Tangerangupdate.com – Pemuda Desa Karet, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, menyoroti kondisi pembangunan drainase menggunakan U-Ditch yang dilaporkan mengalami amblas saat dilintasi kendaraan.
Perwakilan Pemuda Desa Karet, Rifal, mengatakan amblasnya saluran drainase terjadi ketika dilalui sebuah mobil. Ia menduga terdapat ketidaksesuaian antara spesifikasi teknis yang direncanakan dengan material maupun metode pengerjaan di lapangan.
“Pembangunan drainase menggunakan U-Ditch di Desa Karet, Kecamatan Sepatan, patut dipertanyakan secara serius setelah saluran yang baru dibangun justru mengalami amblas,” katanya kepada Tangerangupdate.com, Minggu 4 Januari 2026.
Menurut Rifal, drainase tersebut berada di jalur aktif yang setiap hari dilalui kendaraan, sehingga berhubungan langsung dengan keselamatan masyarakat.
Ia menilai kerusakan pada infrastruktur yang baru selesai dibangun merupakan sinyal kuat perlunya audit serius.
“Kami memandang kejadian ini perlu disikapi dengan evaluasi teknis yang menyeluruh. Evaluasi penting dilakukan agar dapat diketahui apakah pelaksanaan pembangunan sudah sesuai dengan perencanaan dan ketentuan teknis yang berlaku,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa desakan evaluasi tersebut tidak dimaksudkan untuk mencari kesalahan pihak tertentu, melainkan demi kepentingan dan keselamatan bersama.
“Drainase ini digunakan oleh masyarakat. Evaluasi bukan untuk menyalahkan siapa pun, tetapi untuk memastikan hasil pembangunan benar-benar aman, layak, dan dapat berfungsi dengan baik dalam jangka panjang,” tambah Rifal.
Pemuda Desa Karet juga mendorong agar apabila dalam proses evaluasi ditemukan adanya ketidaksesuaian teknis, maka perlu adanya pertanggungjawaban dari pelaksana proyek tersebut.
“Kami berharap agar persoalan ini dapat ditangani secara profesional dan transparan, sehingga pembangunan infrastruktur desa ke depan tetap mengedepankan kualitas, keselamatan publik, dan kepatuhan terhadap ketentuan teknis,” tandasnya.
Diketahui, pembangunan drainase ini merupakan hasil dari permohonan pihak perusahaan kepada Kepala Desa Karet, dengan pembiayaan sepenuhnya berasal dari perusahaan, atau Corporate Social Responsibility.
Permohonan tersebut disampaikan melalui surat resmi perusahaan Nomor: 01/PT-BIPI/IX/2025, yang menyebutkan bahwa U-Ditch direncanakan memiliki spesifikasi teknis dengan daya dukung beban hingga 40 ton.
Namun di lapangan, saluran justru amblas saat dilintasi kendaraan pengusaha keramik dengan estimasi bobot hanya 4–8 ton.
Menanggapi hal ini, Kepala Desa Karet, Mudi, membantah adanya masalah. Menurutnya, desa hanya menerima pemberitahuan terkait program CSR pembangunan drainase tersebut.
“Kita terima jadi. Pelaksananya dari pihak yang memberikan CSR. Memang waktu itu ada permintaan dari kami supaya lingkungan masyarakat terlihat rapi dan bebas genangan,” kata Mudi.

