Tangerangupdate.com – Dua pelajar kelas IX SMP Negeri 1 Legok, Kabupaten Tangerang, dijatuhi sanksi sementara berupa skorsing selama tujuh hari setelah diduga terlibat dalam insiden yang menyebabkan seorang pelajar meninggal dunia di Kecamatan Legok, Selasa 20 Oktober 2026.
Kepala SMP Negeri 1 Legok, Nur Ainun, mengatakan kedua siswa tersebut untuk sementara dirumahkan dan berada di bawah pengawasan orang tua masing-masing selama proses penyelidikan berlangsung. Ainun menyebut jika kedua siswa tersebut telah mengaku terlibat keributan bersama sejumlah orang lainnya.
“Mereka dirumahkan dulu, di bawah pengawasan orang tua. Selama proses (penyelidikan) ini aja, kurang lebih satu minggu ya, kalau misalnya prosesnya masih berlanjut ya kita terus lanjut,” terang Ainun saat ditemui di kantornya, Senin 26 Oktober 2026.
Menurut Ainun, berdasarkan pengakuan siswa yang diterimanya, insiden tersebut diduga bermula dari provokasi antarpelajar. Provokasi itu disebut berupa saling melontarkan teriakan dan menggeber sepeda motor hingga memicu ketegangan.
“Kata pengakuan dari anaknya, mereka ada yang (provokasi) cuitan-cuitan gitu lah, “woi-woi” gitu. Terus geber-geber motor. Nah, kan mungkin tersulutlah ya,” tambah Ainun.
Pihak sekolah, kata Ainun, menyerahkan penanganan perkara kepada kepolisian dan mendukung proses penyelidikan hingga tuntas. “Kalau dari kami sendiri, ya itu, kami serahkan (proses penyelidikannya) ke pihak yang lebih berwenang,” pungkasnya.
Sebelumnya, seorang pelajar SMP dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan di kawasan Legok, Kabupaten Tangerang. Berdasarkan keterangan keluarga, korban tewas saat berupaya melarikan diri dari kejaran sejumlah pelajar SMP Negeri 1 Legok.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 20 Oktober 2026 lalu. Menurut tante korban, Elisnia, kejadian bermula sekitar pukul 16.00 WIB ketika korban berinisial A bersama dua temannya hendak mengunjungi rumah seorang guru. Mereka sempat menunggu rekan mereka di sekitar SMP PGRI 134 Legok.
Saat berada di lokasi, tiga orang yang berboncengan satu sepeda motor melintas. Berdasarkan keterangan saksi yang selamat kepada pihak keluarga, kelompok tersebut diduga menghentikan korban dan teman-temannya di jalan untuk menanyakan asal sekolah mereka. *Rhomi






