Tangerangupdate.com – Keputusan Camat Pondok Aren dan sejumlah lurah di bawahnya untuk melakukan perjalanan ke Bandung pada hari kerja, bersamaan dengan jadwal rapat koordinasi penanganan krisis sampah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menuai sorotan tajam.
Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansah, menilai tindakan indisipliner tersebut sebagai sinyal lemahnya keseriusan pejabat daerah dalam menanggulangi krisis sampah yang sudah berlangsung berbulan-bulan. Ia meminta Wali Kota Tangsel untuk mencopot jajaran yang melakukan indisipliner tersebut.
“Ini menunjukkan tidak adanya political will untuk menyelesaikan persoalan sampah di Tangsel. Sampah ini bukan persoalan baru, sudah menggunung, dan berlangsung berbulan-bulan, kata Trubus kepada Tangerangupdate.com, Minggu 11 Januari 2026.
Menurutnya, dalam situasi darurat, seluruh jajaran pemerintahan semestinya menunjukkan tanggung jawab kolektif. Berwisata ke Bandung dan meninggalkan forum strategis yang membahas solusi krisis lingkungan adalah bentuk disersi yang tidak dapat dibenarkan.
“Harusnya ada upaya serius mencari jalan keluar. Bukan malah berjalan sendiri-sendiri sesuai kepentingan masing-masing,” tegasnya.
Trubus juga menyoroti lemahnya tata kelola pemerintahan di Tangsel, tercermin dari absennya koordinasi dan disiplin aparatur. Ia menyebut, tindakan camat dan lurah ini mengindikasikan bahwa tata kelola pemerintahan tidak berjalan efektif.
Ia menambahkan, persoalan sampah tidak bisa diselesaikan tanpa kolaborasi lintas sektor. Peran aktif camat dan lurah sebagai ujung tombak di lapangan sangat krusial.
“Ini mengindikasikan tata kelola pemerintahan yang tidak berjalan efektif. Tidak ada rasa tanggung jawab publik. Mereka seperti tidak peduli,” ujarnya.
Lebih jauh, Trubus menegaskan bahwa tanggung jawab utama berada di tangan Wali Kota sebagai pimpinan tertinggi daerah.
Bahkan, Trubus mendorong Wali Kota untuk melakukan evaluasi serius terhadap pejabat yang tidak menunjukkan komitmen dalam menangani persoalan publik.
“Ini tanggung jawab wali kota. Dari OPD sampai lurah itu satu komando. Kalau begini keadaannya, perlu ada sanksi tegas. Kalau perlu, dicopot saja. Ganti dengan pejabat yang benar-benar mau bekerja menyelesaikan masalah sampah,” tandasnya.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menggelar rapat koordinasi dengan seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, dan lurah untuk menyatukan langkah penanganan sampah dari hulu hingga hilir.
Rapat tersebut dimaksudkan sebagai forum strategis untuk memastikan seluruh wilayah bergerak serempak menghadapi kondisi darurat sampah yang berdampak langsung pada lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Namun, di tengah urgensi tersebut, jajaran Kecamatan Pondok Aren justru menuai sorotan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Camat Pondok Aren Hendra bersama sejumlah lurah tidak hadir secara langsung dan memilih untuk diwakilkan karena sedang berlibur ke Bandung.
Saat dikonfirmasi, Camat Pondok Aren, Hendra turut membenarkan kegiatan tersebut. Ia mengungkap jika kegiatan dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Kecamatan Pondok Aren, dan kelurahan di bawahnya.
“Sambil evaluasi dan merenungi kinerja setahun. Kita ambil awal januari krn biasanya kan masih lengang kalau awal tahun kerjaan,” katanya saat dihubungi Tangerangupdate.com.
