Tangerangupdate.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memperkuat langkah penanganan bencana, terutama menghadapi kekeringan dan potensi kebakaran lahan di sejumlah wilayah.
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, langkah tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Jumat (11/9/2026).
Rapat tersebut membahas perkembangan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau sekaligus kondisi kekeringan yang terjadi di wilayah Tangsel.
Menurut Pilar, masing-masing perangkat daerah telah melaporkan penanganan yang sudah berjalan maupun langkah lanjutan yang akan dilakukan. Upaya tersebut juga dilakukan dengan melibatkan dan berkoordinasi bersama instansi vertikal.
Untuk mengatasi kekeringan, Pemkot Tangsel terus menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak.
Hingga 8 September 2026, total air bersih yang telah didistribusikan mencapai 943.950 liter. Penyaluran dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama kondisi kekeringan berlangsung.
Di sisi lain, pemerintah juga mengambil sejumlah langkah menyikapi dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Penyemprotan jalan dilakukan di sejumlah titik sebagai bagian dari upaya dust suppression. Pemkot Tangsel juga memperluas pembagian masker melalui Dinas Kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas dan posyandu, serta melalui kegiatan Ngider Sehat.
PMI Kota Tangerang Selatan turut membantu penanganan dengan membagikan ribuan masker kepada masyarakat yang tersebar di tujuh kecamatan.
Sementara itu, BPBD Kota Tangsel terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memantau perkembangan serta arah pergerakan abu vulkanik.
Pilar menyebut berdasarkan informasi hingga 10 September 2026, aktivitas Gunung Anak Krakatau telah mengalami penurunan yang cukup drastis.
“Alhamdulillah, aktivitas Gunung Anak Krakatau sudah turun secara drastis. Mudah-mudahan ke depannya bisa reda,” kata Pilar.
Pemkot Tangsel juga masih melakukan koordinasi terkait pencarian salah satu warga Tangsel yang menjadi bagian dari tim jurnalis dan hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Pilar mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mendoakan agar warga tersebut dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Antisipasi Kebakaran di Cipeucang
Selain persoalan kekeringan, Pemkot Tangsel meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan di kawasan Cipeucang.
Pilar mengatakan sekitar 70 persen area di kawasan tersebut telah dilakukan pengurukan. Langkah ini dilakukan untuk menutup timbunan sampah sekaligus mengurangi risiko longsor dan kebakaran.
Pengamanan kawasan juga diperkuat dengan penjagaan selama 24 jam. Pemerintah turut melakukan clear area di sekitar Cipeucang untuk mencegah masyarakat melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya pembakaran sampah.
“Jangan sampai ada aktivitas masyarakat di sekitar lingkungan Cipeucang, terutama pembakaran sampah,” tegas Pilar.
Pemkot Tangsel memastikan langkah mitigasi, pengawasan, serta koordinasi lintas instansi terus diperkuat. Upaya tersebut dilakukan untuk menekan risiko bencana sekaligus menjaga keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan masyarakat.
Reporter: Juno






