Tangerangupdate.com – Sebanyak 12 kelompok pemuda terpilih sebagai penerima hibah Microgrant Youth Climate Action Fund (YCAF) Kabupaten Tangerang 2026. Program ini ditujukan untuk mendukung gagasan inovatif generasi muda dalam mengatasi persoalan lingkungan.
Penyerahan piagam penghargaan kepada para penerima hibah dilakukan Pemerintah Kabupaten Tangerang pada Selasa 27 Oktober 2026.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengatakan keterlibatan generasi muda diperlukan untuk menghadapi berbagai persoalan lingkungan, mulai dari sampah, pencemaran air, berkurangnya ruang terbuka hijau, hingga risiko bencana akibat perubahan iklim.
Menurutnya, hibah YCAF diharapkan tidak hanya menjadi dukungan pendanaan, tetapi juga mendorong generasi muda menerapkan gagasan mereka menjadi aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Laksanakan program dengan penuh tanggung jawab, kelola dukungan yang diberikan secara transparan dan tepat sasaran, serta pastikan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat dan lingkungan sekitar,” ujar Maesyal.
Ia juga berharap program yang dijalankan para penerima hibah dapat berkelanjutan meski pendanaan berakhir. Para pemuda didorong melibatkan masyarakat dan mengembangkan inisiatif yang dapat diterapkan di wilayah lain di Kabupaten Tangerang.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandy, menjelaskan bahwa 12 kelompok tersebut terpilih melalui proses seleksi terhadap 40 proposal. Dari jumlah itu, dewan juri menyaring 18 proposal sebelum menetapkan penerima hibah.
Bappeda selanjutnya akan melaporkan hasil seleksi kepada Bloomberg Philanthropies dan mengunjungi kelompok terpilih untuk mempersiapkan persyaratan administratif serta teknis sebelum penyaluran dana.
Erwin berharap dana hibah dapat dicairkan pada pertengahan November 2026 agar para penerima segera merealisasikan program yang telah mereka ajukan.
“Harapannya, pada pertengahan November dana sudah cair kepada masing-masing pemenang sehingga mereka bisa langsung mengimplementasikan gagasan yang telah dipresentasikan dan dinyatakan lolos,” kata Erwin.
Ia menyebut proposal yang terpilih mencakup sejumlah inovasi untuk menjawab persoalan lingkungan, di antaranya pembuatan eco enzyme, pengembangan alat pemantau kualitas udara, serta pembuatan lubang biopori untuk membantu pengendalian banjir.
Proses penilaian melibatkan akademisi dari Universitas Pelita Harapan (UPH) dan Universitas Multimedia Nusantara (UMN), serta perwakilan Bappeda dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang. Bloomberg Philanthropies turut terlibat dalam proses kurasi secara daring.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pemkab Tangerang juga melakukan penyiraman eco enzyme ke danau dan penanaman bambu di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan.
Melalui program YCAF, Pemkab Tangerang berharap inisiatif generasi muda dapat berkembang menjadi gerakan lingkungan yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. *Rhomi






