Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Kamis, 8 Januari 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Kota Tangsel

Orang Tua Murid Ngeluh, Harga Seragam SMP Negeri di Tangsel Rp2 Juta

Redaksi TU
Redaksi TU
Senin, 14 Juli 2025 | 10:12 WIB
Sejumlah orang tua murid mengeluh tingginya harga seragam di sejumlah SMP Negeri Tangerang Selatan | Foto: Ilustrasi/Istimewa
Sejumlah orang tua murid mengeluh tingginya harga seragam di sejumlah SMP Negeri Tangerang Selatan | Foto: Ilustrasi/Istimewa
SHARE

Tangerangupdate.com – Sejumlah orang tua siswa di beberapa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengeluh terkait tingginya harga seragam dan berbagai perlengkapan sekolah lainnya.

Contents
Arahan Pembelian di Koperasi SekolahTanggapan Pihak Sekolah

Menurut informasi yang dihimpun, terdapat variasi harga seragam di antara SMP di Kota Tangsel. Di SMPN 1 Tangsel, biaya yang harus dikeluarkan orang tua mencapai Rp1.140.000 untuk siswa laki-laki dan Rp1.350.000 untuk siswa perempuan. 

- Advertisement -
Ad imageAd image

Sementara itu, di SMPN 8 Tangsel, total biaya seragam dilaporkan mencapai Rp1.445.000, dan SMPN 11 mematok harga Rp950.000 untuk pembelian seragam di sekolah.

Salah satu orang tua murid mengungkapkan bahwa pembayaran seragam ini harus dilakukan secara tunai. “Saat pembayaran kemarin, saya tanyakan ke yang lain, tidak ada opsi cicilan. Semuanya harus lunas,” ujarnya.

Keluhan serupa datang dari orang tua murid SMPN 12, yang mengaku harus mengeluarkan hingga Rp1.700.000.

Biaya ini mencakup seragam olahraga, batik, baju muslim, atribut sekolah, serta biaya tambahan untuk Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) dan tes IQ.

BACA JUGA:  Polres Tangsel Tangkap 10 Pelaku dalam 8 Kasus Kekerasan Seksual Anak dan Perempuan

“Kami diarahkan untuk mengambil seragam di salah satu ruangan. Di sana ada petugas yang mengaku dari Komite Sekolah,” tutur Kurnia.

Arahan Pembelian di Koperasi Sekolah

Seorang orang tua murid di SMPN 9 Kota Tangsel mengaku diarahkan untuk membeli seragam di koperasi sekolah. Menurutnya, opsi ini hampir menjadi keharusan karena tidak ada alternatif lain yang ditawarkan secara transparan.

Ana, orang tua murid dari SMPN 9, menyebutkan bahwa ia membayar Rp2.050.000 untuk seluruh kelengkapan seragam anaknya.

“Semuanya lengkap dari Senin sampai Jumat, termasuk seragam olahraga, sepatu, sampai aksesori kecil seperti topi dan dasi,” jelas Ana.

Tanggapan Pihak Sekolah

Pihak sekolah berdalih tidak mewajibkan pembelian seragam di koperasi, meskipun dalam praktiknya sebagian besar orang tua diarahkan untuk membeli di sana.

Azis, Ketua Koperasi di SMP Negeri 9 Tangsel, menjelaskan bahwa pihaknya menyediakan seragam yang tidak bisa didapatkan di luar, seperti almamater, batik sekolah, dan topi berlogo sekolah.

“Jadi seragam tidak diwajibkan. Hanya saja, yang disediakan di sini adalah item yang tidak ada di pasaran, contohnya almamater atau topi yang ada logonya. Kalau seragam putih biru kan banyak di luar,” katanya.

BACA JUGA:  Disinyalir Rugi 8,2 Milyar, Pengamat Minta Investasi Pemkot Tangsel di Bjb di Audit

Ia menambahkan bahwa pembelian seragam hanya difokuskan untuk kebutuhan khusus yang sulit ditemukan di pasaran.

Meskipun demikian, total pengeluaran yang harus dibayarkan wali murid bisa mencapai Rp2.050.000.

“Kalau yang wajib di sini sekitar Rp700.000-an. Kalau mau lengkap semuanya totalnya Rp2.050.000, sisanya bisa dibeli di luar,” tandasnya.

TAGGED:tangerang selatan
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

IMG-20251218-WA0006

Terpopuler

Pemuda yang mengkritik proyek U-Ditch yang amblas, mengaku ditekan Kepala Desa Karet untuk meralat kritiknya | Foto: Kantor Desa Karet/Istimewa

Pemuda Desa Karet Diduga Ditekan Kades Agar Minta Maaf Setelah Kritik Proyek Drainase

Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid (kanan) saat memimpin Apel Perdana Awal Tahun 2026 yang diikuti oleh para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, dan seluruh ASN di Lapangan Raden Aria Yudhanegara | Dok. Istimewa

Bupati Tangerang Minta ASN Tak Anti Kritik dan Responsif Layani Masyarakat

Pemuda Desa Karet, Kecamatan Sepatan, mengaku mendapat intimidasi setelah mengkritisi proyek pembangunan drainase di wilayahnya | Dok. Istimewa

Usai Kritik Proyek Drainase, Pemuda Desa Karet Ngaku Diintimidasi Orang Desa

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan (kiri) dan Kepala Kejari Tangsel, Apreza Darul Putra (kanan) setelah rapat ekspose permohonan pendapat hukum (legal opinion) terkait proyek Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) | Dok. Istimewa

Pemkot Tangsel Gandeng Kejari Bahas Proyek PSEL

Seorang Warga Bukit Nusa Indah Sedang Membuat Komposter dari Tong Bekas / Foto : Juno

Di Tengah Krisis Sampah Tangsel, Warga Perumahan Bukit Nusa Indah Ciputat Bergerak, Buat Komposter dari Tong Air

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menyatakan jika informasi tersebut masih dalam tahap pendalaman pihaknya | Dok. Istimewa

Polisi Selidiki Kematian Pria di Sungai TPA Jatiwaringin, Diduga Hindari Kerusuhan

Berita Terkait

Tumpukan Sampah di Pasar Ciputat Tidak Diangkut, Ditengah Besarnya Anggaran Bidang Kebersihan DLH Tangsel/ Foto : Juno
Metropolitan

Anggaran Kebersihan DLH Tangsel Capai Rp22,3 Miliar, Pengamat : Harus Dibuka ke Publik

Kota Tangsel

Polres Tangsel Tetapkan Ayah Kandung sebagai Tersangka Kekerasan terhadap Bayi hingga Meninggal

Kota Tangsel

Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Ledakan Gedung Nucleus di Pondok Aren

Warga Cluster Alegria Park, Bumi Serpong Damai (BSD), Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menunjukkan volume air PAM yang sangat kecil dan tidak normal | Foto: Tangkapan/Tangerangupdate.com
Kota Tangsel

Warga BSD Ngeluh, Dua Bulan Air Pam Kecil Meski Lancar Bayar IPL

Kantah Tangsel Seto (Memegang Mic) bersama kepala Kejari Tangsel dan Wakil Walikota Tangsel/ Foto : TU
Kota Tangsel

Sambut 2026, Kantor Pertanahan Tangsel Perkuat Layanan dan Targetkan Zero Tunggakan

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menyampaikan bahwa nilai kompensasi ditetapkan sebesar Rp250 ribu per Kepala Keluarga (KK) setiap bulan | Dok. Istimewa
Kota Tangsel

Warga Cipeucang Bakal Terima Kompensasi Rp250 Ribu Perbulan

Sidak dilakukan menyusul dugaan penyerobotan sempadan Situ Ciledug atau yang juga dikenal sebagai Situ Tujuh Muara, di Pamulang, Tangsel | Dok. Istimewa
Kota Tangsel

PUPR Banten Sidak Pembangunan Mitra 10 Pamulang, Diduga Serobot Sempadan Danau

Pelarangan pesta kembang api pada malam pergantian tahun 2025/2026 disampaikan langsung oleh Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan | Dok. Istimewa
Kota Tangsel

Pemkot Tangsel Larang Pesta Kembang Api Malam Tahun Baru

Jangan Lewatkan

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan (kiri) dan Kepala Kejari Tangsel, Apreza Darul Putra (kanan) setelah rapat ekspose permohonan pendapat hukum (legal opinion) terkait proyek Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) | Dok. Istimewa

Pemkot Tangsel Gandeng Kejari Bahas Proyek PSEL

Senin, 5 Januari 2026
Pemuda Desa Karet, Kecamatan Sepatan, mengaku mendapat intimidasi setelah mengkritisi proyek pembangunan drainase di wilayahnya | Dok. Istimewa

Usai Kritik Proyek Drainase, Pemuda Desa Karet Ngaku Diintimidasi Orang Desa

Senin, 5 Januari 2026
Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menyatakan jika informasi tersebut masih dalam tahap pendalaman pihaknya | Dok. Istimewa

Polisi Selidiki Kematian Pria di Sungai TPA Jatiwaringin, Diduga Hindari Kerusuhan

Senin, 5 Januari 2026
Seorang Warga Bukit Nusa Indah Sedang Membuat Komposter dari Tong Bekas / Foto : Juno

Di Tengah Krisis Sampah Tangsel, Warga Perumahan Bukit Nusa Indah Ciputat Bergerak, Buat Komposter dari Tong Air

Senin, 5 Januari 2026
Kondisi u-ditch di Desa Karet, Kecamatan Sepatan, yang amblas diduga tidak kuat menahan beban kendaraan | Dok. Istimewa

Pembangunan Drainase U-Ditch di Desa Karet Diduga Bermasalah

Minggu, 4 Januari 2026

Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Ledakan Gedung Nucleus di Pondok Aren

Jumat, 2 Januari 2026
Konferensi pers pengungkapan kasus pembunuhan penjaga konter handphone yang ditemukan tewas di semak-semak pinggir Jalan Kampung Jantungeun, Jambe, Kabupaten Tangerang | Dok. Istimewa

Pembunuh Pemuda di Jambe Ternyata Dikenal Warga Sebagai Ustadz

Sabtu, 3 Januari 2026

Bupati Tangerang Beri Tiga Penghargaan kepada Kapolres Tangsel Saat Malam Tahun Baru

Kamis, 1 Januari 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp