Tangerangupdate.com – Pasangan muda-mudi inisial M dan L dilaporkan tercebur dan tenggelam di Sungai Cimanceuri, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Selasa 27 Januari 2026.
Keduanya diduga terpengaruh minuman keras (miras), hingga tercebur ke sungai pada Selasa 27 Januari 2026. Korban pria inisial M dilaporkan hilang terseret arus, sementara L berhasil diselamatkan.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik menuturkan, peristiwa bermula ketika M bersama rekan-rekannya, berkumpul di sebuah gubuk di pinggir sungai untuk mengonsumsi minuman keras sejak pukul 17.00 WIB.
Sekitar pukul 22.30 WIB, kondisi cuaca di lokasi mulai hujan lebat. Karena gubuk yang mereka tempati bocor, M mengajak rekan-rekannya untuk pindah ke atas perahu yang bersandar di tepi sungai, namun ajakan tersebut ditolak.
“Karenakan pada saat itu sedang hujan dan gubuk yang ditempati bocor, namun rekan-rekannya menolak dan setelah itu M bersama L menaiki perahu,” jelas Taufik melalui keterangan tertulis, Rabu 28 Januari 2026.
M dan L kemudian nekat naik ke atas perahu berdua. Menurut keterangan saksi, sempat terdengar keributan kecil berupa adu mulut antara keduanya di atas perahu.
”Saksi mendengar korban M berkata kepada L, ‘Udah ayo bangun, kalau enggak bangun saya ceburin nih’. Saat saksi menghampiri, keduanya sudah berdiri di pinggir perahu dan langsung tercebur ke sungai,” lanjutnya.
Rekan-rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan saat melihat keduanya hanyut sejauh 15 meter dari lokasi awal. L berhasil ditarik ke daratan dalam kondisi selamat, namun M hilang tenggelam dan gagal diselamatkan oleh rekan-rekannya.
Pihak keluarga korban baru melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian dan BPBD Kabupaten Tangerang pada Rabu 28 Januari 2026, pagi setelah pencarian mandiri tidak membuahkan hasil.
BPBD Kabupaten Tangerang segera menerjunkan Tim Penyelamat dari Pos Damkar Mauk untuk melakukan penyisiran di area aliran Sungai Cimanceuri.
Saat ini, BPBD Kabupaten Tangerang telah berkoordinasi dengan Badan SAR Nasional (Basarnas) untuk memperluas area pencarian dan mengerahkan personel tambahan guna mempercepat proses evakuasi korban.
“Pusdalops BPBD Kabupaten Tangerang sudah berkoordinaasi dengan pihak Basarnas untuk meminta bantuann pencarian selanjutnya,” tandasnya.

