Tangerangupdate.com – Kapolsek Pinang, Iptu Adityo Wijanarko mengonfirmasi identitas mayat pria paruh baya yang ditemukan di area perkebunan Kampung Sawah Dalam, Panunggangan Utara, Kecamatan Pinang.
Jasad tersebut diidentifikasi sebagai korban hilang yang dilaporkan oleh keluarganya tiga hari sebelumnya.
“Mayat teridentifikasi setelah adanya laporan kehilangan dari keluarga ke Polsek Pinang, bahwa keluarganya hilang 3 hari. Identitas korban sesuai yang dilaporkan,” katanya saat kepada Tangerangupdate.com, Sabtu 30 Agustus 2025.
Menurut Adityo, jasad korban telah dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk proses visum. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dari dokter forensik, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang (untuk visum). Dicek dokter forensik tidak ada tanda kekerasan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Adityo mengatakan, dari keterangan keluarga, korban tidak memiliki riwayat penyakit. Namun, keluarga menyebut jika korban terlihat linglung selama sepekan terakhir.
“Menurut keterangan keluarga, beberapa hari belakangan korban mengaku kepada istrinya mendatangi TKP, karena di sana ada makam bapaknya,” terangnya.
Adityo mengatakan jika jasad korban telah diambil oleh pihak keluarga pada Jumat, 29 Agustus 2025, untuk dimakamkan. “Korban sudah diambil keluarga pada saat hari itu juga,” pungkasnya.
Sebelumnya, seorang pria paruh baya ditemukan tewas mengenaskan di kebun pisang wilayah Kampung Sawah Dalam, Panungganan Utara, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Jumat 29 Agustus 2025.
Pria malang tersebut diduga merupakan korban pembunuhan. Sebab saat ditemukan, terdapat luka menganga di bagian leher.
Menurut, salah satu warga, korban merupakan seorang kepala di sekolah menengah atas (SMA) swasta di wilayah Pinang, yang baru dilantik.
“Dulu beliau (korban) guru SMA saya. Baru banget diangkat (dilantik) jadi kepala sekolah,” ujarnya, Sabtu 30 Agustus 2025.
Berdasarkan keterangan beberapa saksi, jasad korban diduga telah berada di tempat kejadian perkara (TKP) selama tiga hari. Hal tersebut juga dapat dilihat dari kondisi jasad yang sudah dikerumuni lalat.
“Jadi baru ditemuin 3 hari. Lokasinya kejadiannya (tempat ditemukan) dekat rumah beliau (korban),” terangnya.