Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Sabtu, 8 Agustus 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Kota Tangsel

Ahli Sebut Kawanan Monyet Masuk Permukiman Tanda Krisis Habitat di Tangerang Selatan

Juno
Selasa, 7 Oktober 2025 | 21:12 WIB
Monyet Ekor Panjang sedang menyantap makanan / Foto : itb.ac.id
Monyet Ekor Panjang sedang menyantap makanan / Foto : itb.ac.id
SHARE

Tangerangupdate.com – Fenomena kawanan monyet ekor panjang yang turun ke permukiman warga di Serpong, Kota Tangerang Selatan, dinilai sebagai tanda krisis habitat dan tekanan ekologis akibat berkurangnya ruang hijau di kawasan selain faktor alami lainnya.

Menurut Kurator Museum Zoologi Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung (SITH ITB), Ganjar Cahyadi, kemunculan monyet ke wilayah padat penduduk bukanlah peristiwa kebetulan.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Turunnya monyet ke permukiman adalah sinyal bahwa lingkungan mereka sudah tidak lagi mendukung. Ketika sumber pakan di hutan menipis dan ruang hijau menyempit, satwa liar mencari alternatif yang paling dekat, yaitu lingkungan manusia,” jelas Ganjar, Selasa (7/10).

Ganjar menilai, peristiwa seperti ini merupakan konsekuensi dari perubahan tata ruang dan hilangnya keseimbangan ekosistem di daerah penyangga kota.

“Kalau habitat terus tertekan, monyet akan terbiasa hidup di area manusia. Lama-lama akan terjadi interaksi yang berpotensi memunculkan konflik satwa-manusia,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) merupakan satwa yang sangat adaptif, mampu berpindah melalui atap rumah dan kabel listrik di kawasan padat penduduk. Namun, adaptasi ini berisiko bila tidak dikelola.

BACA JUGA:  Pemkot Tangsel Janji Bangun Kembali Rumah Korban Ledakan di Pondok Cabe

“Adaptasi tinggi bukan berarti mereka aman. Kalau sering diberi makan atau diusir dengan cara keras, perilaku mereka bisa berubah menjadi agresif,” katanya.

Sebagai solusi, Ganjar mendorong adanya koordinasi antara Pemerintah Kota Tangerang Selatan, BRIN, dan Dinas Lingkungan Hidup untuk memantau populasi monyet serta memulihkan habitat alami di kawasan Puspitek.

“Penanganannya tidak cukup hanya dengan menangkap atau mengusir. Perlu penataan habitat dan edukasi agar manusia dan satwa bisa hidup berdampingan,” tegasnya.

Ia juga mengimbau warga untuk tidak memberi makan monyet liar, menjaga kebersihan lingkungan, dan segera melapor ke Damkar atau BPBD bila kawanan monyet kembali muncul.

“Sampah terbuka dan makanan sisa justru menarik mereka datang. Pencegahan paling sederhana ada di perilaku manusia sendiri,” ujarnya.

Kawanan Monyet Bikin Warga Serpong Khawatir

Kawanan monyet ekor panjang terlihat berkeliaran di permukiman padat penduduk Jalan Swadaya, Kelurahan Rawa Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, pada Selasa pagi (7/10). Kemunculan satwa liar ini membuat warga resah karena dikhawatirkan dapat menyerang anak-anak.

BACA JUGA:  KLH Segel TPA Cipeucang

Menurut penuturan warga, Shepia Selviana, belasan monyet tampak bergelantungan di kabel listrik dan sesekali turun ke atap rumah warga.

“Lokasinya di Jalan Setiawarga RT 02 RW 09, Rawa Mekar Jaya. Dari pagi banyak banget, bikin khawatir soalnya banyak anak-anak juga,” ujarnya kepada Tangsel Update.

Selviana menuturkan, kekhawatirannya bukan tanpa alasan. Ia mengingat pernah terjadi insiden warga yang digigit monyet di wilayah tempat tinggalnya.

“Mengkhawatirkan, karena dulu pernah ada anak usia empat tahun digigit monyet,” lanjutnya.

Ia berharap Pemerintah Kota Tangerang Selatan segera mengambil langkah penanganan agar kawanan monyet tidak membahayakan warga.

“Warga sebaiknya lebih hati-hati dulu. Kalau bisa, Pemkot tanggapin juga, karena monyet-monyet ini kadang nggak menetap, pindah-pindah terus,” ucapnya.

Sehari sebelumnya, kemunculan monyet juga dilaporkan terjadi di Kelurahan Cilenggang, Kecamatan Serpong. Seorang warga bernama Wulandari mengatakan monyet-monyet itu sempat melompat di atap rumahnya dan menimbulkan kepanikan.

“Pagi-pagi tetangga teriak karena tiba-tiba banyak monyet di halaman rumah dan atap. Saya spontan ambil sapu, tapi tetap takut juga,” katanya.

BACA JUGA:  Koperasi Merah Putih di Tangsel: Janji Miliaran Rupiah Belum Terwujud, Pengurus Mulai Resah

Warga menduga kawanan monyet tersebut berasal dari kawasan hutan Puspitek BRIN yang berjarak sekitar 10 kilometer dari lokasi kemunculan terakhir. Satwa ini diketahui memang sering terlihat di pinggir jalan lingkar dalam kawasan tersebut.

Editor & Reporter
Editor: Jupry Nugroho
Reporter: Juno
TAGGED:Monyettangerang selatantangsel
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

Terpopuler

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi

NDP HMI Dan Paradoks Industrialisasi: Meneguhkan Tauhid Sosial Untuk Kedaulatan Ekologi Indonesia

Catatan Kritis Kader HMI untuk Arah Baru Industrialisasi Indonesia | Dok. Pribadi

Transformasi Hijau-Digital Belum Cukup: Perempuan Harus Masuk Ruang Pengambilan Keputusan

Kepala BGN Sudaryono (tiga dari kanan) dalam konferensi pers mengenai refocusing penerima MBG di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (6/8/2026). | Dok. Antara

BGN Kebut Program MBG, Wilayah 3T Tuntas Lebih Cepat

Foto: istimewa

Dua Terduga Pelaku Curanmor Dibekuk Saat Patroli Satlantas di Cikupa

Foto: Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja | Dok. Tangerangupdate.com

Sekda Persilakan Dugaan Kredit Fiktif BPR Kerta Raharja Diusut Tuntas

Foto: Kegiatan Si Caka (Simpatik Cegah Laka) di KM 32 Jalan Raya Serang Balaraja | Dok. Tangerangupdate.com

Tekan Angka Kecelakaan, Satlantas Polresta Tangerang Gelar Giat “Si Caka” di Titik Rawan Jalan Raya Serang

Berita Terkait

Foto: barang bukti jutaan obat keras ilegal yang berhasil disita Polsek Serpong | Dok. Istimewa
Kota Tangsel

Polisi Bongkar Gudang Diduga Pemasok 46 Juta Butir Obat Keras Ilegal di Jakarta Timur

Foto: istimewa
Kota Tangsel

Dinkes Tangsel Tingkatkan Kapasitas 584 Kader Posyandu untuk Perkuat Layanan Kesehatan Primer

Kota Tangsel

Dishub Tangsel Rutin Tindak Truk Pelanggar Jam Operasional, Ayep: Demi Keselamatan Pengguna Jalan

Kota Tangsel

Dinas Kesehatan Tangsel Imbau Warga Waspadai Cuaca Panas, Kenali Gejala Heat Stroke

Kota Tangsel

Dikbud Tangsel Akan Tingkatkan Sarana Prasarana PAUD, Target 115 Lembaga pada 2026

Kota Tangsel

Pemkot Tangsel dan Kemensos RI Gelar Bakti Sosial Terintegrasi 2026, Warga Nikmati Beragam Layanan dalam Satu Lokasi

Kondisi Kabel Fiber Optik Berantakan di Ciputat Timur (Tangkapan Layar) | Dok. TU
Kota Tangsel

Penataan Kabel Udara di Tangsel Berlanjut, Jalan WR Supratman dan Merpati Raya Kini Lebih Rapi

Foto: proyek penanganan banjir di Perumahan Villa Pamulang | Dok. Tangerangupdate.com
Kota Tangsel

DSDABMBK Tangsel Mulai Kerjakan Proyek Penanganan Banjir di Villa Pamulang

Jangan Lewatkan

Foto: proses penangkapan pria diduga pengedar ratusan butir obat keras di Solear | Dok. Istimewa

Ditangkap Polisi, Pria Diduga Pengedar Ratusan Butir Obat Keras di Solear Terancam Denda Rp5 Miliar

Senin, 3 Agustus 2026
Foto: barang bukti jutaan obat keras ilegal yang berhasil disita Polsek Serpong | Dok. Istimewa

Polisi Bongkar Gudang Diduga Pemasok 46 Juta Butir Obat Keras Ilegal di Jakarta Timur

Rabu, 5 Agustus 2026
Kepala BGN Sudaryono (tiga dari kanan) dalam konferensi pers mengenai refocusing penerima MBG di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (6/8/2026). | Dok. Antara

BGN Kebut Program MBG, Wilayah 3T Tuntas Lebih Cepat

Kamis, 6 Agustus 2026
Dok. Tangerangupdate.com

PP IMALA Desak Transparansi Hibah Rp1,7 Miliar untuk Dua Forum Mahasiswa Lebak

Selasa, 4 Agustus 2026

Chaos di Tangsel Fun Walk & Run Festival 2026 : Medali Hilang, Panitia Menghilang

Minggu, 2 Agustus 2026
Foto: istimewa

Dua Terduga Pelaku Curanmor Dibekuk Saat Patroli Satlantas di Cikupa

Kamis, 6 Agustus 2026
Foto: garis start Tangsel FunWalk | Dok. Istimewa

Dispora Tangsel Sebut Kegiatan FunWalk Bermasalah Digelar Atas Rekomendasi Instansinya

Senin, 3 Agustus 2026
Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi

NDP HMI Dan Paradoks Industrialisasi: Meneguhkan Tauhid Sosial Untuk Kedaulatan Ekologi Indonesia

Sabtu, 8 Agustus 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp