Tangerangupdate.com – Polres Tangerang Selatan membantah adanya proses mediasi maupun pengawalan mediasi dalam penanganan kasus dugaan child grooming yang menyeret nama kepala sekolah nonaktif SMK Letris Pamulang berinisial AMA.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Tangsel, AKP Wira Graha Setiawan menegaskan, pihak kepolisian saat ini masih fokus melakukan penyelidikan dan pendalaman fakta atas informasi yang beredar di masyarakat.
“Kami tegaskan dari Polres Tangerang Selatan tidak melakukan mediasi apapun ataupun mengawal proses mediasi,” ujar Wira, Minggu (17/5/2026).
Menurutnya, polisi masih berada pada tahap memverifikasi informasi terkait dugaan kasus tersebut.
“Kami saat ini berada pada posisi untuk memfaktakan terlebih dahulu informasi yang beredar di tengah masyarakat dalam proses penyelidikan,” lanjutnya.
Pernyataan itu disampaikan menyusul beredarnya video kepala sekolah nonaktif SMK Letris AMA yang mendatangi Polres Tangerang Selatan.
Terkait dugaan praktik manipulasi emosional yang mengarah pada pelecehan atau child grooming terhadap siswi.
Kasus tersebut menjadi perhatian publik setelah sejumlah siswa mengunggah kesaksian serta dugaan bukti melalui media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Dalam video yang beredar di akun Instagram media online, AMA mengaku tengah menjalani proses mediasi terkait kasus yang menyeret namanya.
Ia juga menyatakan telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai kepala sekolah pada hari yang sama.
“Yang mungkin nanti akan dikawal oleh teman-teman dari Polres Tangerang Selatan,” ujar AMA dalam video yang beredar, Sabtu (16/5/2026).
Namun hingga kini, polisi belum mengungkap status hukum dalam kasus tersebut dan masih melakukan pengumpulan keterangan serta pendalaman terkait informasi yang beredar.
Reporter: Juno
