Tangerangupdate.com – Penanganan darurat persoalan sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) belum sepenuhnya berakhir. Pemerintah kecamatan bersama petugas gabungan kini memperketat pengawasan di sejumlah titik rawan, salah satunya Pasar Cimanggis, Ciputat.
Kamis (8/1/2026) pagi, Camat Ciputat bersama petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel berjaga langsung di area pasar guna menghalau warga yang masih mencoba membuang sampah sembarangan.
Padahal, lokasi tersebut baru saja dibersihkan dari tumpukan sampah yang sebelumnya menggunung hingga mendekati atap kios pedagang.
Berdasarkan pantauan di lapangan, proses pengangkutan sampah di Pasar Cimanggis telah rampung. Namun, tidak berselang lama, sejumlah warga kembali datang membawa sampah dan mencoba membuangnya di titik yang sama.
Camat Ciputat, Mamat, mengungkapkan bahwa dirinya sudah berada di lokasi sejak pagi buta untuk memastikan pembersihan berjalan sekaligus mengawasi potensi pembuangan ulang.
“Saya sudah di sini sejak pukul 05.30 WIB. Sampahnya memang sudah diangkut, tapi masih ada saja warga yang mau buang sampah lagi ke sini,” kata Mamat saat ditemui di Pasar Cimanggis.
Ia menjelaskan, sumber sampah tidak hanya berasal dari lingkungan sekitar pasar. Bahkan, beberapa pembuang sampah diketahui datang dari wilayah luar Kecamatan Ciputat.
“Ada pedagang sate, setelah saya tanya ternyata dari Pondok Cabe. Jaraknya cukup jauh. Katanya dapat informasi dari orang lain untuk buang sampah di sini,” ujarnya.
Kondisi tersebut, lanjut Mamat, memperlihatkan bahwa penanganan sampah tidak cukup hanya dengan pengangkutan.
Tanpa pengawasan ketat dan penindakan, lokasi yang sudah dibersihkan berisiko kembali dipenuhi sampah dalam waktu singkat.
Sementara itu, masalah serupa masih terjadi di pasar tradisional lain. Di Pasar Jombang, tumpukan sampah dilaporkan belum tertangani secara menyeluruh.
Air lindi terlihat mengalir ke badan jalan, disertai bau menyengat serta keberadaan lalat dan belatung yang mengganggu pengguna jalan.
Adapun di Pasar Ciputat, volume sampah memang relatif lebih sedikit dibandingkan Jombang.
Namun, keberadaannya tetap dikeluhkan karena menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu aktivitas perdagangan.
“Sudah lama seperti ini. Tempat penampungannya memang ada di dalam pasar. Bau-nya menyengat sekali,” tutur Muksit, warga yang tengah berbelanja di Pasar Ciputat.
Hingga kini, pemerintah daerah masih berupaya menuntaskan persoalan sampah di Tangsel, sembari meningkatkan pengawasan agar titik-titik yang telah dibersihkan tidak kembali menjadi tempat pembuangan liar.
Editor: Jupry Nugroho
Reporter: Juno

