Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kota Tangsel
  • Kab Tangerang
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Kamis, 5 Maret 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Opini

Gemuk atau Sehat? Menelusuri Akar Obesitas dan Cara Kembali Bugar

Redaksi TU
Redaksi TU
Jumat, 15 Agustus 2025 | 23:56 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi
SHARE

Tangerangupdate.com – Pernah mendengar ungkapan big is beautiful? Betul, rasa percaya diri itu penting. Namun, ada hal yang tak kalah penting: kesehatan tubuh kita. Memiliki tubuh berisi tidak selalu berarti tidak sehat, tapi obesitas atau berat badan yang jauh di atas batas normal bisa menjadi pintu masuk berbagai masalah kesehatan jika tidak dikelola dengan baik.

Di era modern ini, obesitas bukan lagi masalah pribadi semata. Ia telah menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, pada 2020 ada lebih dari 1,9 miliar orang dewasa yang mengalami kelebihan berat badan, dan sekitar 650 juta di antaranya tergolong obesitas. Di Indonesia, hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2023 juga cukup mengejutkan: angka obesitas naik dari 21,8% pada 2018 menjadi 24,8% pada 2023.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Bayangkan, hampir satu dari empat orang dewasa di negeri ini berada pada kondisi obesitas. Ini bukan hanya persoalan ukuran baju, melainkan juga kualitas hidup, kesehatan jangka panjang, dan produktivitas bangsa.

Kenapa Angka Ini Terus Naik?

Kalau kita perhatikan, penyebabnya ada di depan mata setiap hari. Pertama, makanan tinggi kalori dan rendah gizi sangat mudah didapat. Minuman manis dalam kemasan, gorengan pinggir jalan, burger, atau ayam goreng tepung semuanya lezat, murah, dan mengenyangkan, tetapi sering kali miskin vitamin, mineral, dan serat.

Kedua, pola hidup kita semakin minim gerak. Dulu, berjalan kaki atau bersepeda adalah hal biasa. Kini, hampir semua aktivitas mengandalkan kendaraan bermotor. Banyak pekerjaan juga menuntut duduk berjam-jam di depan layar. Pulang kerja, waktu luang lebih sering dihabiskan dengan ponsel atau televisi daripada berolahraga.

BACA JUGA:  Jolly Roger (Bendera One Piece): Alarm Perbaikan atau Revolusi bagi Republik Indonesia ke-80

Ketiga, makanan sehat justru kerap lebih sulit diakses. Di beberapa daerah, harga sayuran segar bisa lebih mahal dibandingkan makanan cepat saji. Ditambah lagi, edukasi gizi yang masih terbatas membuat banyak orang tidak tahu bagaimana memilih makanan yang benar.
Gabungan dari faktor-faktor ini membuat tubuh “banjir” kalori tapi “kering” nutrisi, sehingga berat badan mudah melonjak.

Masalah Kesehatan di baliknya Obesitas bukan hanya membuat celana terasa sempit. Ada risiko kesehatan serius yang membayanginya.

1. Diabetes tipe 2, Lemak berlebih membuat tubuh kurang peka terhadap insulin. Akibatnya, gula darah meningkat dan dalam jangka panjang dapat merusak organ penting seperti ginjal, mata, dan pembuluh darah.

2. Tekanan darah tinggi dan penyakit jantung, Jantung harus bekerja ekstra keras memompa darah, meningkatkan risiko hipertensi, serangan jantung, dan stroke.

3. Gangguan sendi dan tulang, Berat badan berlebih memberi tekanan tambahan pada lutut, pinggul, dan tulang belakang, memicu nyeri dan mempercepat kerusakan sendi.

Selain masalah fisik, obesitas juga berdampak pada kesehatan mental. Banyak orang dengan obesitas menghadapi stigma dan diskriminasi, yang dapat memicu rasa rendah diri, depresi, bahkan gangguan makan. Belajar dari Negara Laim, Beberapa negara telah mengambil langkah serius dan terbukti berhasil mengendalikan obesitas.

BACA JUGA:  Ciputat: Pusat Kota yang Terlupakan dalam Bayang-Bayang Kemewahan Swasta

1. Meksiko: Sejak 2014 menerapkan pajak pada minuman bergula. Hasilnya, konsumsi minuman manis turun hingga 10% dalam beberapa tahun (Colchero et al., 2017).

2. Finlandia: Mengintegrasikan pendidikan gizi sehat sejak usia dini. Anak-anak belajar mengenal dan menyukai buah, sayur, serta makanan alami. Hasilnya, generasi mudanya memiliki pola makan yang lebih sehat (González & Puska, 2018).

Langkah-langkah ini membuktikan bahwa perubahan kebijakan bisa berdampak positif pada perilaku masyarakat. Solusi dari dapur hingga Kebijakan Mengatasi obesitas memerlukan strategi yang melibatkan banyak pihak mulai dari keluarga, sekolah, komunitas, hingga pemerintah.

Salah satu usaha yang dapat dilakukan yaitu :

1. Edukasi sejak dini, Ajarkan anak membaca label gizi, memahami ukuran porsi, dan mengenal manfaat makanan alami.
2. Lingkungan yang mendukung, Sediakan taman, jalur sepeda, dan trotoar yang aman agar orang mau bergerak lebih banyak.
3. Kebijakan publik, Terapkan pajak untuk makanan/minuman tinggi gula dan lemak, serta berikan subsidi untuk buah, sayur, dan sumber protein sehat.
4. Perubahan di rumah, Mulailah dari hal kecil: kurangi minuman manis, perbanyak air putih, tambah porsi sayur dan buah, serta luangkan waktu minimal 30 menit untuk berolahraga setiap hari.

Menu Harian Ramah Timbangan

Disusun berdasarkan prinsip gizi seimbang dari Kementerian Kesehatan RI (2021), WHO (2020), USDA Dietary Guidelines (2020–2025), dan Harvard T.H. Chan School of Public Health. Pola makan sehat tidak harus mahal dan susah. Kuncinya ada pada keseimbangan gizi dan pengendalian kalori. Berikut contoh menu sekitar 1.500 kkal per hari yang cocok untuk membantu menurunkan berat badan secara bertahap:
1. Sarapan: Oatmeal dengan pisang dan chia seed, ditemani teh hijau tanpa gula.
2. Camilan pagi: Potongan pepaya atau semangka.
3. Makan siang: Nasi merah, dada ayam panggang, tumis brokoli, dan lalapan segar.
4. Camilan sore: Yogurt rendah lemak atau kacang almond panggang.
5. Makan malam: Sup sayur bening, tahu kukus, dan ikan bakar bumbu rempah.
Menu ini sederhana, mudah disiapkan, dan tetap membuat kenyang.

BACA JUGA:  Membangun SDM Indonesia: Jalan Panjang Menuju Abad Ketiga Milenium

Sehat Bukan Soal Ukuran Tubuh

Obesitas adalah masalah kompleks yang berkaitan dengan pola makan, gaya hidup, lingkungan, dan kebijakan. Angka prevalensinya terus naik, tapi bukan berarti kita tak punya harapan. Perubahan bisa dimulai dari langkah kecil di rumah, diperkuat dengan dukungan lingkungan, serta didorong oleh kebijakan publik yang pro-kesehatan.

Ingat, sehat bukan berarti harus kurus. Sehat berarti tubuh bugar, berenergi, dan terhindar dari penyakit. Mari kita jaga tubuh dengan bijak-karena tubuh yang sehat adalah modal utama untuk hidup panjang, produktif, dan bahagia.

oleh : Siti Nurahayu (Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nasional)

Disclaimer: artikel ini adalah kiriman dari pembaca Tangerangupdate.com. Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.

TAGGED:kesehatanOpini
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

Terpopuler

Bazar Ramadan 1447 H Digelar 5 Maret 2026, Pemkot Tangsel Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil

Petugas Mengangkut Sampah di Flyover Ciputat/ Foto : DLH Tangsel

Jumlah Sampah di Tangsel Selama Ramadan Meningkat, DLH Siapkan Langkah Antisipasi Jelang Malam Takbiran

Foto: kondisi jalan pasca proyek galian pipa PT Pits di Jalan Merpati Ciputat

Diduga Proyek Pipa PT PITS Rusak Jalan dan Trotoar di Jalan Merpati Ciputat, Warga Keluhkan Pekerjaan Tak Sesuai Standar

Foto: Istimewa

Tembus 300 Aduan, Layanan ‘Halo Kakan!’ Jadi Solusi Cepat Urusan Tanah di Tangerang

Foto: Istimewa

Pemkab Tangerang Gelar Tarling 1447 Hijriah, Perkuat Silaturahmi dan Salurkan Bantuan DKM

Foto: Ilustrasi mudik gratis/Istimewa

Kuota Terpenuhi, 2800 Peserta Mudik Gratis Kabupaten Tangerang Siap Diberangkatkan

Berita Terkait

Foto: H. Ahmad Imron (Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Banten/Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Falahiyyah | Dok. Pribadi
Opini

Khidmah sebagai Jalan: Gus Salam dan KH Said Aqil Siroj Menjaga Arah NU

Foto:Muhammad Habib Qufront.RE (Sekretaris Bidang P3A Komisariat Pamulang) | Dok. Pribadi
Opini

Guru Dilaporkan, Pemerintah Daerah Menghilang: Potret Buram Perlindungan Pendidikan

Foto: Entis Sumantri, Aktivis HMI & Sekretaris Umum DPD KNPI Kabupaten Pandeglang Periode 2025–2028 | Dok. Pribadi
Opini

Banjir Tahunan Pandeglang: Antara Alam, Ulah Manusia, dan Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Opini

Peran Teknologi Digital dalam Meningkatkan Mutu Evaluasi Pembelajaran di Pendidikan Nonformal

Foto: Naseh Al-Aziiz | Dok. Pribadi
Opini

NDP Sebagai Arah Gerak Kader HMI di Era Perubahan

Foto: Muzhawwir Yunus | Dok. Pribadi
Opini

Internalisasi Nilai Dasar Perjuangan HMI: Spirit Gerak Kader melalui Teologis, Kosmologis, Antropologis

Foto: Doni Nuryana | Dok. Pribadi
Opini

Insan Kamil: Pijakan Teologis Menghadapi Arus Teknologi

Foto: Alwi Asparin, S.T | Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ciputat | Dok. Pribadi
Opini

Investasi Strategis Bangsa: Pemberdayaan Guru sebagai Agen Transformasi Peradaban

Jangan Lewatkan

Foto: deretan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa SMP di Tigaraksa | Istimewa

Menu 6 Hari MBG Pelajar SMP di Tigaraksa Dikeluhkan: Ada Keripik Tempe

Jumat, 27 Februari 2026
Foto: Istimewa

Pembinaan TBM Rumah Indria Sejahtera di Tangsel, Anak-anak Diajak Gemar Membaca dan Berani Bermimpi

Selasa, 3 Maret 2026
Foto: Ilustrasi mudik gratis/Istimewa

Kuota Terpenuhi, 2800 Peserta Mudik Gratis Kabupaten Tangerang Siap Diberangkatkan

Rabu, 4 Maret 2026
Petugas Mengangkut Sampah di Flyover Ciputat/ Foto : DLH Tangsel

Jumlah Sampah di Tangsel Selama Ramadan Meningkat, DLH Siapkan Langkah Antisipasi Jelang Malam Takbiran

Sabtu, 28 Februari 2026
Foto: Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan (kanan) | Istimewa

Pilar Dampingi Wagub Banten Silaturahmi dengan Masyarakat di Tangsel

Sabtu, 28 Februari 2026
Foto: Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie (kanan) | Istimewa

Pemkot Tangsel Salurkan Bantuan Rp405 Juta untuk Imam, Marbot, dan Guru Ngaji di 54 Kelurahan

Jumat, 27 Februari 2026
Foto: Wakil Ketua Yayasan Dompet Dhuafa, Herdiansyah | Tangerangupdate.com

Dompet Dhuafa Gelar Servis Gratis Motor Ojol di Lotte Grosir Ciputat

Minggu, 1 Maret 2026
Foto: Istimewa

DPW JPMI Banten Gelar Aksi, Soroti Dugaan Penyimpangan Anggaran Destinasi Wisata

Senin, 2 Maret 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp