Tangerangupdate.com – Polres Tangerang Selatan mulai melakukan penyelidikan terkait dugaan kasus child grooming yang terjadi di SMK Letris Indonesia, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Tangsel, AKP Wira Graha Setiawan mengatakan, pihaknya mulai melakukan penyelidikan setelah menemukan informasi yang ramai diperbincangkan di media sosial melalui patroli siber.
“Dari hasil patroli siber kemarin kita dapat informasi tersebut, hari ini mulai kita lakukan penyelidikan,” ujar Wira saat dikonfirmasi, Jumat (15/5/2026).
Namun demikian, Wira mengaku hingga saat ini pihaknya belum melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait lantaran proses penyelidikan masih berada pada tahap awal.
“Belum (ada saksi yang diperiksa) baru mau jalan. Sekolah juga lagi pada libur,” ucapnya singkat.
Sementara itu, Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Tangsel, Tri Purwanto, mengaku pihaknya juga belum menerima laporan resmi maupun kronologi lengkap terkait dugaan kasus tersebut.
“Saya belum bisa memberikan tanggapan nih, karena belum tahu seperti apa kronologinya,” kata Tri saat dikonfirmasi, Kamis malam (14/05).
Meski begitu, Tri meminta korban maupun keluarga korban segera membuat laporan resmi ke UPTD PPA agar dapat dilakukan analisa awal dan pendampingan psikologis.
“Kalau ada korban yang mau lapor ke UPTD, arahin, biar kita dampingin nantinya,” ujarnya.
Tri juga menyebut pihaknya siap memberikan layanan konseling dan pendampingan apabila laporan resmi telah masuk.
“Nanti arahin korban buat bikin laporan ke UPTD biar bisa kita analisa kasusnya dan dampingin serta diberikan layanan konseling di kita,” katanya.
Ia menambahkan, penanganan kasus nantinya juga akan dikoordinasikan dengan UPTD PPA Provinsi Banten dan Dinas Pendidikan Provinsi Banten karena kewenangan sekolah tingkat SMK berada di bawah pemerintah provinsi.
“Nantinya juga kita akan koordinasi dengan UPTD PPA provinsi karena wewenang SMK ada di Dindik provinsi,” ungkapnya.
Tri mengungkapkan bahwa tim gabungan dari kepolisian bersama UPTD PPA hari ini mendatangi sekolah guna melakukan penelusuran awal.
“Tim polres dan UPTD sekarang lagi mau ke sekolah nih,” ucapnya, Jumat (15/05).
Pada Jumat Pagi, Ketika hendak dikonfirmasi ke pihak sekolah, awak media disebut sempat ditolak masuk oleh pihak keamanan sekolah, dengan alasan tidak ada pihak sekolah yang berada di tempat.
“Ga ada yang ada disekolah, cuma ada TU Sama bagian bendahara yang ada, soalnya besok mau pada wisuda,” ucap Alif salah satu petugas keamanan.
Oleh pihak keamanan diarahkan untuk menghubungi melalui nomor yang tercantum pada banner depan sekolah, setelah dihubungi pihak sekolah enggan memberikan tanggapan karena sedang dibahas dinternal.
“Selamat siang, mohon maaf untuk wawancara atau klarifikasi dari sekolah kita belum bisa dikarenakan kami sedang ada pembahasan dengan yayasan dan pihak terkait dan solusi terbaik untuk semua kejadian yg kurang baik ini. Terima kasih dan mohon maaf sebelumnya,” tulisnya melalui aplikasi pesan.
Reporter: Rhomi
