Tangerangupdate.com – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Kelapa Dua, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, pada Selasa, 3 Maret 2026.
Sidak tersebut bertujuan untuk memantau fluktuasi harga komoditas utama serta memastikan ketersediaan stok pangan selama Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Turut mendampingi dalam inspeksi tersebut Asisten Daerah (Asda) II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Tangerang, H. Syaifullah, serta Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Tangerang, Resmiyati Marningsih.
Intan menuturkan bahwa pemantauan harga pasar sangat krusial guna mengantisipasi kenaikan harga yang tidak wajar, terutama pada momen puncak konsumsi seperti bulan Ramadan dan Lebaran.
“Pagi ini kita lakukan sidak di pasar Kelapa dua, ternyata ditemukan sejumlah komoditi yang mengalami kenaikan” ungkapnya, Selasa 3 Maret 2026.
Beberapa komoditas yang harganya merangkak naik antara lain bawang merah, bawang putih, dan cabai rawit.
Sementara itu, harga daging sapi melonjak sekitar Rp20.000 dari harga standar, dan minyak goreng mengalami kenaikan sekitar Rp3.000 hingga Rp4.000.
Menyikapi kondisi tersebut, Wabup Intan mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang telah menyiapkan sejumlah skema strategis menjelang Idulfitri.
Salah satunya adalah pengoperasian Warung Tekan Inflasi (Warteksi) yang akan menyediakan komoditas dengan harga normal di beberapa titik wilayah Kabupaten Tangerang.
Selain Warteksi, Pemkab Tangerang juga akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di 29 kecamatan pada H-7 Idulfitri.
“Warteksi akan kita buka, menjual bawang merah, putih serta cabe rawit dengan harga normal kepada masyarakat di beberapa titik d kabupaten Tangerang”, katanya.
Terkait tingginya kenaikan harga daging sapi, Intan berharap pemerintah pusat mengambil langkah proaktif dan strategis untuk menekan harga di pasaran. Menurutnya, stabilisasi harga daging akan sangat membantu masyarakat dalam menyambut hari raya.
“Kita harapkan pemerintah pusat juga proaktif untuk mengambil langkah jitu, untuk menekan kenaikan harga daging sapi. Mudah-mudahan ada peraturan dari pemerintah pusat nanti agar harga daging sapi tidak lebih dari Rp.160.000 per kilo” ungkapnya.
Dalam sidak tersebut, ditemukan pula fakta bahwa masih banyak pedagang yang belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
Menanggapi hal itu, Intan menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan jemput bola dan memfasilitasi pembuatan NIB secara gratis bagi para pedagang.
“Ini juga merupakan bagian dari upaya kita, sehingga kita bisa subsidi minyak goreng di kios mereka nantinya” tandasnya.

