Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kota Tangsel
  • Kab Tangerang
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Rabu, 18 Maret 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Opini

Peran Teknologi Digital dalam Meningkatkan Mutu Evaluasi Pembelajaran di Pendidikan Nonformal

Redaksi TU
Redaksi TU
Sabtu, 20 Desember 2025 | 14:23 WIB
SHARE

Tangerangupdate.com – Pemanfaatan teknologi digital semakin mendapat perhatian dalam upaya meningkatkan mutu evaluasi pembelajaran pada pendidikan nonformal. Perkembangan ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendidikan yang fleksibel, adaptif, dan relevan dengan tuntutan keterampilan abad ke-21.

Pendidikan nonformal, seperti kursus keterampilan, pelatihan kerja, program kesetaraan, serta pelatihan berbasis komunitas, melayani peserta didik dengan latar belakang usia, pengalaman, dan kebutuhan belajar yang beragam. Oleh karena itu, evaluasi pembelajaran menjadi elemen penting untuk memastikan bahwa proses pembelajaran benar-benar menghasilkan kompetensi yang diharapkan.

- Advertisement -
Ad imageAd image


Evaluasi pembelajaran berbasis teknologi digital dalam pendidikan nonformal merujuk pada pemanfaatan perangkat dan platform digital untuk merancang, melaksanakan, serta menganalisis hasil belajar peserta didik. Bentuk evaluasi ini dapat berupa kuis daring, portofolio digital, penilaian berbasis proyek, survei refleksi pembelajaran, hingga pencatatan capaian kompetensi secara sistematis.

Berbeda dengan evaluasi konvensional yang umumnya dilakukan di akhir program, teknologi digital memungkinkan proses evaluasi berlangsung secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan kegiatan pembelajaran.


Penerapan teknologi digital dalam evaluasi pembelajaran menjadi penting karena hingga saat ini masih banyak program pendidikan nonformal yang mengandalkan indikator sederhana, seperti kehadiran atau penyelesaian materi, sebagai tolok ukur keberhasilan. Pendekatan tersebut belum sepenuhnya mampu menggambarkan pencapaian kompetensi peserta didik secara komprehensif.

Akibatnya, evaluasi cenderung bersifat administratif dan kurang memberikan umpan balik yang bermakna bagi pendidik maupun peserta didik. Teknologi digital menawarkan peluang untuk menghadirkan evaluasi yang lebih objektif, terdokumentasi dengan baik, serta mudah dianalisis sebagai dasar perbaikan pembelajaran.

BACA JUGA:  Internalisasi Nilai Dasar Perjuangan HMI: Spirit Gerak Kader melalui Teologis, Kosmologis, Antropologis


Penerapan evaluasi digital dalam pendidikan nonformal melibatkan berbagai pihak, antara lain pengelola lembaga, pendidik atau instruktur, serta peserta didik. Pengelola lembaga berperan dalam menetapkan kebijakan dan sistem evaluasi yang digunakan, sementara pendidik bertanggung jawab merancang instrumen penilaian yang selaras dengan tujuan pembelajaran.

Peserta didik menjadi subjek utama yang memperoleh manfaat dari evaluasi yang lebih transparan dan terarah. Selain itu, pemangku kepentingan lain seperti mitra industri, komunitas, dan pemerintah juga berkepentingan terhadap data evaluasi untuk menilai efektivitas program.


Evaluasi pembelajaran berbasis teknologi digital relevan diterapkan di berbagai wilayah, baik perkotaan maupun perdesaan. Seiring meningkatnya penggunaan perangkat digital, proses evaluasi tidak lagi terbatas pada ruang kelas fisik. Peserta didik dapat mengakses evaluasi melalui gawai, sementara pendidik dapat memantau perkembangan belajar tanpa terikat oleh lokasi dan waktu.

Kondisi ini mendukung penyelenggaraan pendidikan nonformal yang menjangkau peserta didik dengan keterbatasan waktu dan mobilitas.
Momentum transformasi evaluasi digital dinilai tepat dilakukan saat ini, seiring dengan meningkatnya pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran dalam beberapa tahun terakhir. Banyak lembaga pendidikan nonformal mulai mengadopsi pembelajaran daring maupun kombinasi daring dan luring.

BACA JUGA:  Investasi Strategis Bangsa: Pemberdayaan Guru sebagai Agen Transformasi Peradaban

Oleh karena itu, sistem evaluasi juga perlu menyesuaikan agar mutu dan akuntabilitas pembelajaran tetap terjaga. Penundaan transformasi evaluasi berpotensi membuat pendidikan nonformal tertinggal dalam menjamin kualitas program yang diselenggarakan.


Teknologi digital dapat meningkatkan mutu evaluasi pembelajaran melalui beberapa cara. Pertama, pendidik dapat memantau perkembangan peserta didik secara berkala melalui data yang tersimpan secara sistematis. Kedua, teknologi memungkinkan pemberian umpan balik yang lebih cepat dan terstruktur sehingga peserta didik dapat segera mengetahui kekuatan dan kelemahan mereka. Ketiga, penggunaan indikator dan rubrik penilaian yang jelas membantu mengurangi subjektivitas.

Selain itu, data evaluasi yang terdokumentasi dengan baik memudahkan lembaga dalam melakukan analisis serta perbaikan program secara berkelanjutan.
Berbagai laporan umum menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital dalam sektor pendidikan, termasuk pendidikan nonformal, terus mengalami peningkatan. Platform pembelajaran dan evaluasi daring menjadi sarana utama dalam pelatihan keterampilan dan peningkatan kompetensi. Lembaga yang menerapkan sistem evaluasi digital umumnya memiliki pencatatan hasil belajar yang lebih tertata, mudah dilaporkan, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada mitra dan masyarakat.


Meskipun demikian, penerapan evaluasi digital juga menghadapi sejumlah tantangan. Kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penentu keberhasilan, mengingat tidak semua pendidik nonformal memiliki literasi digital yang memadai untuk merancang dan mengelola evaluasi berbasis teknologi. Selain itu, keterbatasan akses perangkat dan jaringan masih dialami oleh sebagian peserta didik.

BACA JUGA:  NDP Sebagai Arah Gerak Kader HMI di Era Perubahan

Oleh karena itu, penerapan teknologi perlu disesuaikan dengan kondisi setempat, misalnya melalui pendekatan kombinasi daring dan luring agar tetap inklusif. Aspek etika dan perlindungan data juga perlu mendapat perhatian serius. Evaluasi berbasis teknologi melibatkan pengumpulan data peserta didik yang harus dikelola secara bertanggung jawab. Lembaga pendidikan nonformal perlu memastikan bahwa data digunakan semata-mata untuk kepentingan pembelajaran dan peningkatan mutu, serta dilindungi dari potensi penyalahgunaan.


Pada akhirnya, pemanfaatan teknologi digital dalam evaluasi pembelajaran di pendidikan nonformal bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, melainkan merupakan bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Dengan perencanaan yang matang, peningkatan kapasitas pendidik, serta kebijakan yang berorientasi pada peserta didik, teknologi digital dapat menjadi instrumen penting dalam mewujudkan evaluasi pembelajaran yang objektif, transparan, dan berdampak nyata. Dengan demikian, pendidikan nonformal diharapkan semakin berperan sebagai jalur pembelajaran yang bermutu dan relevan bagi kebutuhan masyarakat.

Penulis : Eneng Septianingsih (Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Fakultas keguruan dan ilmu Pendidikan,Program studi Pendidikan Non Formal)

Disclaimer: artikel ini adalah kiriman dari pembaca Tangerangupdate.com. Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.

Editor & Reporter
Reporter: Redaksi TU
TAGGED:Opini
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

Terpopuler

Foto: Harris Hotel & Convention Serpong | Dok. Istimewa

Summarecon Resmikan Harris Hotel & Convention Serpong, Perkuat Posisi sebagai Regional Hub

Foto: Kampus Universitas Pamulang (Unpam) - Viktor | Dok. Tangerangupdate.com

Dosen Unpam Terduga Pelaku Pelecehan di KRL Terancam Sanksi Kampus

Walikota Tangsel Benyamin Davnie saat di Wawancarai di Gedung Pemkot Tangsel/ Foto: Fery

TPP ASN Tangsel Disorot, Diduga Tak Sesuai Formula hingga Berpotensi Rugikan Keuangan Daerah

Penampakan Irigasi yang diduga beralih fungsi dan hilang / Foto : Dok.TU

Aliran Irigasi di Pondok Aren Diduga Beralih Fungsi, Warga Sebut Kini Jadi Lahan Mitra 10 Bintaro Jaya

Dosen Universitas Pamulang laporkan pihak yang dianggap menyebarkan tuduhan yang dinilai belum terbukti atas dugaan pelecehan seksual di Commuter Line | Foto: Tangkapan layar/Instagram frankahendra

Merasa Dihakimi, Dosen Terduga Pelaku Pelecehan di KRL Tempuh Jalur Hukum

Salah satu reklame berbentuk Videotron Diduga tidak berizin/ Foto : Dok. TU

Reklame Menjamur di Tangsel, Tapi Banyak Diduga Tak Miliki PBG

Berita Terkait

Foto: Ahmad Priatna S.T., S.H | Dok. Pribadi
Opini

Tiga Pemikir Revolusi Iran dan Jejaknya dalam Konflik Global

Foto: H. Ahmad Imron (Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Banten/Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Falahiyyah | Dok. Pribadi
Opini

Khidmah sebagai Jalan: Gus Salam dan KH Said Aqil Siroj Menjaga Arah NU

Foto:Muhammad Habib Qufront.RE (Sekretaris Bidang P3A Komisariat Pamulang) | Dok. Pribadi
Opini

Guru Dilaporkan, Pemerintah Daerah Menghilang: Potret Buram Perlindungan Pendidikan

Foto: Entis Sumantri, Aktivis HMI & Sekretaris Umum DPD KNPI Kabupaten Pandeglang Periode 2025–2028 | Dok. Pribadi
Opini

Banjir Tahunan Pandeglang: Antara Alam, Ulah Manusia, dan Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Foto: Naseh Al-Aziiz | Dok. Pribadi
Opini

NDP Sebagai Arah Gerak Kader HMI di Era Perubahan

Foto: Muzhawwir Yunus | Dok. Pribadi
Opini

Internalisasi Nilai Dasar Perjuangan HMI: Spirit Gerak Kader melalui Teologis, Kosmologis, Antropologis

Foto: Doni Nuryana | Dok. Pribadi
Opini

Insan Kamil: Pijakan Teologis Menghadapi Arus Teknologi

Foto: Alwi Asparin, S.T | Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ciputat | Dok. Pribadi
Opini

Investasi Strategis Bangsa: Pemberdayaan Guru sebagai Agen Transformasi Peradaban

Jangan Lewatkan

Foto: Harris Hotel & Convention Serpong | Dok. Istimewa

Summarecon Resmikan Harris Hotel & Convention Serpong, Perkuat Posisi sebagai Regional Hub

Rabu, 18 Maret 2026
Foto: Ilustrasi/KAI Commuter

Viral Dugaan Pelecehan di KRL, Korban Sebut Pelaku Dosen Unpam

Minggu, 15 Maret 2026
Ilustrasi MRT / Foto: @mrt

Rencana MRT Masuk Tangsel Menguat, Dua Jalur Lewati Ciputat hingga Serpong

Kamis, 12 Maret 2026
Dosen Universitas Pamulang laporkan pihak yang dianggap menyebarkan tuduhan yang dinilai belum terbukti atas dugaan pelecehan seksual di Commuter Line | Foto: Tangkapan layar/Instagram frankahendra

Merasa Dihakimi, Dosen Terduga Pelaku Pelecehan di KRL Tempuh Jalur Hukum

Senin, 16 Maret 2026
Foto: Posko mudik Tangerang Selatan | Istimewa

Dishub Tangsel Siapkan 6 Posko Mudik Idulfitri 1447 H untuk Pantau Arus Mudik dan Balik

Senin, 16 Maret 2026
DPRD Tangsel (Ist)

RTRW Tangsel Disorot, PWI Ungkap Banyak Anak Kali Hilang Diduga Beralih Fungsi

Kamis, 12 Maret 2026
Foto: diduga maling saat sedang membobol sepeda motor di depan ruko percetakan di Jalan MH Thamrin, Panunggangan | Tangkapan layar/Tangerangupdate.com

Motor Pegawai Percetakan di Kota Tangerang Raib Dicuri Jelang Lebaran

Kamis, 12 Maret 2026
Walikota Tangsel Benyamin Davnie saat di Wawancarai di Gedung Pemkot Tangsel/ Foto: Fery

TPP ASN Tangsel Disorot, Diduga Tak Sesuai Formula hingga Berpotensi Rugikan Keuangan Daerah

Rabu, 18 Maret 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp