Tangerangupdate.com – Pembangunan long storage di Jalan Ceger Raya, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), yang ditujukan untuk mengatasi genangan, justru menyisakan persoalan keselamatan warga setelah tiang listrik dan trafo milik PLN roboh hingga menimpa rumah penduduk.
Insiden yang terjadi pada Minggu (1/11/2026) malam tersebut memperlihatkan adanya risiko pekerjaan konstruksi ketika dilakukan berdekatan dengan infrastruktur kelistrikan.
Kepala Bidang Sumber Daya Air DSDABMBK Tangsel, Eka Pribawa Achirudin, menyebut pembangunan long storage merupakan bagian dari upaya mengatasi genangan yang selama ini kerap terjadi di kawasan Pasar Ceger dan jalan sekitarnya.
Infrastruktur tersebut direncanakan memiliki panjang sekitar 80 meter dengan dimensi galian sekitar 1,2 x 1,2 meter.
Konsepnya adalah menampung air sementara sebelum dialirkan menggunakan pompa menuju Kali Ciputat.
“Kalau konsep long storage, long storage itu adalah kolam tampungan yang memanjang. Nah, itu dibangun di lahan-lahan yang ada banjir atau genangan,” kata Eka.
Untuk pekerjaan pada bagian yang ditanyakan, Eka menyebut nilai kontraknya berada di kisaran Rp800 juta.
Namun, pembangunan infrastruktur pengendalian banjir tersebut kini harus berhadapan dengan persoalan lain setelah gardu PLN berkapasitas 400 KVA di sekitar galian roboh dan menimpa rumah warga.
Penggalian Berdekatan dengan Gardu Listrik
Eka menjelaskan, posisi galian berada cukup dekat dengan tiang dan gardu PLN. Setelah penggalian dilakukan, kondisi tanah di sekitar penyangga tiang disebut mengalami perubahan.
Terlebih, hujan deras yang mengguyur kawasan Pondok Aren membuat air merembes ke sekitar galian dan diduga mengikis tanah penopang.
Menurut Eka, konstruksi penyangga tiang tidak cukup kuat menghadapi perubahan kondisi tanah tersebut.
“Ternyata nggak ada dalam, sama aja kayak tiang listrik yang ada, kedorong,” ujarnya.
Meski demikian, belum ada hasil pemeriksaan teknis independen yang memastikan faktor penyebab robohnya gardu.
Peringatan Warga Sebelum Kejadian
Persoalan keselamatan proyek juga menjadi sorotan setelah keluarga korban mengaku telah memperingatkan kontraktor sejak Jumat (30/10/2026).
Anak pemilik rumah, Angga, mengatakan warga melihat kondisi tanah di sekitar pondasi tiang mulai rentan akibat penggalian yang berlangsung sejak 24 Oktober 2026.
“Dari hari Jumat itu sudah mereminder ke kontraktor bahwasanya ini sepertinya agak riskan nih di bagian bawah dari trafo yang listrik ini,” kata Angga.
Bahkan, warga telah merekam kondisi pondasi dan meminta kontraktor segera melakukan tindak lanjut.
“Sudah ada videonya. Tolong segera di-follow up karena mengingat ini hujan, takutnya semakin lama semakin tergerus, akan jatuh,” ujarnya.
Namun, menurut Angga, tindak lanjut belum sempat dilakukan hingga tiang dan trafo roboh pada Minggu malam.
Saat kejadian, ibu Angga yang merupakan lansia berada di dalam rumah. Beruntung, ia tidak berada di bagian bangunan yang tertimpa.
Tidak ada korban jiwa maupun luka, tetapi rumah keluarga Angga mengalami kerusakan.
Keselamatan Warga Jangan Diabaikan
Pasca kejadian, pihak PLN melakukan penanganan dan evakuasi terhadap tiang serta trafo yang roboh. Sementara kontraktor telah menemui keluarga korban dan menyatakan kesediaannya memperbaiki kerusakan rumah.
Eka juga memastikan kerugian warga akan ditanggung oleh pelaksana proyek.
“Terus nanti untuk kerugian rumah ditanggung sama pelaksana,” katanya.
Namun, tanggung jawab mengganti kerusakan rumah tidak serta-merta menyelesaikan persoalan keselamatan pekerjaan.
Pemkot Tangsel perlu menjelaskan apakah pembangunan long storage tersebut telah dilengkapi kajian risiko terhadap keberadaan jaringan listrik, bagaimana metode pengamanan pondasi tiang selama penggalian, serta bagaimana pengawasan dilakukan ketika pekerjaan berlangsung di dekat rumah warga.
Proyek pengendalian banjir semestinya tidak hanya diukur dari kemampuan menampung dan mengalirkan air. Aspek keselamatan masyarakat dan perlindungan infrastruktur yang sudah ada juga menjadi bagian penting dari tanggung jawab penyelenggara proyek.
Sebab, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari selesainya pekerjaan fisik, tetapi juga dari sejauh mana proyek tersebut tidak menimbulkan risiko baru bagi masyarakat.
Reporter: Juno






