Tangerangupdate.com – Kasus dugaan pencabulan oleh oknum guru di SD Negeri Rawabuntu 01 mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindik) Kota Tangerang Selatan melakukan evaluasi sistemik terhadap pengawasan dan kualitas tenaga pendidik.
Sekretaris Dindik Tangsel, R. Billy Sukarsana, menyatakan pihaknya akan melakukan asesmen terhadap kepala sekolah dan guru dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
“Kami mau tidak mau, suka atau tidak suka, harus melakukan asesmen sekarang. Kepala sekolah dan guru, utamanya yang dalam cakupan kami,” ujar Billy, Rabu sore (21/1/2026).
Asesmen tersebut mencakup profiling individu, termasuk pemetaan kondisi psikologis dan kejiwaan tenaga pendidik. Namun, pelaksanaannya dilakukan secara bertahap menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran.
“Kalau asesmen bukan per bulan, tapi dibagi per tahapan. Misalnya 50 orang, 50 orang, 50 orang. Ini juga terkait dengan ketersediaan anggaran,” jelasnya.
Pengetatan Pengawasan dan Budaya Pelaporan
Selain asesmen, Dindik juga menyiapkan langkah mitigasi dengan memperketat pengawasan di lingkungan sekolah. Pengawasan mencakup ruang kelas, lorong sekolah, hingga kegiatan ekstrakurikuler.
Salah satu kebijakan yang akan didorong adalah memastikan tidak ada lagi ruang kelas yang tertutup permanen.
“Lorong-lorong harus terpantau, begitu juga kegiatan ekstrakurikuler. Kepala sekolah punya tanggung jawab memastikan pengawasan berjalan,” kata Billy.
Dindik juga menekankan pentingnya membangun budaya pelaporan. Setiap indikasi kejanggalan diminta untuk segera dilaporkan dan tidak ditutup-tutupi demi menjaga nama baik sekolah.
“Ini tidak boleh dianggap aib. Kalau ada indikasi, justru harus cepat dilaporkan agar bisa ditangani sejak dini,” ujarnya.
Dari sisi sarana, Dindik akan mengoptimalkan penggunaan kamera pengawas (CCTV) yang telah terpasang di lorong dan gerbang sekolah. Ke depan, penambahan CCTV di ruang kelas juga akan didorong guna meningkatkan transparansi dan keamanan proses belajar mengajar.
Polisi Masih Dalami Kasus
Sementara itu, Polres Tangerang Selatan masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Kabid Humas Polres Tangsel, Ipda Yudi, mengatakan hingga saat ini belum ada perkembangan terbaru yang dapat disampaikan.
“Kami belum ada delegasi, belum ada informasi lanjutan. Nanti kami update lagi jika sudah ada. Masih seperti informasi kemarin, penangkapan pelaku saja yang terakhir,” ujarnya.
Dindik menegaskan, seluruh langkah mitigasi dan evaluasi tersebut dirancang untuk memperkuat sistem perlindungan anak secara menyeluruh agar kasus serupa tidak terulang di masa depan.
Editor: Jupry Nugroho
Reporter: Juno

