Tangerangupdate.com – Panitia Khusus (Pansus) pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di Tangerang Selatan mengungkap rencana pengembangan jalur Moda Raya Terpadu atau Mass Rapid Transit Jakarta (MRT) yang akan melintasi wilayah Tangsel.
Rencana tersebut dibahas dalam rapat Pansus RTRW bersama unsur masyarakat di DPRD Kota Tangerang Selatan pada Rabu (11/3/2026).
Ketua Pansus RTRW DPRD Tangsel, Ahmad Syawqi, mengatakan pembahasan proyek MRT sempat berjalan alot karena pembangunan transportasi massal tersebut juga mempertimbangkan aspek bisnis dari operator.
“Memang kemarin wacananya agak alot juga. Karena dalam hal ini pihak MRT tentu melihat ada return bisnisnya, mengingat proyek ini merupakan kerja sama,” kata Syawqi.
Menurut dia, dalam perencanaan terdapat dua jalur MRT yang akan melintasi wilayah Tangsel. Jalur pertama direncanakan dari kawasan Lebak Bulus menuju Ciputat hingga Pondok Cabe.
“Nah kebetulan di Kota Tangerang Selatan ini ada dua rencananya. Satu trase dari Lebak Bulus ke Ciputat sampai Pondok Cabe,” ujarnya.
Selain itu, terdapat jalur lain yang akan menghubungkan Lebak Bulus hingga kawasan Serpong melalui Pondok Ranji dan berakhir di kawasan ICE BSD.
“Satu lagi dari Lebak Bulus, Pondok Ranji, lalu ke Serpong sampai ke ICE BSD,” katanya.
Syawqi menjelaskan jalur yang melewati Pondok Ranji hingga Serpong merupakan rencana perluasan (extension) yang saat ini sedang dikaji melalui kerja sama antara pihak swasta dengan operator MRT.
“Yang via Pondok Ranji ini sebenarnya jalur extension. Saat ini sedang diriset oleh pihak swasta yang bekerja sama dengan MRT,” jelasnya.
Ia menambahkan, rencana lama jalur MRT menuju Pondok Cabe tetap tercantum dalam dokumen perencanaan tata ruang Kota Tangsel.
“Kita pastikan dalam perencanaan tata ruang masih ada trase itu. Hanya saja yang paling visibel untuk dilaksanakan saat ini adalah fase extension tersebut,” ujarnya.
Syawqi menegaskan kedua jalur MRT itu tetap dipertahankan dalam rencana RTRW Tangsel sebagai bagian dari pengembangan transportasi massal di masa depan.
“Di gambar perencanaan tetap ada dua trase. Jadi bukan berarti satu dibangun lalu yang lain tidak jadi. Secara fungsi ruang masih tetap ada perencanaannya,” katanya.
Pansus RTRW DPRD Tangsel juga mendorong percepatan pengembangan ekosistem transportasi massal agar proyek MRT dapat segera direalisasikan.
“Kami di Pansus mendorong percepatan ekosistem transportasi massal. Jika nantinya dibutuhkan perluasan dana modal untuk pembebasan lahan, maka Tangsel harus siap melakukan pembebasan,” kata Syawqi.
Editor: Zidna Aenun Azis
Reporter: Juno

