Rp. 6000 – 9000 per kilogram, kini naik menjadi Rp 12.000. Akibatnya tempe dan tahu lenyap di pasaran, kalaupun ada pasti langka.

Parahnya, alih-alih untuk menutupi kebutuhan kedelai nasional, pemerintah Indonesia justru lebih senang mengimpor kedelai dan dianggap sebagai jalan lintas dan satu-satu jalan yang mesti diambil.

Saat ini tercatat ada lima negara utama sebagai pengimpor kedelai untuk Indonesia. Kelima negara tersebut yaitu Amerika Serikat (2,15 juta ton), Kanada (232 ribu ton). Lalu Argentina (89,9 ribu ton), Brasil (9,24 ribu ton), dan Malaysia (5,5 ribu ton).

Angka-angka tersebut adalah data yang dirilis BPS pada 2021. Sementara kenaikan harga kedelai pada minggu pertama Februari 2022 sudah menyentuh angka 15,77 dolar AS per bushel atau Rp 11.240 per kg.

Data Kementerian Pertanian menyebutkan sekitar 86,4 persen kebutuhan kedelai di dalam negeri berasal dari impor. Hingga 2020, BPS mencatat impor kedelai sebesar 2,48 juta ton dengan nilai 1 miliar dollar AS.
Karena itu, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Ananta Wahana mendesak agar pemerintah perlu memikirkan langkah-langkah untuk mencapai swasembada kedelai.

Sebab sebagai salah satu negara dengan konsumsi kedelai terbesar di dunia, pemerintah harus mampu meningkatkan produktivitas kedelai lokal untuk memenuhi kebutuhan kedelai nasional.

“86,4 persen hingga 92 persen kedelai kita ketergantungan pasokan impor. Itu kan namanya “pasrah bongkokan” (menyerahkan diri). Swasembada adalah jalan terbaiknya, agar urusan tempe tahu ini tidak terjadi terus berulang-ulang setiap tahun, karena ketergantungan impor,” ujar Ananta Wahana, di Tangerang, Minggu (27/2/2022).

Kompleksitas Produksi Kedelai Dalam Negeri menurut Ananta, beberapa hal menyebabkan Indonesia harus mengimpor kedelai, yaitu produksi dalam negeri yang rendah. Bahkan dalam satu dekade terakhir, produksi kedelai nasional cenderung turun dari 907 ribu ton pada 2010 menjadi 424,2 ribu ton pada 2019.

Kemudian luas lahan panen kedelai terus mengalami penyusutan dari 660,8 ribu hektar di tahun 2010 menjadi tinggal 285,3 ribu hektar pada 2019. Padahal menurut pemerintah, rata-rata kebutuhan kedelai nasional antara 2-3 juta ton per tahun. Sementara untuk memenuhi kebutuhan tersebut, setidaknya dibutuhkan lahan seluas 2,5 juta hektar.

“Hal ini juga dipengaruhi perubahan fungsi lahan ke sektor non-pertanian,” kata Ananta.
Berbagai faktor yang cukup kompleks, selain alih fungsi lahan tersebut, menurut Ananta, juga petani kurang tertarik menanam kedelai karena biaya produksi yang tinggi, harga yang tidak kompetitif dan keuntungan yang kecil.

Keuntungan pertanian kedelai per musim tanam hanya sekitar Rp 1,2 juta/hektar. Jauh dari keuntungan pertanian jagung yang mencapai sekitar Rp 4,1 juta/hektar, dan Rp 4,9 juta/hektar padi sawah per musim.

“Jadi petani kita menganggap budi daya kedelai itu tidak menguntungkan. Dan kalaupun menanam, hanya sebagai selingan saja,” ungkap Anggota DPR RI asal Dapil Banten III meliputi Tangerang Raya itu.

Selain itu, kata Ananta, teknologi pertanian negara Indonesia juga masih rendah. Sehingga berpengaruh terhadap kualitas kedelai lokal ketimbang impor. “Ini juga yang membuat mengapa perajin tempe kita lebih menyukai kedelai impor,” imbuhnya.

Kendati demikian, Ananta menganggap, bahwa kompleksitas produksi kedelai dalam negeri harus menjadi fokus pemerintah dalam melakukan swasembada kedelai, selain komoditas pertanian lainnya.
Menurut Anggota Komisi VI DPR RI itu, untuk mencapai swasembada kedelai, Indonesia memiliki lahan yang cukup luas, dan tanah yang subur. Tinggal bagaimana pemerintah bersungguh-sungguh melaksanakannya.

“Swasembada adalah jalan menuju kemandirian pangan bangsa kita. Ketergantungan kedelai impor harus segera disudahi. Tempe dan tahu adalah makanan rakyat, dan itu harus tetap ada di meja makan sampai kiamat nanti,” ujar Ananta

BACA JUGA:  Ciputat: Pusat Kota yang Terlupakan dalam Bayang-Bayang Kemewahan Swasta
TAGGED:Ananta WahanaBerita NasionalDPRRIKedelainasional
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

Terpopuler

Foto: Musyawarah Nasional (Munas) IV FORPAMNAS di The Rich Jogja Hotel | Dok. Tangerangupdate.com

Sunardi Dito Prawiro Nahkodai FORPAMNAS Periode 2026–2030, Sutikno Jadi Sekjen

Foto: istimewa

Komplotan Curanmor Pemburu Motor Mahasiswa di Tangsel Dibekuk Polisi

Foto: kantor BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) | Dok. Tangerangupdate.com

Kasus Dugaan Kredit Fiktif Bergulir, Dugaan Nepotisme di Direksi BPR Kerta Raharja Gemilang Ikut Disorot

Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya (tengah) memberi keterangan pers terkait polemik kelangkaan BBM subsidi di berbagai daerah, di ruang rapat Komisi XII DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/2026). | Dok. Istimewa

Antrean BBM Mengular, DPR Soroti Efek Peralihan Konsumen

Gedung LPTQ yang terletak di Kecamatan Pamulang/ Foto : Danang

Dapat Hibah Hingga 11 Milyar LPTQ Puasa Juara MTQ Provinsi Banten Terakhir 2021

Foto: aktivis Tangerang, Gilang Purnama usai memberikan keterangan laporan atas dugaan kredit fiktif BPR Kerta Raharja Gemilang | Dok. Tangerangupdate.com

Panggil Pelapor, Kejaksaan Mulai Dalami Laporan Dugaan Kredit Fiktif di BPR Kerta Raharja Gemilang

Berita Terkait

Anggota Presidium KPP RI sekaligus Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Golkar, Nurul Arifin. | Dok. DPR RI
Nasional

KPP RI Siapkan Jurus Baru Perkuat Keterwakilan Perempuan di Parlemen

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Sarifah Ainun Jariyah. | Dok. DPR RI
Nasional

Komisi I DPR Soroti Ledakan Komentar Judol di Medsos

Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa. | Dok. Fraksi NasDem
Nasional

RUU Perampasan Aset Terus Berguli, Saan: Semua Usulan Dibuka

Rapat Komisi III DPR RI dengan para ahli terkait pembahasan RUU Perampasan Aset, Senin (13/7/2026). | Dok. Tangerangupdate
Nasional

Komisi III “Gaspol” RUU Perampasan Aset, Libatkan Publik

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman. | Dok. Parlementaria (Vino)
Nasional

DPR Desak Usut Tuntas Korupsi Batubara Tanpa Tebang Pilih

Foto : Gunung Artapela | Dok. Saeful iman
Nasional

Puncak Sulibra, Gunung Artapela

Foto : Pengolahan Limbah Pabrik | Dok. Saeful Iman
Nasional

WWTP PT Mayora: Menjaga Lingkungan Lewat Pengolahan Air Limbah yang Bertanggung Jawab

Foto : Ilustrasi
Nasional

Ampas Kopi: Limbah Sehari-hari yang Berpotensi Menjadi Solusi Pencemaran Limbah Tekstil

Jangan Lewatkan

Foto: aktivis Tangerang, Gilang Purnama usai memberikan keterangan laporan atas dugaan kredit fiktif BPR Kerta Raharja Gemilang | Dok. Tangerangupdate.com

Panggil Pelapor, Kejaksaan Mulai Dalami Laporan Dugaan Kredit Fiktif di BPR Kerta Raharja Gemilang

Kamis, 16 Juli 2026
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Sarifah Ainun Jariyah. | Dok. DPR RI

Komisi I DPR Soroti Ledakan Komentar Judol di Medsos

Rabu, 15 Juli 2026
Foto: barang bukti hasil sitaan ungkap peredaran uang palsu | Dok. Istimewa

Polisi Ungkap Peredaran Uang Palsu di Serpong, Lembaran yang Belum Dipotong Disita

Selasa, 14 Juli 2026
Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya (tengah) memberi keterangan pers terkait polemik kelangkaan BBM subsidi di berbagai daerah, di ruang rapat Komisi XII DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/2026). | Dok. Istimewa

Antrean BBM Mengular, DPR Soroti Efek Peralihan Konsumen

Jumat, 17 Juli 2026
Bantuan air bersih untuk warga Koceak, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Setu | Dok. Istimewa

Kemarau Datang, Warga di Kelurahan Keranggan Kembali Krisis Air Bersih, Jaringan Pipa Masih Sebatas Rencana

Selasa, 14 Juli 2026
Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa. | Dok. Fraksi NasDem

RUU Perampasan Aset Terus Berguli, Saan: Semua Usulan Dibuka

Selasa, 14 Juli 2026
Anggota Presidium KPP RI sekaligus Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Golkar, Nurul Arifin. | Dok. DPR RI

KPP RI Siapkan Jurus Baru Perkuat Keterwakilan Perempuan di Parlemen

Kamis, 16 Juli 2026
Rapat Komisi III DPR RI dengan para ahli terkait pembahasan RUU Perampasan Aset, Senin (13/7/2026). | Dok. Tangerangupdate

Komisi III “Gaspol” RUU Perampasan Aset, Libatkan Publik

Selasa, 14 Juli 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp