Tangerangupdate.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi paparan abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Imbauan ini disampaikan menyusul peningkatan aktivitas vulkanik gunung tersebut yang kini berstatus Level III atau Siaga.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, MKM, mengatakan abu vulkanik berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan apabila terhirup, mengenai mata, maupun mengenai kulit. Karena itu, warga diminta menerapkan langkah-langkah perlindungan diri, terutama saat kondisi udara terlihat berkabut, berdebu, atau terdapat abu vulkanik di lingkungan sekitar.
Masker N95 Jadi Rekomendasi Utama
Dinkes Tangsel menganjurkan masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Masker N95 direkomendasikan karena mampu menyaring partikel-partikel kecil, termasuk abu vulkanik.
Apabila masker N95 tidak tersedia, masker medis biasa dapat digunakan sebagai perlindungan tambahan.
Sederet Langkah Perlindungan yang Diimbau
Selain memakai masker, Dinkes Tangsel merinci sejumlah langkah pencegahan yang perlu dilakukan warga, di antaranya:
- Mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat abu vulkanik sedang menyebar;
- Menggunakan kacamata pelindung agar abu tidak mengenai mata;
- Tetap berada di dalam ruangan apabila sebaran abu vulkanik cukup tebal;
- Membersihkan mata dan hidung dengan air bersih jika terpapar abu;
- Mencuci tangan dan wajah setelah beraktivitas di luar ruangan;
- Membersihkan abu yang menempel di atap, halaman, dan saluran air secara berkala;
- Tidak membakar sampah atau bahan lain yang dapat memperburuk kualitas udara;
- Berhati-hati saat berkendara karena jarak pandang bisa berkurang akibat abu vulkanik;
- Memperbanyak konsumsi air putih untuk menjaga kondisi tubuh; dan
- Mengikuti perkembangan informasi hanya dari sumber resmi pemerintah dan instansi terkait.
Segera Periksa Diri Jika Alami Gejala Ini
Dinkes Tangsel juga meminta warga yang mengalami keluhan kesehatan setelah terpapar abu vulkanik agar segera menjauh dari sumber paparan dan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:
Batuk, sesak napas, atau gangguan pernapasan lainnya;Iritasi mata seperti mata merah, perih, atau berair; dan Iritasi kulit seperti gatal atau kemerahan. Pemeriksaan disarankan dilakukan di UPTD Puskesmas, rumah sakit, atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, terutama jika keluhan menetap, semakin berat, atau disertai kesulitan bernapas.
“Masyarakat diharapkan tetap tenang, waspada, serta menerapkan langkah-langkah perlindungan kesehatan sesuai kondisi lingkungan masing-masing. Lindungi diri dan keluarga dari paparan abu vulkanik. Gunakan masker dan ikuti informasi resmi dari pemerintah,” tulisnya dalam imbauan tersebut.
Reporter: Admin TU






