Tangerangupdate.com – Proyek pelebaran jalan di kawasan Rawa Buntu, tepatnya di dekat pintu masuk Perumahan De’Latinos Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mengalami keterlambatan. Padahal, jalur tersebut dikenal sebagai titik rawan kemacetan yang kerap dikeluhkan masyarakat.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDBMBK) Kota Tangsel, Ahmad Fatullah, menjelaskan bahwa kendala utama terletak pada permasalahan lahan.
Ada warga yang mengklaim memiliki alas hak di bidang tanah yang rencananya akan digunakan untuk jalan dan pedestrian.
“Target pekerjaan tetap Desember 2025 selesai. Saat ini kita menunggu penyelesaian pengurusan alas hak di salah satu bidang dekat barbershop. Kalau sudah tuntas, insyaAllah proses bisa berjalan lancar,” kata Fatullah.
Menurutnya, warga yang mengajukan klaim memiliki akta jual beli (AJB) tertanggal 2004. Namun, lahan tersebut sebenarnya sudah masuk dalam pembebasan lahan oleh pengembang Bumi Serpong Damai (BSD) sejak 1997.
“Kami akan mengundang semua pihak terkait pada Kamis depan, termasuk BSD, BPN, Bagian Hukum Pemkot Tangsel, serta warga yang mengklaim kepemilikan. Dari dokumen AJB yang ada, memang terlihat ada beberapa kejanggalan,” jelasnya.
Meski terkendala persoalan lahan, Fatullah menegaskan bahwa persiapan proyek tetap berjalan.
Proses tender sudah rampung dengan nilai kontrak sekitar Rp4 miliar, dan pemenang tender pun telah ditetapkan.
“Kalau bangunan sudah mundur, kita akan langsung betonisasi, layering, sekaligus membuat pedestrian. Per akhir Agustus seharusnya sudah dimulai, namun karena ada hambatan ini sedikit tertunda. Mudah-mudahan Desember 2025 sudah rampung sesuai rencana,” tambahnya.
Editor: Jupry Nugroho
Reporter: Juno

