Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • kabupaten tangerang
  • Kota Tangsel
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Jumat, 29 Agustus 2025
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Opini

Orang-Orang Kiri di Tribun Sepakbola

Redaksi TU
Redaksi TU
Senin, 1 Juni 2020 | 18:10 WIB
SHARE
Ilustrasi Sepakbola

Sepak bola merupakan olahraga terpopuler seantero dunia. Tak kenal usia tua maupun muda sangat menyukai olahraga nomor wahid ini. Di daerah perkotaan, pedesaan bahkan di pelosok-pelosok sekalipun akan dengan mudah kita jumpai masyarakat-masyarakat yang memainkan bola, terlebih khusus anak muda. Berbicara sepak bola, ada baiknya di awali dengan mengulas sejarah lahirnya sepakbola itu sendiri. Awal mula sepak bola adalah berasal dari luar Indonesia, yakni China.

Lahirnya sepak bola di China tepatnya pada masa Dinasti Han yang berlangsung pada abad ke-2 atau abad ke-3 sebelum diterapkannya penanggalan Masehi. Sepak bola pada saat itu menggunakan bola kulit dan gawang yang berjaring kecil, sehingga cukup sulit untuk memasukannya. 

- Advertisement -
Ad imageAd image

Masuknya olahraga sepak bola di Indonesia tak dapat dilepaskan dari kunjungan bangsa lain yang melakukan perdagangan atau penjajahan. Pertama kali sepak bola di Indonesia di perkenalkan oleh China yang ingin menunjukan superioritasnya agar tidak kalah dengan negara-negara eropa. Sejarah sepak bola di Indonesia juga bukan sebatas olahraga sahaja. Tak bisa dipungkiri bahwa sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia tak hanya dilakukan lewat perlawanan senjata ataupun jalur diplomasi di meja perundingan. Pada nyatanya sepak bola juga memiliki peran dalam menggelorakan semangat kaum muda dan tokoh-tokoh pergerakan Tanah Air untuk menumbuhkan identitas dan spirit kebangsaan untuk terlepas dari Kolonialisme Belanda. 

BACA JUGA:  Tantangan Partai Politik Atas Putusan MK NO. 135/PUU-XXII/2024

Saat itu pemerintah Kolonial Belanda menunjukan superioritas kultural atas olahraga sepak bola dengan menaruh papan pengumuman yang bertuliskan dalam bahasa Belanda “Verbooden voor Inlanders en Hounden” dalam bahasa Indonesia artinya “Dilarang masuk untuk Pribumi dan Anjing” di beberapa lapangan sepak bola yang berada di Jakarta atau saat itu bernama Batavia. Dahulu tokoh-tokoh seperti Mohammad Hatta, M.H Thamrin, Sjahrir, dan Tan Malaka memandang sepak bola sebagai alat perjuangan dan penumbuh rasa kebangsaan untuk golongan anak bangsa. Kini, olahraga yang “katanya” pemersatu bangsa sudah menyimpang dari jalur pemersatu itu sendiri.

Perselisihan antar supporter yang terindikasi sikap fanatisme yang berlebih sehingga menghilangkan segala bentuk nilai daripada kemanusiaan. Menjadi supporter tidaklah perlu melakukan tindakan bodoh semacam rasis dan diskriminatif, tapi jadilah supporter yang lebih baik daripada itu. Karena musuh kita hanya satu, orang-orang yang menjadikan sepak bola sebagai komoditas. Supporter sepak bola yang juga memahami ideologi “kiri” menggunakan sepak bola sebagai media untuk melawan penguasa, melawan rasisme, menyuarakan isu-isu sosial, serta bersolidaritas dan tentunya untuk melawan fasisme guna mengembalikan sepak bola menjadi alat pemersatu bangsa tanpa memandang status sosial, ras, suku, maupun agama.

BACA JUGA:  Ciputat: Pusat Kota yang Terlupakan dalam Bayang-Bayang Kemewahan Swasta

Fajar Rahman (Penggiat Litaerasi)

TAGGED:Opinisepakbola
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

WhatsApp Image 2025-08-16 at 7.48.48 PM
WhatsApp Image 2025-08-16 at 7.45.10 PM
iklan
WhatsApp Image 2025-08-16 at 8.15.38 PM

Terpopuler

Inspektur Kota Tangsel, Achmad Zubair | Dok. Istimewa

Dijamu Durian Musang King, Auditor di Tangsel Dinilai ICW Nir Etika

Ketua Umum HMI Cabang Ciputat, Irhas Abdul Hadi | Dok. Istimewa

HMI Ciputat Kutuk Aksi Brimob Lindas Pendemo Hingga Tewas di Jakarta

Ketua Komisi Kejaksaan (Komjak) RI, Pujiyono Suwadi | foto: Instagram/komisikejaksaaanofficial

Komjak Dorong IKA SAKTI Laporkan Kejari Gegara Lamban Tangani Dugaan Korupsi RSUD Tigaraksa

Pengamat kebijakan publik M. Mahrus Alvy Al Wahidy/ Foto : Istimewa

APBD Tangsel 2025 Membengkak Rp5 Triliun, Publik Kritik: Rakyat Hanya Jadi Penonton

Ribuan ikan di Situ Cangkring mati gegara limbah industri | Dok. Istimewa

DLH Kota Tangerang: Situ Cangkring Tercemar Limbah Industri

Ketua RW 03, Kelurahan Pakualam, Rochman menunjukkan jalan hasil patungan warga Kampung Kandang Sapi Lor | Dok. Tangerangupdate.com

Lurah Panungganan Bantah Jalan Hasil Patungan Warga Serpong Utara Masuk Wilayah Kota Tangerang

Berita Terkait

Foto: Ilustrasi/Freepik: prostooleh
Opini

Preeklampsia sebagai Ancaman Tersembunyi bagi Ibu Hamil dan Janin

Ilustrasi
Opini

Gemuk atau Sehat? Menelusuri Akar Obesitas dan Cara Kembali Bugar

Peneliti RIGHTS, Septian Haditama (Dok. Istimewa)
Opini

Jolly Roger (Bendera One Piece): Alarm Perbaikan atau Revolusi bagi Republik Indonesia ke-80

Irhas Abdul Hadi Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ciputat.
Nasional

Membangun SDM Indonesia: Jalan Panjang Menuju Abad Ketiga Milenium

Irhas Abdul Hadi Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ciputat.
Kota Tangsel

Ciputat: Pusat Kota yang Terlupakan dalam Bayang-Bayang Kemewahan Swasta

Foto: Lukman Hakim (Direktur Eksekutif Yayasan Harsha Citra Indonesia) | Dok. Pribadi
Opini

Tantangan Partai Politik Atas Putusan MK NO. 135/PUU-XXII/2024

Presiden Prabowo Subianto | Foto : Kantor Staff Presiden RI
Opini

Mengkritik Pidato Presiden di Hari Lahir Pancasila, (Dari Adu Domba ke Adu Diksi)

Opini

Menyoal 100 Hari Kerja Periode Kedua Benyamin Davnie – Pilar Saga IchsanMembangun Kota Tangerang Selatan.

Jangan Lewatkan

Sekretaris Inspektorat Sri Juli Rahayu terakhir melaporkan LHKPN pada 27 Januari 2022 (Dok. Tangerangupdate.com)

Usai Audit Proyek, Tim Inspektorat Tangsel Pesta Durian Musang King

Rabu, 27 Agustus 2025
Tangkapan Layar SMPN 23 Tangerang yang Diduga Guru Lakukan Pelecehan ke Siswa /Dok. TU/ Foto: Juno

Kasus Dugaan Pelecehan Eks Wakepsek SMP di Tangerang, 2 Korban Terbaru Merupakan Ayah dan Anak

Sabtu, 23 Agustus 2025
Gedung Serba Guna (GSG) Paku Jaya yang di Bangun dengan anggaran 10 Milyar /Dok. TU (Juno)

Pemkot Tangsel Gelontorkan Rp10 Miliar untuk Penataan Paku Jaya Permai, Termasuk Bangun GOR dan Drainase

Senin, 25 Agustus 2025
Lurah Pakualam, Sukron Makmun saat mendatangi Kampung Kandang Sapi Lor | Dok. Tangerangupdate.com

Warga Pakualam Patungan Bangun Jalan, Lurah: Gak Sabaran

Senin, 25 Agustus 2025
R ditangkap usai kepergok mencuri di Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) | Dok. Istimewa

Hobi Curi Sepatu, Pemuda di Ciputat Ditangkap Polisi

Senin, 25 Agustus 2025
Ribuan ikan di Situ Cangkring mati gegara limbah industri | Dok. Istimewa

DLH Kota Tangerang: Situ Cangkring Tercemar Limbah Industri

Rabu, 27 Agustus 2025
Alumni Sekolah Anti Korupsi (IKA SAKTI) Tangerang, Doni Nuryana di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang | Dok. Tangerangupdate.com

Dinilai Lamban, IKA SAKTI Desak Kejari Serius Usut Dugaan Korupsi Lahan RSUD Tigaraksa

Selasa, 26 Agustus 2025
Ketua RW 03, Kelurahan Pakualam, Rochman menunjukkan jalan hasil patungan warga Kampung Kandang Sapi Lor | Dok. Tangerangupdate.com

Lurah Panungganan Bantah Jalan Hasil Patungan Warga Serpong Utara Masuk Wilayah Kota Tangerang

Rabu, 27 Agustus 2025
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp