Tangerangupdate.com – Polisi berhasil menangkap seorang pria berinisial KM yang diduga menjadi pelaku teror penusukan menggunakan senjata tajam terhadap warga di sejumlah lokasi di Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang.
Pelaku ditangkap Tim Opsnal Polsek Jatiuwung di kediamannya di kawasan Bencongan, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, pada Sabtu 11 Juli 2026, sekitar pukul 11.30 WIB.
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari mengatakan, penangkapan dilakukan setelah polisi melakukan penyelidikan berdasarkan keterangan para korban, saksi, serta hasil olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Saat akan diamankan, pelaku sempat melakukan perlawanan sehingga petugas melakukan tindakan pengamanan sesuai prosedur,” ujar Jauhari.
Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku diduga beraksi dengan cara mendekati korban menggunakan sepeda motor, kemudian melukai tubuh korban menggunakan benda tajam sebelum melarikan diri.
Salah satu aksi pelaku terjadi pada Kamis 9 Juli 2026, sekitar pukul 10.45 WIB di Jalan Bawang VII, Perumnas 1, Kelurahan Cibodasari, Kecamatan Cibodas.
Korban bernama Malik Zaidan Setiono diduga diserang secara tiba-tiba saat berjalan menuju minimarket. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka dan sempat menjalani perawatan di sebuah klinik.
Polisi juga mengungkap bahwa pelaku diduga telah melakukan aksi serupa sebelumnya. Kasus pertama tercatat pada 11 Mei 2026 di Jalan Sawo X, Kelurahan Cibodasari.
Saat itu korban bernama Sunarah baru selesai berolahraga dan sedang mengendarai sepeda ketika seorang pria bermotor mendekat dari belakang lalu melukai tubuhnya menggunakan benda tajam.
Dari hasil pendalaman sementara, polisi menduga KM terlibat dalam sedikitnya lima aksi penyerangan terhadap warga dengan pola yang sama.
Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam yang diduga digunakan saat beraksi serta pakaian yang dikenakan pelaku.
Hingga kini penyidik masih mendalami motif pelaku, termasuk kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor.
“Kami masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap pelaku dan mendalami kemungkinan adanya korban lain. Masyarakat yang merasa pernah mengalami kejadian serupa diharapkan segera melapor agar dapat dilakukan pendalaman,” pungkasnya.
