Tangerangupdate.com – Jumlah warga yang mengalami gejala muntaber di Perumahan Serpong Lagoon, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), bertambah menjadi 176 orang.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel menyebutkan, peningkatan jumlah kasus tersebut berkaitan dengan dugaan pencemaran air yang disalurkan ke rumah warga dan terindikasi mengandung bakteri Escherichia coli (E. coli).
“Per kemarin 176 orang,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Tangsel, Fitria Oriza, saat dikonfirmasi, Selasa (20/10/2026).
Fitria menjelaskan, pendataan dilakukan melalui tautan Google Form yang disebarkan kepada warga pelanggan layanan air yang dikelola PT Arfa Putra Soegama.
Pada rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Tangsel, Rabu (14/10/2026), jumlah warga yang mengalami gejala muntaber tercatat sebanyak 146 orang.
Namun, angka tersebut merupakan jumlah warga yang melaporkan gejala, seperti demam, mual, muntah, dan diare, melalui formulir pendataan.
“Yang mengisi link warga Serpong Lagoon yang memiliki gejala, demam, mual, muntah, mencret,” ujar Fitria.
Hingga Selasa (20/10/2026), Dinkes Tangsel mencatat masih ada satu warga yang menjalani perawatan di rumah sakit akibat infeksi bakteri E. coli.
Warga Diminta Hentikan Penggunaan Air
Sebagai langkah penanganan, Dinkes Tangsel telah merekomendasikan warga Serpong Lagoon untuk menghentikan sementara penggunaan air yang disalurkan pengelola kawasan perumahan tersebut.
Penyedia layanan air juga diminta membersihkan instalasi pengolahan air serta melakukan pemeriksaan kualitas air secara berkala untuk memastikan air memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan.
Setelah kasus muntaber massal mencuat, penyedia layanan air dilaporkan memberikan bantuan air minum kemasan kepada warga terdampak.
Pemerintah daerah juga telah mengirimkan tangki air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga selama penanganan berlangsung.
Sementara itu, PT Arfa Putra Soegama tengah melakukan pengujian sampel air di laboratorium. Namun, hingga Selasa (20/10/2026), Dinkes Tangsel mengaku belum menerima informasi mengenai hasil pemeriksaan setelah perbaikan dilakukan.
“Setelah mereka lakukan perbaikan, namun belum ada informasi untuk hasilnya,” kata Fitria.
Hasil uji laboratorium tersebut menjadi salah satu hal penting untuk mengetahui kondisi kualitas air setelah perbaikan, sekaligus memastikan keamanan air yang akan digunakan kembali oleh warga.
Tangsel Update akan terus memantau perkembangan penanganan kasus ini, termasuk hasil pengujian laboratorium dan langkah pemerintah daerah dalam memastikan keamanan pasokan air bagi warga Serpong Lagoon.
Reporter: Juno






