Tangerangupdate.com – Alokasi anggaran pengadaan mebel sekolah senilai Rp6.574.884.000 yang tercantum dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) Tahun Anggaran 2026 menuai sorotan dari kalangan mahasiswa.
Anggaran tersebut dinilai perlu dijelaskan secara terbuka kepada publik, terutama di tengah masih banyaknya persoalan pendidikan yang belum sepenuhnya teratasi di Kabupaten Tangerang.
Sorotan itu disampaikan Aliansi Mahasiswa Penegak Demokrasi (AMPD) saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Rabu (3/6/2026).
Koordinator Aksi AMPD, Gandi Sadewa, mempertanyakan skala prioritas penggunaan anggaran pendidikan di Kabupaten Tangerang.
Mahasiswa menilai pemerintah daerah perlu memastikan bahwa setiap kebijakan anggaran benar-benar menjawab kebutuhan paling mendesak di sektor pendidikan.
Menurut Gandi, masih terdapat sejumlah persoalan yang memerlukan perhatian serius, mulai dari kondisi sarana dan prasarana sekolah hingga tingginya angka anak yang tidak melanjutkan pendidikan.
“Berdasarkan data yang kami temukan dalam SiRUP Tahun Anggaran 2026, terdapat alokasi anggaran yang cukup besar untuk pengadaan mebel sekolah,” ujar Gandi.
Data Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang menunjukkan terdapat 21.829 anak usia sekolah dari jenjang SD hingga SMA yang masuk kategori putus sekolah maupun lulus tetapi tidak melanjutkan pendidikan.
Bagi mahasiswa, angka tersebut menjadi indikator bahwa persoalan akses pendidikan masih menjadi tantangan yang perlu mendapatkan perhatian besar dari pemerintah daerah.
“Ketika masih ada puluhan ribu anak yang tidak melanjutkan pendidikan, wajar jika publik mempertanyakan apakah alokasi anggaran yang ada sudah ditempatkan pada kebutuhan yang paling prioritas,” kata Gandi.
Selain itu, mahasiswa menyoroti kondisi sejumlah fasilitas pendidikan yang dinilai masih membutuhkan perbaikan. Mereka meminta pemerintah daerah menjelaskan secara terbuka bagaimana pengadaan mebel sekolah tersebut akan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dedi, menegaskan bahwa pengadaan mebel sekolah yang menjadi sorotan mahasiswa hingga saat ini belum memasuki tahap pelaksanaan.
“Belum ada pelaksanaan apa-apa, belum ada lelang-lelang, belum ada. Kan nanti melalui e-purchasing. Sampai sekarang belum ada sama sekali,” kata Dedi kepada wartawan.
Ia juga membantah anggapan bahwa proses pengadaan telah berjalan. Menurutnya, kegiatan tersebut masih berada dalam tahap perencanaan sehingga rincian pelaksanaan belum dapat ditunjukkan sebagaimana yang dipersoalkan mahasiswa.
Dedi menegaskan bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang terbuka terhadap kritik dan pengawasan publik. Pihaknya juga mempersilakan mahasiswa maupun masyarakat untuk berdialog secara langsung guna memperoleh penjelasan terkait rencana pengadaan tersebut.
“Ini negara demokrasi. Kalau memang mahasiswa punya pemikiran atau ingin menyampaikan sesuatu, monggo saja. Kami terbuka untuk dialog. Kalau mau berdialog silakan, kami siap menerima,” ujarnya.
Dedi menambahkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang siap membuka ruang diskusi untuk menjelaskan rencana pengadaan mebel sekolah yang saat ini masih berada pada tahap perencanaan dan belum memasuki proses pelaksanaan.
“Kita terbuka untuk ruang dialog untuk menjelaskan terkait pengadaan mebel sekolah,” pungkasnya.
Reporter: Rhomi
