Tangerangupdate.com – Fasilitas publik berupa layar videotron yang terpasang di Gedung Smart Building, Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang, dikeluhkan warga.
Aset milik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) tersebut diduga kuat mengalami kerusakan dan sudah tidak berfungsi dalam waktu yang cukup lama.
Berdasarkan pantauan di lokasi, layar besar yang seharusnya menjadi sarana penyebaran informasi program pemerintah tersebut tampak gelap dan tidak menampilkan visual apa pun.
Menurut penuturan salah satu warga yang sering beraktivitas di kawasan Puspemkab, malfungsinya videotron ini bukan hal baru. Ia menyebutkan bahwa perangkat teknologi tersebut hanya terlihat beroperasi normal saat masa awal pemasangan.
”Seingat saya, videotron itu cuma menyala waktu awal-awal selesai dikerjakan saja. Setelah itu, sampai sekarang lebih sering mati daripada hidupnya,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya tersebut, Senin 29 Januari 2026.
Berdasarkan informasi yang tercantum dalam laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), pengadaan videotron seluas 110 meter persegi tersebut dilakukan pada tahun 2024.
Proyek pengadaan videotron outdoor itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tangerang dengan nilai pengadaan sebesar Rp6.935.000.000. Pengadaan dilakukan melalui metode lelang pembelian secara e-purchasing.
Menanggapi dugaan kerusakan videotron tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tangerang, Dian Mayang Sari, membantah bahwa perangkat bernilai miliaran rupiah itu mengalami kerusakan permanen atau tidak berfungsi.
Menurut Dian, kondisi layar yang tampak mati saat ini berkaitan dengan rencana teknis perubahan posisi atau relokasi videotron.
“Videotron bukan tidak berfungsi, tapi sedang kami rencanakan untuk dipindah posisinya di tahun ini,” katanya kepada Tangerangupdate.com.
Ia menambahkan, relokasi tersebut masih berada di area Gedung Smart Building Puspemkab Tangerang dan hanya berupa perubahan titik penempatan agar lebih efektif. “Di gedung ini juga, posisinya saja yang dirubah,” tandasnya.

