Tangerangupdate.com – Warga di sekitar Tandon Puri Bintaro Hijau 2, yang berlokasi di RT 03 RW 09 Kelurahan Pondok Aren, Kecamatan Pondok Aren, mengeluhkan masalah banjir yang sering terjadi setelah pembangunan tanggul setinggi 1,5 meter.
Alih-alih mengurangi genangan, tanggul itu justru disebut-sebut membuat air danau tidak dapat mengalir keluar, sehingga menyebabkan luapan ke permukiman warga.
Warga mengaku sempat mengeluhkan hal tersebut kepada pejabat terkait, namun keluhan mereka belum mendapat jawaban.
Seorang warga, yang tidak ingin disebutkan namanya, menjelaskan bahwa ketika permukaan air danau naik, ketinggiannya hanya berjarak sekitar 70 sentimeter dari puncak tanggul.
Kondisi ini menyebabkan beberapa rumah di sekitar danau, termasuk miliknya, terendam banjir hingga 10 sentimeter.
“Dulu sebelum ada tanggul, jarang banjir. Tapi setelah dibangun tanggul, air jadi tidak mengalir. Pintu pembuangan juga kadang tidak dibuka, jadi air meluap,” tuturnya, Kamis 28 Agustus 2025.
Ia menilai, sistem pembuangan air di tandon tersebut tidak berfungsi optimal karena pintu airnya sering kali tidak dibuka. Akibatnya, setiap kali debit air danau naik, air meluber ke permukiman sekitarnya.
“Pintu pembuangan air kadang tidak dibuka. Jadi (air meluber) ke semua area di samping danau,” tambahnya.
Warga berharap Pemerintah Kota Tangerang Selatan segera menemukan solusi agar masalah banjir tidak terus berulang.
”Harus ada solusinya, tidak bisa terus-menerus begini. Biar Wali Kota tahu, biar juga lurah dan camat turun melihat kondisi di lapangan,” ucapnya.
Warga juga meminta agar sistem pengendalian air di kawasan danau tersebut ditata ulang. Harapannya, tanggul yang dibangun benar-benar berfungsi menahan banjir, bukan malah menambah persoalan bagi masyarakat sekitar.
Terkait keluhan itu, Lurah Pondok Aren, Romi Amirudin, sebelumnya telah berjanji akan akan meninjau lokasi. “Insyaallah hari ini kita cek lokasi,” ujarnya singkat, Kamis 28 Agustus 2025, malam.
Namun, menurut keterangan warga, hingga Jumat, Lurah maupun stafnya tidak mendatangi lokasi untuk melakukan peninjauan seperti yang dijanjikan.
”Sudah pada nunggu dari habis Subuh katanya mau datang lurah dan orang kelurahan. Ditunggu dari habis Subuh sampai waktu salat Jumat,” ucapnya.
Camat Pondok Aren, Hendra belum memberikan pernyataan terkait keluhan warganya itu. Sementara itu, baik Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Roby Cahyadi maupun Kepala Bidang Sumber Daya Air Eka Pribawa tidak memberikan tanggapan saat dihubungi melalui telepon dan pesan singkat.
Sebagai informasi, proyek pembangunan Tandon Puri Bintaro Hijau 2 dikerjakan oleh CV Danapati Selatan Raya. Proyek ini tercatat dalam Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui DSDABMBK.
Dalam dokumen LPSE, pagu anggaran proyek ini mencapai Rp3,504 miliar dengan nilai HPS (Harga Perkiraan Sendiri) yang sama. CV Danapati Selatan Raya memenangkan tender dengan penawaran sebesar Rp3,332 miliar, yang kemudian disepakati sebagai harga negosiasi.
Selain pembangunan, proyek ini juga menyertakan kegiatan pengawasan. LPSE mencatat, pengawasan pembangunan Tandon Puri Bintaro Hijau 2 dimenangkan oleh PT Karya Pratama Konsulindo dengan nilai penawaran Rp135,4 juta.