Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Minggu, 6 September 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Opini

Refleksi Milangkala PMRS Ke-4: Kenapa Harus Kebudayaan?

Rhomi
Sabtu, 28 Mei 2022 | 18:15 WIB
Img 20220528 Wa0013
Img 20220528 Wa0013
SHARE

Tangerangupdate.com (28/05/2022) — Paguyuban Mahasiswa Rantau Sunda (PMRS) telah beranjak pada usia yang ke-4 tahun. Usia yang terbilang masih muda bagi organisasi kemahasiswaan.

Dalam usia yang menapaki mas
a panen jagung itu, PMRS telah melakukan dua kali pengkaderan untuk mewujudkan potensi generasi Sunda yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kebudayaan. Lantas, kenapa mahasiswa Sunda harus peduli dengan Kebudayaan?

- Advertisement -
Ad imageAd image

PMRS berdiri di sebuah kota multietnik, berbagai mahasiswa dari penjuru Nusantara dengan bermacam latar belakang datang ke kota tersebut untuk menimba ilmu di Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, pada 26 Mei 2018.

Kendati membawa nama besar Sunda sebagai nama organisasi. Dalam perjalanannya, PMRS tidak hanya mengakomodir para mahasiswa asal Sunda yang notabennya berasal dari Jawa Barat atau Banten.

Ada di antara ratusan kader PMRS itu, berasal dari Sumatera Barat yang terkenal dengan Suku Minang, atau dari Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) yang berbangsa Aceh. Bahkan, kader dari luar identitas kesundaan itu kini ada yang menjadi pengurus aktif.

BACA JUGA:  Tantangan Partai Politik Atas Putusan MK NO. 135/PUU-XXII/2024

Hal ini membuktikan, kebudayaan yang menjadi basis ideologi pergerakan PMRS pahami bukanlah sebatas teritorial administratif, kesamaan suku atau bahasa sebagai alat berkomunikasi. Namun, tentang sebuah sistem nilai yang membentuk karakter bangsa Indonesia. Sehingga, bisa dikatakan, PMRS adalah organisasi fleksibel yang sejak awal terbentuknya membentengi diri dari jebakan fanatisme kesukuan.

Maka, pada gilirannya PMRS diharapkan mampu memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia. Salah satunya, mempertahankan keragaman budaya Indonesia.

PMRS harus berubah atau mati tertinggal
Di samping itu, arus globalisasi menghendaki kita bersanding dengan gelombang modernisasi. Gelombang yang membawa teknologi itu tentunya juga membawa pengaruh ke dalam kehidupan sosial dan budaya.

Artinya, mau tidak mau, kita harus siap dengan bermacam pengaruh kebudayaan. Namun demikian, sebagaimana di awal, PMRS tak perlu resistance dengan kebudayaan baru tersebut.
Tetapi, bagaimana kemudian kader PMRS dapat mengoptimalkan teknologi itu dan mentransformasikannya menjadi sebuah metode dalam pola pengkaderan. Tentunya, dalam realisasinya menyesuaikan dengan karakter kebudayaan yang PMRS pahami sendiri.

Selain itu, digitalisasi media yang kini melekat sebagai bagian dari kehidupan, benar-benar harus bisa dimanfaatkan oleh kader PMRS.
Kendati demikian, harus diakui, PMRS cukup tertinggal dalam hal penguasaan media dan literasi digital yang membuatnya miskin dalam gagasan, dan ringkih saat merespon isu kebudayaan.

BACA JUGA:  Ciputat: Pusat Kota yang Terlupakan dalam Bayang-Bayang Kemewahan Swasta

Banyak di antara kader PMRS itu kini cenderung berfikir “kita tak butuh itu”. Yang penting perluas jaringan, jago ngomong, sibuk berpolitik (meski minim strategi).

Ringkasnya, karena minimnya budaya literasi itu menyebabkan kader tidak memiliki keahlian dalam memanfaatkan media juga berimbas kepada keberlangsungan kaderisasi. Lalu, jika kaderasi terhenti, apa PMRS kemudian?
Pesan singkat pada Milangkala PMRS Ke-4
Jika sudah merasakan bahwa PMRS telah banyak tertinggal, sudah sepantasnya sebagai kader kita harus merefleksikan diri untuk kembali ke khittah paguyuban. Menengok kembali visi, misi dan tujuannya seperti yang termaktub di AD/ART.

Sehingga, di usianya yang masih belia, kapal yang sudah kita bangun dengan segenap cinta, persahabatan, ‘persebatan’ dan hasrat untuk kembali dan mengabdi “ka lemah cai” ini tetap berlayar menuju dermaga tujuannya. Yaitu “Menjadikan Paguyuban Mahasiswa Rantau Sunda sebagai pergerakan mahasiswa yang cerdas, dan beretika. Menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang berpikir modern, dan berwawasan global sehingga menghasilkan individu yang berkualitas, dan berkarakter.
Wilujeng Milangkala PMRS nu Ke-4.

BACA JUGA:  Ciputat: Pusat Kota yang Terlupakan dalam Bayang-Bayang Kemewahan Swasta

Penulis: Firmansyah adalah Kepala Bidang Humas, Komunikasi dan Informasi (Huminkom) PMRS periode 2018-2020.

Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pembaca Tangerangupdate.com. Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.

TAGGED:milangkala PMRSOpini
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

IMG-20260816-WA0001
IMG-20260816-WA0000
IMG-20260817-WA0000
IMG-20260816-WA0002
IMG-20260816-WA0003
IMG-20260810-WA0002

Terpopuler

Ilustrasi Pengunaan Masker N95 / Dok. TU

Waspada Abu Vulkanik, Dinkes Tangsel Keluarkan Imbauan Bagi Masyarakat

Warga yang menemukan Mobilnya penuh abu Vulkanik Gunung anak Krakatau/ Dok. TU

BMKG Deteksi Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Mencakup Banten-Jakarta

Warga Pamulang tunjukan debu yang menempel di Kendaraan depan rumahnya / Foto : Dok. TU

Abu Vulkanik Anak Krakatau Terpantau di Tangsel, Warga Pondok Aren hingga BSD Melapor

Ilustrasi Asap Industri/ Sumber : peng3

Nasib Warga Ciputat: Kena Ispa Dampak Asap Usaha Dendeng, Ngadu ke Pemkot Malah Disuruh Sabar

Foto bersama pasca pelantikan empat PPAT di Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang | Dok. Istimewa

Empat PPAT Resmi Dilantik Kepala Kantah Kabupaten Tangerang

Foto: Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan | Istimewa

Pendidikan dan Kesehatan Dapat Tambahan, APBD Perubahan Tangsel Capai Rp5,2 Triliun

Berita Terkait

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

Nikel, Karbon, dan Kuasa: HMI Menggugat Ketimpangan Transisi Energi Global

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

Krisis Ekologi adalah Krisis Kepemimpinan: Perspektif Ekoteosentris HMI

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

NDP HMI Dan Paradoks Industrialisasi: Meneguhkan Tauhid Sosial Untuk Kedaulatan Ekologi Indonesia

Catatan Kritis Kader HMI untuk Arah Baru Industrialisasi Indonesia | Dok. Pribadi
Opini

Transformasi Hijau-Digital Belum Cukup: Perempuan Harus Masuk Ruang Pengambilan Keputusan

Foto: Ilustrasi/istimewa
Opini

Ketika Kemarahan Mengalahkan Kemanusiaan

Foto: Purwanti,Dosen Program Studi Manajemen Universitas Pamulang | Dok. TU
Opini

Dosen Juga Perlu Bernapas: Menjaga Jiwa Tetap Sehat Bersama ORKI Tangerang Selatan

Foto: Denies Susanto, Akedemisi dan Praktisi Universitas Pamulang Kampus Serang | Dok. Tangerangupdate.com
Opini

Dari Nongkrong ke Nabung Saham: Wajah Baru Investasi Gen Z – belajar, bertumbuh, berkembang

Foto : ilustrasi/freepik
Opini

Sejarah Buddhisme Nusantara, Perjalanan Panjang Dari Mahayana Kuno Hingga Threvada Modern

Jangan Lewatkan

Ilustrasi Asap Industri/ Sumber : peng3

Nasib Warga Ciputat: Kena Ispa Dampak Asap Usaha Dendeng, Ngadu ke Pemkot Malah Disuruh Sabar

Sabtu, 5 September 2026
Foto: istimewa

Ngaku Polisi, Enam Pria Diduga Peras Penjaga Warung di Dadap Kosambi

Rabu, 2 September 2026
Foto: Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan | Istimewa

Pendidikan dan Kesehatan Dapat Tambahan, APBD Perubahan Tangsel Capai Rp5,2 Triliun

Kamis, 3 September 2026
Foto: suasana lorong lantai dua Pasar Gudang Tigaraksa | Dok. Tangerangupdate.com

Lantai Dua Pasar Gudang Tigaraksa Kian Sunyi, Pedagang Bertahan Menunggu Pembeli

Rabu, 2 September 2026
Ilustrasi Pengunaan Masker N95 / Dok. TU

Waspada Abu Vulkanik, Dinkes Tangsel Keluarkan Imbauan Bagi Masyarakat

Minggu, 6 September 2026
Warga yang menemukan Mobilnya penuh abu Vulkanik Gunung anak Krakatau/ Dok. TU

BMKG Deteksi Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Mencakup Banten-Jakarta

Minggu, 6 September 2026
Foto bersama pasca pelantikan empat PPAT di Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang | Dok. Istimewa

Empat PPAT Resmi Dilantik Kepala Kantah Kabupaten Tangerang

Kamis, 3 September 2026
Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin memperlihatkan dua sketsa wajah laki-laki yang diduga berkaitan dengan perkara pengeroyokan hingga mengakibatkan seorang meninggal dunia dalam kericuhan yang terjadi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu (2/9/2026). | Dok. Antara

Polisi Belum Temukan Keterlibatan Kelompok Ormas dalam Tragedi Pejompongan

Rabu, 2 September 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp