Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Selasa, 25 Agustus 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Nasional

Ampas Kopi: Limbah Sehari-hari yang Berpotensi Menjadi Solusi Pencemaran Limbah Tekstil

Admin
Admin
Rabu, 8 Juli 2026 | 14:28 WIB
Foto : Ilustrasi
Foto : Ilustrasi
SHARE

Tangerangupdate.com – Kopi telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern. Hampir setiap hari, jutaan cangkir kopi diseduh di rumah, kafe, maupun industri. Namun, di balik kenikmatan kopi tersebut, terdapat limbah yang jarang diperhatikan, yaitu ampas kopi.

Limbah ini umumnya dibuang begitu saja, padahal jumlahnya sangat besar dan terus meningkat seiring tingginya konsumsi kopi, khususnya di Indonesia yang termasuk produsen kopi terbesar di dunia.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Ampas kopi sebenarnya masih memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan. Kandungan biomassa seperti selulosa, hemiselulosa, dan lignin menjadikan ampas kopi sebagai bahan yang sangat cocok untuk diolah menjadi karbon aktif. Jika dikelola dengan baik, limbah ini tidak hanya mengurangi beban lingkungan, tetapi juga dapat diubah menjadi produk bernilai tambah.

Di sisi lain, industri tekstil juga menghadapi permasalahan lingkungan yang serius. Proses pewarnaan kain menghasilkan limbah cair yang mengandung zat warna sintetis, salah satunya adalah Methyl Red. Pewarna ini tergolong pewarna azo yang bersifat stabil, sulit terurai, dan dapat membahayakan organisme kehidupan jika mencemari perairan. Oleh karena itu, diperlukan metode pengolahan limbah yang efektif sebelum air limbah dibuang ke lingkungan.

BACA JUGA:  DPR Tekan Pemerintah Perkuat Perlindungan PMI Ilegal

Salah satu metode yang banyak digunakan untuk mengatasi limbah zat warna adalah adsorpsi menggunakan karbon aktif. Karbon aktif diketahui memiliki luas permukaan dan porositas yang tinggi sehingga mampu menyerap berbagai senyawa pencemar.

Namun, karbon aktif komersial umumnya memiliki harga yang relatif mahal. Inilah yang mendorong pemanfaatan bahan alami dan limbah biomassa, seperti ampas kopi, sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis.

Melalui proses pirolisis pada suhu tertentu dan aktivasi kimia menggunakan bahan seperti asam fosfat atau kalium hidroksida, ampas kopi dapat diubah menjadi karbon aktif dengan struktur berpori. Karbon aktif hasil olahan ini memiliki kemampuan untuk menyerap pewarna sintetis Methyl Red dari larutan udara.

Proses adsorpsi dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti waktu kontak, pH lingkungan, dan jumlah adsorben yang digunakan. Semakin optimal kondisi proses, semakin besar pula efisiensi penyerapan zat warna.

Pengujian efektivitas adsorpsi umumnya dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis untuk mengetahui penurunan konsentrasi Methyl Red sebelum dan sesudah proses adsorpsi.Selain itu, analisis FTIR digunakan untuk mengamati gugus fungsi pada permukaan karbon aktif serta perubahan yang terjadi setelah proses penyerapan.

BACA JUGA:  Mendagri Tito Minta Kepala Daerah Setop Rekrut Honorer, Apa Alasannya?

Hasil-hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa karbon aktif dari ampas kopi mampu menurunkan konsentrasi pewarna secara signifikan dan memiliki kinerja yang sebanding dengan karbon aktif konvensional.

Pemanfaatan ampas kopi sebagai karbon aktif tidak hanya memberikan solusi terhadap limbah tekstil, tetapi juga mendukung konsep pembangunan berkelanjutan.

Pendekatan ini sejalan dengan prinsip pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang (3R), dimana limbah diolah kembali menjadi produk yang berguna.

Dengan demikian, limbah ampas kopi yang sebelumnya tidak bernilai dapat berkontribusi dalam menjaga kualitas lingkungan. Secara keseluruhan, pemanfaatan limbah ampas kopi sebagai karbon aktif merupakan solusi sederhana namun berdampak besar.

Selain mengurangi limbah padat dan cair, inovasi ini membuka peluang bagi pengembangan teknologi pengolahan limbah yang lebih murah, ramah lingkungan, dan mudah diterapkan, khususnya bagi industri kecil dan menengah.

Penulis : Saeful Iman

Editor & Reporter
Reporter: Admin
TAGGED:Limbah mempunyai potensi bagusPengolahan ampas kopi
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

Terpopuler

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat soal kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pekanbaru, Riau, Senin (24/8/2026). | Dok. Setpres

Pimpin Ratas Karhutla, Presiden Prabowo Perintahkan Intelijen dan Polisi Usut Korporasi

Tampak Wakil Walikota (Wawali) Tangerang Selatan (Tangsel), Pilar Saga Ichsan ikut memusnahkan Barang Kena Cukai (BKC) ilegal di Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Banten, Serpong Utara, Tangsel, Jumat (21/8/2026). | Dok. Tangerangupdate

Lindungi Iklim Investasi di Banten, Wawali Tangsel Dorong Penindakan Cukai Ilegal

Wapres Gibran Rakabuming berdialog dengan pengungsi yang dirawat di tenda perawatan posko pengungsian Posko Golo Cenggo, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, Jumat (21/8/2026). | Dok. Antara

Wapres Gibran Instruksikan Bantuan Gempa NTT Jangkau Pengungsi Mandiri

Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Banten memusnahkan 41,28 juta batang rokok ilegal dan ribuan liter minuman keras (miras). | Dok. Tangerangupdate

Gempur Cukai Ilegal, Kanwil DJBC Banten Selamatkan Potensi Kerugian Negara Rp39,95 Miliar

Walikota Tangsel Benyamin Davnie saat di Wawancarai di Gedung Pemkot Tangsel/ Foto: Fery

Koperasi Award Jadi Momentum Tangsel Perkuat Ekonomi Kerakyatan

HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Tegaskan Kemerdekaan Harus Diwujudkan Lewat Kerja Nyata di Tangsel

Berita Terkait

Nasional

Lepas Ekspor Rp40,8 Miliar, Barantin Dorong Produk Unggulan Banten Tembus Pasar Global

Eks Menteri Keuangan (Menkeu) Kabinet Pembangunan VII, Fuad Bawazier. | Dok. Istimewa
Nasional

Soal Pengelolaan Sumber Daya Alam, Fuad Bawazier Bela Langkah Prabowo

Anggota Komisi IV DPR RI, Herry Darmawan. | Dok. Fraksi PAN
Nasional

DPR Desak Kemenhut Fasilitasi Sarpras MPA Cegah Karhutla

Foto: Founder Aliansi Pemuda Berdampak, Gilang Purnama | Dok. Pribadi
Nasional

APB: Kejadian Aceh Momentum Negara Berbenah di Usia 81 Tahun

Anggota Komisi XII DPR RI Syafruddin. | Dok. DPR RI
Nasional

DPR Soroti Rencana Pembatasan Pertalite Berbasis Desil

Foto: Founder Aliansi Pemuda Berdampak, Gilang Purnama | Dok. Pribadi
Nasional

Pemuda: Hari Bhakti Adhyaksa ke-66 Harus Jadi Titik Balik Reformasi Kejaksaan

Foto: Musyawarah Nasional (Munas) IV FORPAMNAS di The Rich Jogja Hotel | Dok. Tangerangupdate.com
Nasional

Sunardi Dito Prawiro Nahkodai FORPAMNAS Periode 2026–2030, Sutikno Jadi Sekjen

Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya (tengah) memberi keterangan pers terkait polemik kelangkaan BBM subsidi di berbagai daerah, di ruang rapat Komisi XII DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/2026). | Dok. Istimewa
Nasional

Antrean BBM Mengular, DPR Soroti Efek Peralihan Konsumen

Jangan Lewatkan

Wapres Gibran Rakabuming berdialog dengan pengungsi yang dirawat di tenda perawatan posko pengungsian Posko Golo Cenggo, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, Jumat (21/8/2026). | Dok. Antara

Wapres Gibran Instruksikan Bantuan Gempa NTT Jangkau Pengungsi Mandiri

Senin, 24 Agustus 2026
Foto dokumentasi Tangerangupdate.com

Mantan Karyawan Ungkap Dugaan Sertifikasi Guru Palsu Jadi Jaminan Kredit di BPR Kerta Raharja Gemilang

Jumat, 21 Agustus 2026

Pilar Saga Ichsan Dorong Penataan Utilitas Berkelanjutan, SDABMBK Tangsel Perkuat Pengawasan Kabel Fiber Optik

Selasa, 18 Agustus 2026
Foto: istimewa

Polisi Tangkap Tiga Terduga Matel Diduga Peras Santri di Citra Raya

Sabtu, 22 Agustus 2026
Anggota Komisi IV DPR RI, Herry Darmawan. | Dok. Fraksi PAN

DPR Desak Kemenhut Fasilitasi Sarpras MPA Cegah Karhutla

Rabu, 19 Agustus 2026
Eks Menteri Keuangan (Menkeu) Kabinet Pembangunan VII, Fuad Bawazier. | Dok. Istimewa

Soal Pengelolaan Sumber Daya Alam, Fuad Bawazier Bela Langkah Prabowo

Rabu, 19 Agustus 2026
Tampak Wakil Walikota (Wawali) Tangerang Selatan (Tangsel), Pilar Saga Ichsan ikut memusnahkan Barang Kena Cukai (BKC) ilegal di Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Banten, Serpong Utara, Tangsel, Jumat (21/8/2026). | Dok. Tangerangupdate

Lindungi Iklim Investasi di Banten, Wawali Tangsel Dorong Penindakan Cukai Ilegal

Senin, 24 Agustus 2026
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat soal kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pekanbaru, Riau, Senin (24/8/2026). | Dok. Setpres

Pimpin Ratas Karhutla, Presiden Prabowo Perintahkan Intelijen dan Polisi Usut Korporasi

Senin, 24 Agustus 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp